로그인Ketulusan dan pengorbanan yang bertahun-tahun ia lakukan, hanya dibalas dengan pengkhianatan kejam dalam semalam. Lucien Nightveil, pewaris muda yang pernah dipuja sebagai jenius terbesar Kerajaan Aetherion, kehilangan seluruh kekuatannya setelah Mana miliknya dicuri oleh wanita yang paling ia cintai. Dicampakkan, dihina, dan dianggap sampah oleh clan bangsawan, Lucien nyaris kehilangan segalanya. Namun di ambang kehancuran, Liontin Kristal Kuno miliknya terbangun dan membawanya menuju warisan kuno Sovereign Pedang Beelzebub. Dengan Dragon Heart Core baru, Art of Beelzebub Devourer yang mampu melahap Mana langit dan bumi, serta pedang iblis pemakan jiwa yang mengikat kontrak dengan jiwanya, Lucien memulai jalan kebangkitan yang mengguncang dunia.
더 보기Di wilayah utara Kerajaan Aetherion, berdirilah Kadipaten Nightveil, salah satu keluarga Duke paling berpengaruh di seluruh kerajaan.
Malam itu dingin dan sunyi. Di dalam sebuah kamar megah bercahaya remang, seorang pemuda dan gadis bangsawan duduk saling berhadapan di atas lingkaran sihir kuno. Jari-jari mereka saling bertautan erat. Cahaya bulan menyelinap masuk melalui jendela tinggi kastel, menyinari tubuh mereka. Pemuda itu memiliki wajah tampan dan tegas, tetapi kulitnya pucat pasi. Butiran keringat membasahi dahinya. Alisnya berkerut saat ia terus mengalirkan Mana miliknya ke tubuh gadis di depannya melalui telapak tangan mereka yang saling terhubung. Gadis muda itu mengenakan gaun bangsawan berwarna ungu gelap, rambut panjangnya terurai anggun di punggung. Wajahnya sangat cantik dan memikat. Dengan mata tertutup, ia dengan rakus menyerap Mana dari tubuh pemuda itu. Pemuda itu bernama Lucien Nightveil, pewaris keluarga Duke Nightveil, sedangkan gadis itu bernama Elise Raventhorne, putri dari Clan bangsawan Raventhorne. Mereka sedang menjalankan ritual pemulihan Core Mana milik Elise. Lima tahun lalu, Elise membangkitkan Core Mana tingkat Silver Rank bintang lima, namun tiba-tiba inti mananya mulai retak dan melemah. Bagi seorang bangsawan kerajaan, kehilangan Core Mana sama saja dengan kehilangan masa depan. Tanpa Mana, seseorang tak akan pernah bisa menjadi Mage ataupun Knight sejati. Lucien dan Elise tumbuh bersama sejak kecil. Hubungan mereka begitu dekat hingga seluruh kadipaten menganggap mereka pasangan yang ditakdirkan oleh Dewi Mana. Mereka bahkan telah bersumpah untuk hidup bersama selamanya. Lucien sendiri adalah seorang jenius langka yang membangkitkan Dragon Heart Core tingkat Celestial, talenta yang bahkan sangat jarang muncul di seluruh Kerajaan Aetherion. Selama lima tahun terakhir, setiap malam Lucien diam-diam menyalurkan Mana miliknya untuk menstabilkan Core Mana Elise. Perlahan-lahan, inti mana Elise mulai pulih. Dari peringkat Bronze yang hampir hancur, kini telah kembali mencapai Silver Rank bintang tiga. Diperkirakan tidak lama lagi ia akan kembali ke kondisi puncaknya. Namun ritual itu bukan tanpa harga. Setiap kali Lucien mentransfer Mana, Dragon Heart Core miliknya perlahan melemah. Bahkan para Archmage istana pernah memperingatkan bahwa hal itu dapat menghancurkan masa depan Lucien sebagai pewaris terkuat Nightveil. Tetapi Lucien tidak peduli. Demi Elise, gadis yang ingin ia lindungi sepanjang hidupnya, ia rela mengorbankan segalanya. Bahkan keduanya telah berjanji, begitu Core Mana Elise benar-benar pulih, Lucien akan melamar secara resmi di hadapan Raja, lalu mengadakan pesta pernikahan termegah di seluruh wilayah Nightveil. "Kakak Lucien… kau terlalu baik padaku. Elise ingin selalu berada di sisimu. Begitu Core Mana-ku pulih sepenuhnya, aku akan menjadi istrimu." "Kemarilah… ini hadiah untukmu. Aku mencintaimu." Mengingat suara lembut Elise, tatapan penuh kasihnya, dan ciuman hangat dari bibir merahnya, Lucien tanpa sadar tersenyum tipis. Tanpa terasa, tiga jam berlalu. Biasanya ritual transfer Mana akan berakhir pada saat itu. Lucien juga sudah mencapai batas tubuhnya. Namun tiba-tiba. Lucien menyadari tangannya tak bisa dilepaskan. Lebih mengerikan lagi, Mana di dalam tubuhnya mulai tersedot dengan kecepatan luar biasa. "Elise… kau…!" Lucien bisa merasakan Elise secara paksa menyerap seluruh Mana miliknya. Pada saat itu, Elise membuka matanya. Namun mata itu tak lagi dipenuhi kelembutan. Yang ada hanyalah dingin dan penghinaan. Mata Lucien melebar. "Kenapa…? Kenapa kau melakukan ini?!" Elise tersenyum tipis penuh kemenangan. "Lima tahun akhirnya tidak sia-sia. Core Mana-ku akhirnya berevolusi." Ia memandang Lucien seolah melihat alat sekali pakai. "Ngomong-ngomong… aku harus berterima kasih padamu." BOOM! Aura dahsyat meledak dari tubuh Elise. Lingkaran sihir di bawah mereka bergetar hebat. Gold Rank bintang dua. Lucien membeku. Pikirannya kosong. Ia membutuhkan waktu lama untuk memahami kenyataan mengerikan itu. "Jadi… selama ini kau menyembunyikan kekuatanmu?" suara Lucien bergetar dipenuhi amarah. "Kau memanfaatkanku sejak awal?!" "Tentu saja." Elise tertawa kecil. "Kalau bukan karena Dragon Heart Core milikmu, menurutmu aku mau berpura-pura mencintaimu selama lima tahun?" Tatapannya penuh ejekan. "Lucien… apa kau benar-benar berpikir dirimu pantas berdiri sejajar denganku? Lima tahun aku menemanimu. Mengambil Mana milikmu hanyalah kompensasi yang layak." Ia mendekat perlahan. "Dan karena kau bilang mencintaiku… maka serahkan semua Mana milikmu padaku." "Tidak usah menahan diri." Ledakan hisapan kuat keluar dari telapak tangan Elise. Lucien berusaha melawan, tetapi sia-sia. Mana dalam tubuhnya terkuras habis seperti air bah. Rasa sakit luar biasa menghancurkan seluruh jalur mana di tubuhnya. Wajah Lucien memucat dan tubuhnya gemetar hebat. Tetapi Elise tetap menatapnya tanpa belas kasihan. Tak lama kemudian, Elise melepaskan tangannya. Ia berdiri anggun sambil menatap Lucien yang nyaris mati. Mulai malam ini, ia adalah jenius nomor satu di seluruh Kadipaten Nightveil. Sedangkan Lucien hanyalah batu pijakan. "Merupakan kehormatan bagimu untuk menjadi tangga menuju kejayaanku." "Bajingan…!" Karena amarah dan luka parah, Lucien memuntahkan darah segar sebelum tubuhnya roboh ke ranjang dan kehilangan kesadaran. "ELISE RAVENTHORNE!!" Lucien terbangun dari mimpi buruknya. Tubuhnya dipenuhi keringat dingin. Ia mencoba bangkit, tetapi rasa sakit tajam di bagian perut membuatnya kembali terjatuh. Kejadian malam itu terus menghantui pikirannya. Kini Lucien akhirnya menyadari kebenaran pahit. Orang yang paling ia percaya ternyata hanyalah iblis bertopeng. Lucien adalah putra angkat Duke Aldric Nightveil, penguasa Kadipaten Nightveil. Sejak kecil ia dikenal sebagai jenius terbesar kerajaan karena membangkitkan Dragon Heart Core tingkat Celestial. Dengan bakat luar biasa itu, kekuatannya berkembang sangat cepat hingga namanya mengguncang seluruh Aetherion. Namun demi menyelamatkan Elise, Lucien terus mengorbankan Mana miliknya sendiri. Akibatnya, Dragon Heart Core miliknya perlahan melemah. Tingkat kekuatannya menurun drastis. Sementara itu, kekuatan Elise justru meningkat pesat. Selama lima tahun, Lucien terus melemah hingga akhirnya kehilangan kejayaannya. Dulu ia dipuja sebagai calon Archmage terkuat. Kini ia hanya dikenal sebagai "bangsawan sampah." Lucien menahan semua hinaan itu tanpa mengeluh. Karena baginya, selama Elise mencintainya, semua pengorbanan itu layak. Namun sekarang ia sadar. Selama lima tahun, ia hanyalah alat. Seorang bodoh yang dimanfaatkan. "Elise Raventhorne…" Lucien mengepalkan tinjunya hingga berdarah. "Aku bersumpah… aku akan membalas semua ini." ... Kreeek… Pintu kamar perlahan terbuka. Seorang pria paruh baya bertubuh tinggi masuk ke dalam ruangan. Wajahnya penuh wibawa seorang penguasa. Dia adalah Duke Aldric Nightveil. Melihat Lucien terbangun, wajah dinginnya langsung berubah lega. "Lucien… akhirnya kau sadar." Satu minggu lalu, Duke Aldric menemukan Lucien tak sadarkan diri di kamarnya dan segera membawanya untuk dirawat. Artinya, Lucien telah pingsan selama satu minggu. "Ayah…" Melihat ekspresi khawatir Duke Aldric, hati Lucien terasa sesak. Selama lima tahun terakhir, Duke Aldric terus melindunginya dari hinaan keluarga bangsawan lain, sementara Lucien diam-diam menghancurkan masa depannya sendiri demi Elise. Duke Aldric bahkan mengundang banyak Archmage dan Tabib Suci demi mencari cara menyembuhkan jalur mana Lucien yang rusak. Namun pria itu tak pernah sekalipun mengeluh. Hidung Lucien terasa panas. Matanya mulai berkaca-kaca. Plop… Setetes air mata jatuh ke liontin kristal kuno di dada Lucien. Dalam sekejap, liontin itu memancarkan cahaya keemasan redup.Ardafalo tersenyum samar. Lalu ia mengangkat tangannya dan mengetuk beberapa titik di tubuhnya sendiri. Dalam sekejap, aura Mana yang memancar dari tubuhnya langsung melemah drastis.“Aku sudah menyegel lima jalur mana milikku,” katanya tenang. “Sekarang kekuatan kita berada di tingkat yang sama.”“Kalau begitu...”Tatapan Lucien perlahan berubah tajam. “Mari mulai.”Meski terlihat tenang, di dalam hatinya Lucien masih terkejut oleh tebasan pedang Ardafalo sebelumnya, serangan yang mampu membunuh Flame War Rhinoceros hanya dalam satu ayunan. Kemampuan pedang pria itu telah mencapai tingkat yang sangat mengerikan. Jika ingin menang, Lucien tahu dirinya harus mengambil inisiatif terlebih dahulu.“Kalau begitu aku akan menyerang lebih dulu,” ujar Ardafalo.Hampir pada saat yang sama, keduanya melangkah maju. Sosok mereka berubah menjadi bayangan samar sebelum langsung bertabrakan di tengah medan.CLANG!Suara dentingan pedang bergema keras.“Oh?”Senyum tipis muncul di bibir Ardafalo. “M
Ia memiliki alis setajam pedang, mata dingin yang bersinar terang, dan wajah tegas tanpa emosi. Sebilah pedang panjang tergantung di punggungnya, sementara aura tajam di tubuhnya terasa seolah mampu membelah langit.Menyadari jalur pelariannya tertutup, Flame War Rhinoceros meraung marah dan langsung menyerbu ke depan. Makhluk itu menundukkan kepalanya, Mana ganas meledak dari tubuhnya. Setiap langkahnya membuat tanah retak, sementara tanduk tunggal di kepalanya memancarkan kilau dingin yang tampak mampu menembus apa pun.Tepat ketika beast itu hampir mencapai targetnya, kilatan dingin muncul di mata pemuda berjubah panjang tersebut. Detik berikutnya, sosoknya tiba-tiba muncul di atas kepala Flame War Rhinoceros.Whoosh!Pedang panjangnya terhunus.Swoosh!Satu garis cahaya pedang melintas di udara. Waktu seolah berhenti sesaat. Lalu, kepala Flame War Rhinoceros terlepas dari tubuhnya. Darah menyembur ke segala arah.Bruk!Tubuh raksasa beast iblis itu jatuh keras ke tanah dan mati se
Mentari perlahan naik di ufuk timur sementara Lucien berdiri tegak di tengah hutan.Bang!Lucien menghentakkan kakinya ke tanah. Mana di dalam tubuhnya melonjak deras seperti gelombang badai. Pepohonan di sekitarnya bergetar hebat, dan daun-daun berguguran disertai suara gemerisik. Tatapan tajam muncul di matanya. Dalam sekejap, Lucien melompat ke udara sambil menghunus pedangnya dan melepaskan tiga tebasan sekaligus.Swish! Swish! Swish!Tiga kilatan cahaya pedang melintas di udara, langsung membelah tiga helai daun menjadi dua bagian. Satu pedang, tiga daun!Lucien mendarat dengan ringan di tanah. Ia mengayunkan pedangnya dengan santai, menimbulkan dengungan tajam dari bilah pedang itu. Setelah beberapa hari berlatih tanpa henti, dasar ilmu pedang Lucien menjadi semakin kokoh. Kecepatan, kekuatan, serta kontrol sudut serangannya meningkat jauh dibanding sebelumnya. Tentu saja, semua itu tak lepas dari bimbingan Aeron Vaelith yang telah menyelamatkannya dari banyak jalan buntu. Deng
Faktanya, meskipun Lucien Nightveil baru berada di tingkat keempat Spirit Gathering Realm, kekuatan dan kapasitas Mana di tubuhnya sudah sebanding dengan mereka yang berada di tingkat keenam Spirit Gathering Realm. Inilah keunggulan luar biasa dari Dragon Heart Core.Saat senja mulai turun, Lucien hendak memanggil Arcane Ring untuk menjalani pelatihan sihir ketika suara Aeron Vaelith tiba-tiba terdengar di telinganya.“Lucien, ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu.”Kesadaran Lucien langsung tenggelam ke dalam lautan pikirannya sendiri. Ketika membuka mata, ia kembali berdiri di bawah langit berbintang yang luas.“Paman Aeron, ada apa?” tanya Lucien.Suara tua dan berat bergema dari dalam Monumen Segel Jiwa Abadi.“Kau baru saja mencapai tingkat keempat Spirit Gathering Realm. Namun karena terobosanmu terlalu cepat, fondasimu belum cukup stabil. Untuk beberapa hari ke depan, jangan terburu-buru meningkatkan kekuatan. Fokuslah menstabilkan Realm kekuatanmu terlebih dahulu.”“Sete

![Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)




Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