Share

Bab 1516

Penulis: Hazel
Namun, sebagian kecil kekuatan ini sudah cukup membuat Genta bertindak sesukanya di bumi. Jadi, Tirta baru memberi tahu Elisa rahasianya tanpa ragu sedikit pun.

Selain itu, sebelumnya Tirta mengerahkan Teknik Bola Air di depan Bella dan mengungkap rahasianya sebagai pemurni energi juga karena alasan ini.

Mendengar ucapan Tirta, Elisa mengernyit dan bertanya seraya merenung, "Pemurni energi? Apa itu? Apa seperti praktisi ilmu mistis Negara Yumai?"

Tirta menjelaskan, "Bisa dibilang begitu, tapi pe
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3170

    Melihat Irena yang penuh percaya diri, Tirta pun tertawa dan berkata, "Jangan di sini. Kita cari tempat yang nggak ada orang.""Oh ya, aku ingatkan dulu. Di dunia ini, kamu nggak boleh mengeluarkan kekuatan di atas tingkat pembentukan dewa. Kalau nekat, nanti kamu memicu bencana besar.""Apa?! Jangan-jangan di dunia ini pernah ada ahli tertinggi yang meninggalkan warisan belenggu yang nggak bisa dipatahkan?"Mendengar itu, Irena menunjukkan ekspresi terkejut, jelas tidak percaya. Bahkan Yumika juga merasa hal itu sulit diterima.Harus diketahui, bahkan di dunia awani yang energi spiritualnya belasan kali lebih kaya daripada bumi, belum pernah ada ahli tertinggi seperti itu. Bagaimana mungkin di wilayah yang begitu tandus ini muncul sosok semacam itu?"Dunia ini luas, nggak ada yang nggak mungkin. Faktanya memang begitu. Nggak usah diperdebatkan. Ayo ikut."Setelah berkata demikian, Tirta menginjak pedangnya dan melesat ke angkasa.Irena masih tidak percaya. Dia mengeluarkan sedikit kek

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3169

    Tirta lalu berkata, "Tapi, dalam waktu dekat ini aku tetap harus ke Istana Samara. Jadi sebaiknya kamu ikut saja. Masih ada urusan yang perlu bantuanmu."'Urusan apa? Tirta, dengan keadaanku sekarang, apa aku masih bisa kembali ke Istana Samara?'Yumika takut Yunda sudah memakai tipu daya untuk membuatnya kehilangan posisi di Istana Samara. Dia pun diam-diam menyampaikan kekhawatirannya kepada Tirta melalui transmisi suara."Huh, Yunda si bajingan itu berani mencelakaimu seperti ini. Aku nggak akan membiarkan dia begitu saja.""Nggak perlu khawatir. Racun naga purba jahat bisa menghalangi kesadaran spiritual. Lagian, sebelum kabut racun itu hilang, aku sudah bawa kalian ke dunia ini.""Aku berani jamin, Yunda nggak akan tahu apa pun soal kita." Tirta menenangkannya."Yang benar?" Emosi Yumika tampak sedikit bergejolak."Iya." Tirta mengangguk."Ini benar-benar bagus. Tirta, aku akan ikut kamu. Aku harus bunuh Yunda dengan tanganku sendiri untuk balas dendam!" kata Yumika tegas, seolah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3168

    "Kalau begitu, mulai sekarang kita benar-benar sudah jadi keluarga. Ayo masuk dulu, kita ngobrol di dalam."Baru saja mereka memasuki halaman tengah, Orion juga datang menyambut. "Tirta, sudah lama banget nggak ada kabar. Sebenarnya kamu pergi ke mana?"Sebelum Tirta sempat menjawab, Shazana sudah lebih dahulu berkata, "Jangan cuma perhatikan anak kesayanganmu itu. Lihat, banyak juga menantumu yang datang, cepat siapkan makanan sama hadiah. Jangan sampai mereka merasa diabaikan."Orion buru-buru menjawab, "Ya, ya, aku segera siapkan.""Nggak usah, Bu. Kami baru saja makan. Kami lebih senang kalau Ayah sama Ibu mau menemani jalan-jalan keliling ibu kota," kata Tirta."Benar, Bibi. Kami semua baru selesai makan, jadi masih kenyang. Daripada makan, mending kita jalan-jalan bareng." Setelah tadi dicium habis-habisan di mobil, sikap Devika menjadi lebih manis."Ya sudah." Shazana dan Orion saling memandang sejenak, lalu mengangguk setuju.Tak lama kemudian, mereka mulai berkeliling ibu kota

