Ditinggalkan Suami dan Anak, Aku Menikah dengan Miliarder

Ditinggalkan Suami dan Anak, Aku Menikah dengan Miliarder

作家:  Sinta Bahari連載中
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10
2 評価. 2 レビュー
100チャプター
2.8Kビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Drama

Identitas Tersembunyi

Wanita Kuat

Bos / CEO

Mandiri

Penyesalan

Membalikkan Keadaan

Saat Ellea keguguran, Zevran dan putra mereka justru sedang menemani cinta pertamanya menonton pertunjukan favorit Ellea. "Kamu selalu bikin keributan begini, memangnya ada gunanya?" "Papa, carikan aku mama baru dong! Mama cerewet banget!" Di hari ulang tahunnya, Ellea baru pulang dari rumah sakit. Dia melihat suami yang sangat dicintainya sedang merayakan ulang tahun wanita lain. Putra yang dia lahirkan dengan taruhan nyawa bahkan berkali-kali berkata ingin melindungi wanita yang merebut seluruh kebahagiaan ibunya. Dengan mata merah, Ellea tertawa. Tanpa menoleh lagi, dia akhirnya melangkah keluar dari penjara pernikahan yang mengurungnya selama lima tahun. Ayah dan anak itu sama-sama yakin bahwa tanpa Keluarga Hartawan, Ellea tidak akan mampu bertahan hidup. Tak disangka, wanita yang dulu mereka abaikan justru berubah menjadi sosok yang bahkan tak sanggup mereka jangkau lagi. "Pak Zevran! Mobil rancangan Bu Ellea menjadi penjualan nomor satu nasional! Penjualannya menghancurkan Grup Hartawan habis-habisan!" "Pak Zevran! Bu Ellea memenangkan juara dunia kompetisi desain kecerdasan buatan!" "Pak Zevran! Bu Ellea diundang langsung oleh presiden luar negeri untuk menghadiri jamuan negara!" Zevran sungguh menyesal. Dia bahkan menarik Dante untuk berlutut bersama di depan Ellea. "Sayang ... kumohon cintai aku sekali lagi! Asal kamu kembali, aku rela jadi budakmu!" Di balik sebuah pintu, seorang pria tampan yang memakai choker kulit di lehernya, berlutut dengan satu kaki di hadapan Ellea. Tali berlian di tangannya perlahan dililitkan ke telapak tangan Ellea, seolah-olah menyerahkan seluruh kendali hidupnya pada wanita itu. Tatapannya begitu dalam, penuh obsesi dan cinta. "Bos, mulai sekarang aku hanya akan tunduk padamu seorang. Tolong terima aku."

もっと見る

第1話

Bab 1

Ellea terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Alat pemeriksa yang dingin bergerak perlahan di perut bawahnya yang samar-samar terasa nyeri. Setiap detik terasa begitu menyiksanya.

"Anakku ... masih ada?" tanyanya lirih dengan suara bergetar.

Dokter terdiam sesaat sebelum akhirnya menghela napas penuh penyesalan. "Kamu mengalami keguguran dini. Anakmu nggak berhasil diselamatkan."

Kalimat itu bagaikan palu yang menghantam keras dadanya. Jari-jari Ellea langsung mencengkeram seprai dengan erat. Dalam sekejap, rasa sakit menjalar liar di dadanya.

"Lagi pula ...." Dokter melanjutkan dengan hati-hati, "Sekalipun berhasil dipertahankan, kami juga nggak menyarankan untuk mempertahankannya. Kamu menghirup terlalu banyak asap saat kebakaran dan itu akan berdampak serius pada janin. Akibatnya akan sangat fatal kalau nanti anak yang lahir nggak sehat."

Dua jam sebelumnya, laboratorium riset energi baru milik Grup Hartawan mengalami gangguan listrik yang akhirnya memicu terjadinya kebakaran. Demi menyelamatkan cip terbaru hasil penelitian, Ellea tanpa ragu menerobos masuk ke kobaran api.

Cip itu memang berhasil diselamatkan, tetapi dirinya sendiri pingsan karena terlalu banyak menghirup asap.

Saat didorong masuk ke ruang gawat darurat, tubuhnya penuh luka lecet, bagian bawah tubuhnya berlumuran darah. Benar-benar mengenaskan.

Saat itu, wanita yang setiap hari sibuk mengurus keluarga dan pekerjaan sampai hampir kehabisan tenaga itu, baru mengetahui bahwa dirinya hamil sudah hampir dua bulan!

"Kamu masih muda, nanti masih bisa punya anak lagi." Dokter menenangkannya sambil membantu menyeka perutnya.

"Tubuhmu sekarang sangat lemah. Kamu perlu dirawat dan dipantau di rumah sakit. Sebaiknya segera hubungi suamimu supaya datang menjaga."

Tubuh Ellea gemetar. Dengan susah payah, dia duduk, tetapi tidak berani menelepon Zevran.

Dua hari lalu, suaminya mengatakan akan pergi ke Negara Makila untuk membahas proyek kerja. Putra mereka, Dante, berkata ingin bermain di taman hiburan luar negeri, jadi ikut pergi bersama.

Ellea tahu, Zevran paling benci diganggu saat sedang bekerja di luar kota. Selama dua hari ini pun tidak ada telepon maupun pesan. Mungkin dia benar-benar sibuk ....

Saat itu, ponselnya bergetar. Pesan dari adik tirinya, Naira, langsung muncul. Dengan ujung jari yang gemetaran, Ellea membukanya, lalu napasnya tercekat.

Di dalam foto, Naira merangkul Dante dan membentuk pose hati sambil tersenyum ceria. Zevran yang tampan duduk di samping mereka.

Pria yang dulu bahkan enggan mengambil foto pernikahan itu kini malah muncul di dalam foto, dengan sudut bibir tipisnya sedikit terangkat, memperlihatkan senyuman yang langka.

Di dalam foto itu, mereka tampak seperti keluarga kecil yang bahagia.

[ Kak, aku, Kak Zevran, dan Dante lagi nonton musikal bareng nih. Song of the Nightingale itu favoritmu, 'kan? Aku nonton duluan ya! ]

Song of the Nightingale .... Setiap pertunjukannya selalu penuh, tiketnya sangat sulit didapat.

Bukan sekali dua kali Ellea berharap Zevran mau menemaninya menonton, tetapi setiap kali dia mengajaknya, pria itu selalu saja menolak dengan dingin.

"Aku sibuk, nggak ada waktu. Lagian Dante masih kecil, nggak bisa ditinggal. Nanti saja deh."

Ternyata, bukan karena dia sibuk. Dia hanya tidak mau pergi bersamanya.

Mata Ellea memerah. Jantungnya yang semula sudah terasa sakit kini seperti kembali ditusuk pisau.

Setelah kembali ke ruang rawat, Ellea menahan rasa sakit di perutnya sambil meringkuk di ranjang. Namun, dia masih belum menyerah dan menelepon suaminya.

Setelah berdering beberapa kali, suara pria yang rendah dan dingin terdengar dari seberang sana. "Ada apa?"

"Zev, aku nggak enak badan. Aku di rumah sakit .... Kamu bisa pulang lebih cepat?" Wajah Ellea pucat pasi, suaranya lemah.

Sikap pria itu tetap dingin. "Proyek di sini belum selesai dibahas. Masih harus nunggu dua hari lagi. Suruh saja Paman Halim jagain kamu."

Ellea menggenggam erat ponselnya. "Kamu ... lagi sama Naira ya?"

"Ngapain kamu tanya?" Suara Zevran dipenuhi rasa muak. "Sudah lima tahun. Aku sudah berkali-kali bilang aku dan Naira nggak ada hubungan apa-apa. Aku cuma anggap dia adik. Kenapa memangnya kalau sekarang aku lagi sama dia?"

"Sekarang kemampuan bikin onarmu jadi makin hebat ya. Sampai pura-pura sakit dan main drama minta dikasihani segala."

"Papa, suara telepon Papa keras banget. Ganggu aku sama Tante!" Suara polos Dante menyela. "Jangan peduliin Mama lagi dong. Kenapa Mama nyebelin banget sih?"

Belum sempat Ellea berbicara, Zevran sudah lebih dulu menutup telepon. Sedikit kesabaran pun tidak mau dia berikan kepadanya.

Di ruang rawat yang kosong, Ellea meringkuk di dalam selimut. Yang dia rasakan hanya hawa dingin menyebar ke seluruh tubuhnya.

....

Tiga hari kemudian, Ellea memilih keluar dari rumah sakit lebih awal. Masih banyak pekerjaan di divisi riset dan pengembangan yang belum selesai. Dia tidak tenang meninggalkan pekerjaannya.

Apalagi, peluncuran produk baru kali ini sangat dipedulikan Zevran. Ellea berharap hasil kerja kerasnya selama dua tahun ini dapat membuah hasil yang bagus.

Menjelang malam, Ellea pulang ke Laventa Residence dengan wajah lelah. Dia merasa tubuhnya hampir ambruk.

