Mag-log inSebuah kecelakaan saat bertugas membuat Dongmei, seorang wanita anggota pasukan khusus anti teror terlempar ke dimensi lain. Jiwanya kini bersemayam di dalam tubuh seorang putri kerajaan yang malang. Sikap Dongmei yang keras kepala dan kasar membuat gempar seisi istana. Bagaimana tidak? Putri Meifeng yang mereka kenal selama ini sangat penurut, pendiam, dan sering menjadi bulan-bulanan anggota kerajaan lainnya. Konflik semakin hebat setelah ingatan sang putri perlahan kembali, membuat Dongmei marah atas sikap orang-orang Kerajaan Bai Yun terhadap Meifeng selama ini. Dia menantang bertarung kakak kandungnya, menentang keinginan raja, dan puncaknya Dongmei melarikan diri dari istana membuat panik semua orang yang tanpa sadar telah tersihir oleh pesona sikapnya yang unik.
view moreSetelah keheningan singkat, Dongmei akhirnya bicara. “Tapi kau tetap mengizinkannya untuk menemuiku.” Ekspresi datar wanita itu berubah. Kedua matanya kini disipitkan, penuh selidik.Liwei tidak mungkin begitu saja mengizinkan Tao Tao untuk menemuinya. “Apa yang membuatmu berubah pikiran? Kau pasti mengancam Tao Tao, kan?”Liwei menarik sudut mulutnya ke atas lalu menunjuk ke arah Tao Tao dengan dagunya. “Aku akan memotong lidahnya jika dia berani mengatakan kondisimu kepada orang lain.”“Kau ....” Dongmei tidak bisa melanjutkan kalimat yang sudah berada di ujung lidahnya. Ia hanya menggertakkan gigi. Ancaman putra mahkota tidak main-main. “Bagaimana jika orang lain yang membocorkannya? Kenapa kau hanya mengancam Tao Tao?”Liwei tidak langsung menjawab. “Berdiri Tao Tao! Tinggalkan kami!” perintah putra mahkota, tanpa ekspresi.Patuh, Tao Tao segera bangkit, lalu pamit undur di
Untuk beberapa saat, Dongmei tidak bisa berkata-kata. Memutar kedua bola matanya karena jengah, wanita itu bergumam pelan, nyaris tidak terdenga, “Kau terlalu menilai dirimu tinggi.”Terdiam beberapa saat, Dongmei menarik napas panjang. Gerak-geriknya sedikit kikuk. Dengan kepala menunduk, dia bicara dengan suara jernih, “Terima kasih!” ucap wanita itu kemudian masih menundukkan kepala.Keheningan jatuh cukup berat setelahnya.Perlahan, Dongmei mengangkat wajah. Pandangannya kini bersirobok dengan Huo Shan yang kini balas menatapnya sembari menaikkan satu alis tinggi. “Kenapa? Apa kau terkejut?”“Sejujurnya aku memang terkejut,” jawab Huo Shan jujur. “Aku tidak mengira kau akan berterima kasih kepadaku,” sambungnya disambut decakan kesal Dongmei.Huo Shan terdiam sejenak sebelum bergerak untuk berdiri. “Sebaiknya aku pergi,” katanya.Pergerakannya diamati oleh Dongmei le
Satu minggu sudah berlalu, dan hingga hari ini kesehatan Meifeng masih belum ada kemajuan berarti. Di dalam kediamannya, permaisuri berjalan mondar-mandir. Hatinya resah karena raja masih belum mengizinkan siapa pun kecuali tabib dan putra mahkota untuk melihat kondisi Meifeng. Raja bahkan tidak mengizinkan ibu suri untuk datang berkunjung.“Dayang Zheng, apa kau mendapatkan informasi dari kediaman raja?” tanya permaisuri setelah terdiam lama.Sang dayang berusia lima puluh lima tahun itu tidak langsung menjawab. Ia berjalan untuk menutup jendela kamar permaisuri yang terbuka lebar lalu berbalik dan menjawab, “Belum ada informasi apa pun dari kediaman raja, Permaisuri.”Jawaban dayang kepercayaannya itu membuat permaisuri bertambah tidak tenang. Dia masih terlihat gelisah saat duduk di meja teh, sementara Dayang Zheng menuangkan tehpanas ke dalam cawannya. “Apa tabib istana masih ada di kediaman raja?”Dayang Zheng meng
Suara langkah kaki tergesa membuat Liwei menoleh lewat bahunya. Pria itu masih berkespresi datar saat melihat Zixin datang menghadap, lalu memberi salam. “Ada apa?” tanyanya, datar.“Lapor, Putra Mahkota, Pangeran Huo Shan meminta izin untuk bertemu,” lapor Zixin. Dia menunggu beberapa saat sebelum undur diri setelah Liwei menganggukkan kepala pelan.Huo Shan bergegas masuk setelah Zixin memerintahkan empat orang prajurit penjaga untuk membuka pintu gerbang kediaman raja. Dengan ekspresi tidak terbaca dia melangkah, seolah dikejar oleh waktu. “Bagaimana keadaan Putri Meifeng?” pertanyaan itu langsung terlontar dari mulutnya saat bertemu dengan Liwei.“Apa kalian sudah menemukan penawarnya?” Ia kembali bertanya saat lawan bicaranya tidak langsung menanggapi ucapannya.Liwei mengangkat satu tangan, memerintahkan enam orang kasim dan empat dayang yang bertugas untuk keluar dari dalam ruangan. Keheningan meraja






![Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)





Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore