LOGINSetelah memakan seekor ular putih, Tirta Hadiraja yang impoten tiba-tiba menjadi sangat perkasa. Dia memperoleh mata tembus pandang dan daya ingat super. Tirta yang memiliki sebuah klinik pun mengandalkan kemampuannya untuk menjadi makin hebat. Pada saat yang sama, janda, primadona, dan putri keluarga kaya berebutan untuk menjadi istrinya!
View More"Apa caranya? Kalau kamu nggak bisa bilang jelas dalam hitungan ketiga, aku akan langsung membunuhmu. Lagi pula, aku juga nggak akan bisa hidup lagi, jadi nggak peduli dengan reputasi Dinasti Pembunuh lagi," kata Yandi itu dengan tatapan dingin dan suara rendah serta muram.Buzz buzz buzz!Saat itu, tiba-tiba ada banyak pedang tajam yang berkumpul di udara sampai memenuhi langit dan mengunci Yunda dari segala arah. Semuanya terlihat seolah-olah pada detik berikutnya tubuhnya akan ditusuk-tusuk hingga muncul banyak lubang."Satu ... Dua ....""Yandi, jangan gegabah. Aku ... sudah memikirkannya, kamu nggak perlu begitu," seru Yunda buru-buru tepat saat Yandi hampir meneriakkan angka tiga."Aku juga nggak mau membunuhmu. Cepat bilang!" teriak Yandi.Sebenarnya, semua yang dikatakan Yunda tadi hanya karangan untuk mengulur waktu saja. Namun, di saat genting seperti ini, dia benar-benar berhasil memikirkan sebuah cara."Aku bilang ... aku bilang .... Sebenarnya ... aku mau bunuh bocah itu k
Pembunuh pria di samping berbicara dengan penuh penyesalan. Pada saat yang bersamaan, dia juga merasa heran mengapa kedua naga purba jahat itu tidak memanfaatkan kesempatan untuk menyerang karena tidak mengetahui keberadaan pedang kecil itu."Itu juga nggak masalah. Selama bisa mendengar suara itu, sudah cukup untuk buat Yumika nggak bisa angkat kepala di Istana Samara selamanya," kata Yunda dengan nada tidak rela. Saat ini, naga purba jahat telah menyemburkan racun. Bukan hanya dia tidak berani mendekat, bahkan pembunuh di sampingnya pun tidak ingin mengambil risiko.Jangan lihat kultivasi pembunuh pria itu jauh lebih tinggi daripada naga purba jahat itu. Namun, begitu terkena racun dari naga itu, dia juga akan langsung kehilangan akal sehat.Di tempat lain, pembunuh wanita itu buru-buru hendak mundur ribuan mil saat naga purba jahat menyebarkan racunnya agar tidak ikut terkena dampaknya. "Celaka .... Kenapa ... bisa jadi begini ...."Namun, karena Tirta mengeluarkan pedang kecil itu,
"Kak, jangan panik."Swoosh! Saat itu, Tirta masih terlibat pertarungan dengan naga purba jahat jantan. Begitu mendengar suara Yumika, dia segera mengeluarkan pedang kecilnya untuk menekan kedua naga tersebut.Kemudian, dia langsung meraih Yumika dan menggendongnya di pelukannya. Sesudah menyimpan kembali pedang kecil itu, sosoknya terus bergerak lincah menghindari serangan."Tirta ... kamu ... sebenarnya mampu membunuh kedua monster ini. Kenapa kamu masih belum bergerak?" Begitu dipeluk seperti itu, Yumika langsung gemetar saat merasakan dada Tirta yang kokoh.Di saat bersamaan, ketika melihat Tirta tetap mampu bergerak bebas tanpa terluka sedikit pun, bahkan sambil menggendongnya dan menghadapi dua naga purba jahat, dia semakin terkejut."Soal itu, kamu nggak perlu tanya. Aku punya rencanaku sendiri." Tirta tersenyum misterius."Aku ngerti sekarang. Kamu ingin mancing Yunda keluar, lalu membereskan semuanya sekaligus," kata Yumika langsung."Benar." Tirta mengangguk.Tentu saja, soal
Karena itu, meskipun Tirta memiliki cara untuk mengalahkan musuh dalam satu serangan, dia tidak sembarangan menggunakannya.Dengan begitu, pembunuh yang bersembunyi di kegelapan juga tidak akan ketakutan, lalu melarikan diri.Selama orang itu muncul, Tirta punya kesempatan untuk membunuhnya. Tentu saja, hanya Tirta yang memiliki kekuatan dan kepercayaan diri seperti ini.Dalam situasi seperti sekarang, jika diganti kultivator tingkat pemurnian dewa biasa, mereka pasti sudah kabur dari tempat ini tanpa ragu."Bocah ini ... sebenarnya kenapa? Bahkan dua naga purba jahat tingkat pemurnian dewa tahap awal pun nggak bisa melukainya sedikit pun? Dia ... benar-benar masih menyimpan kartu truf.""Sepertinya biaya besar untuk mengundang pembunuh dari Dinasti Pembunuh memang nggak sia-sia." Di pusat Rawa Besar, Yunda yang mengamati pertarungan melalui cermin perunggu berkata dengan wajah suram."Hehe. Menurut pengamatanku, bocah ini hanya menggunakan semacam teknik rahasia untuk memaksa peningka
Melihat situasi ini, Arata berkata kepada Tirta, "Gawat, Pak Tirta! Sagara mau melawan Bapak dengan senjata besar. Kalau nggak, kita sembunyi dulu!""Nggak masalah, kalian sembunyi di lingkaran ini dan jangan jalan ke tempat lain. Aku akan memenggal kepalanya," pesan Tirta.Selesai bicara, Tirta men
Yahsva juga tertawa setelah memastikan kebenarannya. Dia ikut berseru, "Ternyata Tirta masih hidup ... benar-benar sulit dipercaya! Ini keajaiban! Pantas saja orang Negara Yumai tiba-tiba menyerah, sepertinya mereka takut melihat Tirta masih hidup."Yahsva lanjut tertawa, lalu menambahkan, "Kalau pr
Begitu Tirta melontarkan ucapannya, Lilian yang berada di pelukan Tirta bertanya dengan ekspresi polos, "Pak Tirta, bagaimana mereka memuaskan satu sama lain di puncak gunung yang tandus ini? Kamu bercanda dengan mereka ya?"Tirta tertawa mesum dan menyahut, "Kamu masih kecil, nggak boleh tahu hal-h
"Cih ...," balas Brianna seraya mencebik. Dia tidak buta. Jika tidak berpikiran kotor, kenapa Tirta berereksi?"Haha ... oke, Pak Tirta. Aku suruh mereka turun sekarang," sahut Faleo. Awalnya dia mengira Tirta akan menolak setelah melihat dia bicara dengan penuh wibawa. Siapa sangka, Tirta malah bic
![Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)





Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore