เข้าสู่ระบบDengan langkah tergesa, Lilian meninggalkan ruangan. Air mata berderai membasahi pipinya, sementara dadanya terasa sesak oleh amarah dan kekecewaan yang semakin tidak terbendung.Lilian kesal! Sangat kesal!Butuh banyak kekuatan dan keberanian untuk Lilian akhirnya mengambil keputusan bicara membahas Celestine.Tetapi.. Mante justru tidak benar-benar menganggap serius perkataannya. Bahkan ketika Lilian sudah menodongkan pisau dan berusaha mengiris jaketnya untuk meyakinkan seberapa serius masalah Celestine baginya, Mante justru menanggapinya dengan gelak tawa. Seolah kemarahan Lilian hanyalah amukan kecil yang tengah menghiburnya.“Tunggu, Lilian!” panggil Mante.Lilian tidak menghiraukannya. Dia terus melangkah secepat yang mampu dilakukan tubuhnya, meskipun gerakan tergesa-gesa itu membuat perutnya sedikit keram sakit.Lilian tidak peduli! Sekarang Lilian sudah tidak ingin dengarkan penjelasan apapun lagi.Bukan salahnya jika kini dia marah, bukan salahnya juga jika mereka terus ber
Pupil mata Mante melebar tak dapat menutupi ekspresi terkejutnya mendengar pertanyaan Lilian yang menggelikan dan sungguh berada di luar logikanya.Bisa-bisanya Lilian berpikir Mante memiliki hubungan dengan Celestine. Andaipun ada, logikanya justru Lilian yang menjadi orang ketiga karena Mante sudah mengenal Celestine lebih dulu.Tatapi, apa yang sebenarnya mendasari Lilian sampai berpikir Mante memiliki hubungan dengan Celestine? Apakah mungkin, semua hal yang selama ini Mante berikan padanya dirasa kurang? Ataukah mungkin.. ada seseorang yang telah berbicara hal tidak benar padanya?Selama ini semua aktivitas Lilian tidak pernah lepas dari pantauannya, kecuali handponenya. Benda itu adalah satu-satunya tempat privasi yang tidak pernah Mante ganggu.Haruskah, mulai sekarang Mante juga pantau semua aktivitas handponenya untuk memastikan tidak ada siapapun yang mencoba melakukan adu domba?Sepertinya Mante harus menahan diri dulu, dia tidak bisa merusak sisa kesabaran Lilian yang mun
“Aku harus pergi ke ibukota sore ini juga, Margareth jatuh sakit,” cerita Katty ditengah kesibukannya menyajikan sarapan pagi di meja.“Apa keadaannya genting?” tanya Orlando.Katty menarik kursi dan bergabung duduk. “Sudah empat hari Shopie menghilang. Margareth sudah melapor dan polisi masih berada dalam proses pencarian. Aku khawatir, Shopie menjadi korban kejahatan.”Katty lihat Sean dan Orlando bergantian, keduanya tampak masih tenang tanpa banyak reaksi meski sudah dengar ceritanya.Hubungan keluarga Floyen kembali harmonis setelah beberapa bulan lamanya hadapi keretakan dan setiap hari lalui pertengkaran. Setelah lulus kuliah, Sean memulai kariernya dengan menjadi assistant Orlando, dia pelajari segala sesuatu yang ada di pabrik karena kedepannya pabrik itu hrus diteruskan olehnya.Sementara Alysa, dia memutuskan kembali melanjutkan sekolah setelah cerai dengan Asher. Katty masih tidak mengubah wataknya, dia gemar hina menantunya yang dianggap tidak membawa keuntungan. Puncak
Brak!Begitu pintu ditutup Michaelin yang berlari kabur, Mante beranjak dari kursinya, membawa semua perlengkapan Lilian yang telah ia curi.Dengan langkah tenang pria itu menghampiri Lilian yang bersembunyi di balik pintu kamar mandi.Saat pintu di dorong terbuka, Lilian pun ikut mundur dengan waspada, berdiri saling berhadapan dengan Mante yang telah berhasil mempermainkannya, merusak tekad Lilian yang sejak tadi pagi begitu ingin menghindar.Kesunyian mengurung mereka diantara sisa-sisa jejak aroma sabun dalam ruangan kecil itu. Sudut alis Mante terangkat pelan, pandangannya bergerak menelusuri penampilan Lilian yang basah kuyup memeluk diri.Tetesan air menghiasi kulitnya yang pucat kemerahan seperti porselen, bahkan sisi wajahnya yang masih lebam itu kini tampak seperti goresan lukisan berseni.Pikiran gelap Mante berdecak, andai saja kondisi Lilian memungkinkan.. ingin sekali sekarang dia membawanya kembali ke bilik dinding kaca dan menuntun wajah itu dalam satu genggaman, memin