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3167

    Irena mengirim transmisi suara kepada Yumika.'Yumika, tadi aku sudah ajak kamu, tapi kamu nggak mau. Sekarang lihat sendiri, kamu yang rugi, 'kan?''Aku sudah bilang, Devika itu mau belain kita, Tirta nggak akan berani macam-macam.'Yumika berkata dengan tenang, 'Dia nggak bertindak sekarang bukan berarti nanti dia nggak bakal cari alasan buat kasih kamu pelajaran. Irena, kamu jangan senang dulu.'Irena sempat tertegun, lalu membalas, 'Nggak masalah. Aku cuma perlu bisa lebih dekat lagi sama wanita-wanita di sekelilingnya. Dia pasti nggak bakal hukum aku seperti sebelumnya.'Yumika menghela napas pelan, tetapi tidak mengatakan apa-apa lagi.Sejam kemudian, mereka tiba di rumah Keluarga Hadiraja. Mobil berhenti dan mereka pun turun, lalu berjalan masuk.Sama seperti sebelumnya, selain formasi besar yang dahulu dipasang Tirta, Keluarga Hadiraja juga dijaga berlapis-lapis oleh anggota Badan Perlindungan Negara.Bisa dibilang, di ibu kota, tingkat keamanan tempat ini bahkan sedikit lebih

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3166

    Akhirnya, setelah lebih dari sepuluh menit lagi, disertai suara "cup", Tirta mengakhiri ciuman panjang itu. Jelas terlihat bahwa bibir Febri memerah dan sedikit bengkak."Haa ... haa ...." Pada saat yang sama, Febri merasa seperti orang yang hampir tenggelam. Dia seolah sudah lama menahan napas di dalam air dan akhirnya bisa muncul ke permukaan untuk bernapas.Tentu saja, bedanya adalah saat dicium tadi, Febri merasa sangat nyaman. Sampai-sampai sekarang pikirannya masih melayang dan belum sepenuhnya sadar."Bajingan!""Manusia sampah!""Kami sudah menahan diri dari tadi!"Tepat pada saat itu, kesempatan yang sudah lama ditunggu Devika dan Irena akhirnya tiba. Mereka tidak bisa menahan diri lagi dan langsung bergerak bersamaan.Devika memanfaatkan momen yang tepat untuk menjewer telinga Tirta, sedangkan Irena tanpa ampun melayangkan satu telapak tangan ke punggung Tirta.Tentu saja, dia tidak berani menggunakan kekuatan penuh, hanya memakai sekitar 10%."Buset! Kalian berdua mau beront

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3165

    Tirta menyeringai lebar, lalu berdiri dan duduk di samping Febri."Aku ... aku ...." Jantung Febri berdebar kencang. Sebelum sempat mengatakan apa pun, Tirta sudah lebih dahulu menciumnya."Mm ...." Febri memejamkan mata. Dia merasakan campuran gugup dan panik, sekaligus sensasi hangat yang membuat dadanya berdebar."Bajingan!""Manusia sampah!"Dua suara penuh amarah terdengar bersamaan. Ternyata Devika dan Irena sama-sama melontarkan makian.Devika tertegun sesaat, lalu menghampiri Irena dan bertanya, "Menurutmu dia juga keterlaluan, 'kan?""Iya! Kalau ini nggak keterlaluan, apa lagi yang bisa disebut keterlaluan?" sahut Irena cepat. Dia diam-diam mengagumi sikap Devika yang terus terang."Kalau begitu, setelah dia selesai, kita hajar dia sama-sama!" kata Devika sambil mengayunkan tinju kecilnya."Aku ... aku nggak berani. Bocah itu punya sesuatu yang bisa dipakai buat menekanku. Kalau aku berani melawan, dia pasti akan menghukumku."Awalnya Irena sangat bersemangat, bahkan hampir sa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 811

    "Tirta, gimana kalau kamu juga istirahat sebentar di sini? Setelah dia bangun, aku akan traktir kalian makan," ucap Naura, sengaja ingin memancing informasi dari Tirta. Sambil berkata begitu, dia sudah membuka pintu vila dan hendak membantu Aiko masuk."Eh ... nggak, deh. Aku masih ada urusan lain. K

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 736

    "Hais, kalau tahu Tirta sehebat ini, aku nggak bakal menyinggungnya hari itu. Kalau aku lebih dewasa hari itu, kita pasti berteman dengan Tirta sekarang."Setelah mendengar penjelasan Tabir, Aaris pun menyadari betapa besarnya kesenjangan di antaranya dengan Tirta. Dia tak kuasa merasa frustrasi. Ket

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 721

    "Siapa bilang dia pacar pura-puraku? Apa kamu pernah melihat wanita yang duduk di pangkuan pacar pura-puranya dan berciuman dengan mesra?" balas Aiko dengan nada sinis. Dia jengkel sekali saat mendengar nada memerintah dari ucapan Billy.Usai berkata demikian, Aiko berinisiatif memeluk leher Tirta da

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 824

    "Ini ... bukan salahku. Ini gara-gara Kak Arum suruh aku menghabiskan sebaskom besar sup ikan!" Tirta terpaksa menjelaskan karena ketiga wanita ini mendesaknya."Setelah membereskan kasus Dhio, aku pinjam toilet rumahnya karena nggak tahan lagi. Aku nggak lihat Bu Yanti di dalam dan langsung pipis. T

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status