Baru masuk ruang tamu, dia mendengar suara tawa riang, suara Dante dan Naira. Hatinya langsung mencelos. Dia buru-buru bersembunyi di balik tanaman hias dan mengintip ke sana.

Di sofa, Naira yang bertubuh ramping dan berwajah manis duduk di tengah ayah dan anak itu. Di atas meja terdapat kue ulang tahun. Kalung liontin rubi yang melingkar di lehernya adalah edisi terbatas global dari merek ternama.

Bulan lalu, Ellea pernah tanpa sengaja melihatnya di etalase mal. Dia sangat menyukainya, tetapi harganya begitu mahal hingga dia bahkan tak berani berharap memilikinya.

Kini, kalung itu justru ada di leher Naira.

"Kak Zev, terima kasih untuk hadiahnya. Aku suka banget." Naira mengelus liontin itu sambil menatap wajah tampan pria di hadapannya, sorot matanya sangat lembut.

"Ini pasti mahal sekali ya? Jangan habisin uang lagi demi aku. Aku sudah bilang, hadiah itu nggak penting, yang penting niatnya."

Wajah Zevran tenang. "Uang bukan masalah. Yang penting kamu suka."

"Tante Nai, tutup mata dulu!" Dante tersenyum sambil mendesak.

Naira pun menurut.

Tangan kecil Dante yang putih memasangkan gelang kristal warna-warni ke pergelangan tangannya. "Sudah!"

"Wah, cantik sekali!" Naira tampak sangat terkejut.

Dante terkekeh malu sambil menggaruk kepala. "A ... aku pilih sendiri setiap manik-maniknya sampai lama banget. Terus aku juga yang rangkai sendiri. Ini hadiah ulang tahun dariku buat Tante."

"Terima kasih, Tata. Aku akan menyimpannya seumur hidup dan menjaganya baik-baik." Naira menunduk, bibir merah mudanya mendekati dahi Dante.

Saat itu juga, Dante mengangkat wajah kecilnya dan mengecup pipi Naira dengan suara nyaring!

Sifat Dante mengikuti ayahnya. Dingin dan angkuh sejak kecil, tidak suka dekat dengan ibunya.

Namun, Naira bisa dengan mudah mendapatkan sesuatu yang selama ini tidak pernah berhasil diperoleh Ellea.

Hati Ellea terasa getir. Rasanya seperti diremas hancur tanpa ampun oleh sepasang tangan besar. Seluruh isi tubuhnya seakan-akan terendam asam.

Mata Dante berbinar saat berkata dengan serius, "Tubuh Tante lemah. Kelak aku sama Papa bakal lindungi Tante dari segalanya, boleh?"

"Boleh dong. Nanti Tante bergantung sama kamu ya." Naira tersipu sambil melirik pria di sampingnya.

Mata Zevran dipenuhi senyuman. Dengan tangannya sendiri, dia memotong sepotong kue, lalu memberikannya kepada Naira.

Pemandangan itu membuat wajah Ellea yang sudah pucat kehilangan sisa warnanya. Dia sampai hampir tak mampu berdiri.

Pria yang dia cintai sepenuh hati sedang merayakan ulang tahun wanita lain. Anak yang dia lahirkan dengan taruhan nyawa malah berkali-kali berkata ingin melindungi wanita yang merebut segalanya darinya.

Ellea tersenyum dengan mata memerah. Kemudian, dia berbalik dan melangkah pergi sedikit demi sedikit dari penjara pernikahan yang telah mengurungnya selama lima tahun.

Di luar vila, hujan turun rintik-rintik. Tubuh Ellea basah kuyup saat berdiri di pinggir jalan. Dia menelepon nomor yang sudah lama tak dia dihubungi, lalu suara pria yang penuh kegembiraan terdengar dari seberang sana.

"Nona Besar! Sudah lama sekali kamu nggak menghubungiku. Akhir-akhir ini gimana kabarmu?"

Ellea tersenyum tipia. Tatapannya untuk pertama kalinya terasa begitu dingin dan tegas. "Aku baik-baik saja. Aku mau cerai."

"Apa?!"

"Tolong bantu aku buatkan surat perjanjian cerai. Secepat mungkin."

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

レビュー

niniqwahyuni
niniqwahyuni
salah satu novel yang gantung di goodnovel. sinopsisnya bagus.. cuma penarik awal.. stuck di bab 100
2026-08-21 22:01:01
0
0
delima
delima
novel baru nih liat sinopsisnya Kyak seru
2026-08-03 07:50:52
0
0
100 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status