Menyaksikan handponenya yang tenggelam di gelas air panas, air mata Celestine berderai tidak dapat menahan tangisan. Deru napas yang tidak beraturan terdengar dan terlihat dari setiap gerak dadanya yang mencetak siluet tulang akibat kehilangan begitu banyak berat badan semenjak sakit.Celestine turun dari ranjangnya dan terburu-buru menumpahkan air di gelas sebelum handponenya rusak oleh ibunya yang telah tega, sedikitpun tidak memiliki empati dengan kondisi Celestine yang saat ini menderita oleh banyak hal.Dilihatnya sang ibu dengan tatapan sengit sambil berpegangan pada sisi meja menahan sakit. “Aku telah kehilangan segalanya, pekerjaanku, laki-laki yang ku kejar, kenyamanan hidupku bahkan harga diriku! Mengapa Ibu sedikitpun tidak menunjukan kepedulian padaku meski sebentar lagi aku akan mati!” bentak Celestine dengan suara bergetar.Jane terpaku beberapa detik seolah tidak percaya dengan kata-kata yang telah terucap dari bibir putrinya. Ditengah pertengkaran kecil itu, Bert mema
Jane Austine meletakkan satu per satu piring kecil berisi sarapan yang telah disiapkannya untuk Celestine.Di tengah kesibukannya merawat putrinya yang sedang sakit, Jane beberapa kali mencuri pandang ke arah Celestine yang sejak tadi sibuk dengan handponenya.Dari hari ke hari kondisi kesehatan Celestine semakin memburuk. Sama halnya dengan kondisi bisnis Zicola.Dampak penarikan investasi dalam jumlah besar mengancam stabilitas finansial perusahaan, sementara pembatalan kontrak pasokan memaksa sejumlah lini produksi menghentikan operasionalnya. Fondasi bisnis yang selama ini menopang kejayaan Zicola mulai retak. Jika krisis tersebut tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin seluruh imperium bisnis itu akan runtuh.Ditambah lagi kasus hilangnya Shopie yang hingga saat ini belum ditemukan. Keterkaitan kasus tersebut dengan Celestine membuat Zicola terpaksa menggunakan pengaruh keluarga Giedon untuk menutup kasusnya dengan berbagai alibi. "Makanlah sarapanmu, Celestine," perintah Jane
Jarak yang begitu dekat menyisakan sedikit celah, hangat deru napas Lilian menyapu dinginnya kulit Mante.Pria itu menahan diri untuk tidak bergerak, diam-diam menarik napas ingin mengulang kembali sensasi pertama yang menyapa indranya saat sadar dari pingsan, yaitu aroma lembut milik Lilian. Aroma
Saat matahari mulai tenggelam membawa cahayanya di langit, Mante kembali ke tempat dimana dia tinggalkan kudanya. Penampilan Mante telah berubah kotor penuh debu, ada darah segar yang menghiasi wajahnya dari cipratan hewan buruan yang telah dia habisi. Dengan langkah gontai dan suara napas kasar,
Lilian meringkuk tertidur lelap di bathub, mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang lelah, mengumpulkan energinya kembali agar bisa kuat menghadapi banyak kenyataan pahit dari kehidupannya yang tidak lagi sama seperti dulu. Bukan hanya kehilangan orang tua, Lilian juga harus siap kehilangan seg
“Hutang orang tua Anda pada pihak bank lebih dari 20 juta dollar belum termasuk bunga, dan Lilian’s hotel ini adalah jaminannya. Saya turut berduka cita atas kecelakaan yang telah menimpa kedua orang tua Anda, Nona Lilian. Tetapi hutang tetap harus dibayar, pihak pasar obligasi tidak bisa menunggu







