Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan

Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan

last updateHuling Na-update : 2026-06-10
By:  Fuyutsuki HikariIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9.8
8 Mga Ratings. 8 Rebyu
94Mga Kabanata
6.2Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Sebuah kecelakaan saat bertugas membuat Dongmei, seorang wanita anggota pasukan khusus anti teror terlempar ke dimensi lain. Jiwanya kini bersemayam di dalam tubuh seorang putri kerajaan yang malang. Sikap Dongmei yang keras kepala dan kasar membuat gempar seisi istana. Bagaimana tidak? Putri Meifeng yang mereka kenal selama ini sangat penurut, pendiam, dan sering menjadi bulan-bulanan anggota kerajaan lainnya. Konflik semakin hebat setelah ingatan sang putri perlahan kembali, membuat Dongmei marah atas sikap orang-orang Kerajaan Bai Yun terhadap Meifeng selama ini. Dia menantang bertarung kakak kandungnya, menentang keinginan raja, dan puncaknya Dongmei melarikan diri dari istana membuat panik semua orang yang tanpa sadar telah tersihir oleh pesona sikapnya yang unik.

view more

Kabanata 1

Bab 1. Misi Penyelamatan

Asap putih pekat dan hawa panas yang berasal dari lantai dasar gedung membuat Dongmei bergerak semakin cepat. Dia dan anggotanya tidak memiliki banyak waktu, mereka harus segera mengeluarkan anak-anak korban penculikan yang disekap di ruang bawah tanah. Suara 'krak' terdengar saat sepatu PDL Dongmei menginjak kayu rapuh di bawahnya. Dia langsung memberikan isyarat tangan, meminta keempat anak buah yang berjalan di belakang untuk berhati-hati.

Wanita berusia dua puluh lima tahun itu menghentikan langkahnya. Hawa panas dari balik pintu besi memberi sebuah peringatan. Sumber api pasti berasal dari balik ruangan itu, pikirnya. Dongmei kembali memberikan perintah tanpa kata, dia menggunakan isyarat pada anak buahnya untuk bergerak lebih cepat.

Sebagai anggota intelijen negara, Dongmei sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Namun, kali ini yang membedakannya ada puluhan nyawa anak-anak tidak berdosa yang tengah dipertaruhkan. Anak-anak itu diculik dari beberapa wilayah, disekap untuk kemudian diperjualbelikan organ bagian dalamnya di pasar gelap.

Besarnya peminat untuk organ dalam manusia di pasar gelap membuat bisnis kotor ini berkembang pesat, dan anak-anak tidak berdosa pun menjadi korbannya. Dongmei sudah muak, kemarahannya hanya bisa ditelan bulat-bulat saat pihak kepolisian menemukan jasad-jasad tanpa organ dalam itu mengambang di sungai, atau dibuang di semak belukar. Sudah cukup, batinnya. Ia akan memastikan tidak ada anak-anak yang menjadi korban kekejian manusia-manusia tidak bernurani itu.

Butuh waktu sekitar lima menit hingga kelimanya berhasil menemukan pintu menuju ruang bawah tanah. Ruangan itu sangat minim cahaya. Dongmei bergegas turun tanpa menurunkan kewaspadaannya. Suara rintihan minta tolong terdengar dari ujung ruangan. Di depan mereka ada tiga ruangan yang masing-masing dikunci dari luar.

Dongmei memerintahkan anak buahnya untuk membuka paksa ruangan-ruangan itu. Benar saja, dalam masing-masing ruangan berukuran tiga kali tiga meter itu ada lima hingga enam anak berusia enam hingga sepuluh tahun disekap. Kondisi mereka terlihat sangat mengenaskan. Mereka dipaksa makan, tidur, buang air kecil dan besar di tempat itu.

Dongmei dan keempat anak buahnya memisahkan anak-anak yang masih cukup kuat untuk berjalan, sementara anak-anak yang lemah mereka bawa di atas punggung. Mereka kembali bergerak setelah memastikan semua korban berhasil dievakuasi. Suara ledakan dari lantai dasar bukan pertanda bagus. Dongmei berusaha bersikap tenang, dengan penuh kehati-hatian dia berjalan menerobos kepulan asap putih yang semakin pekat.

Rasanya sangat sulit berjalan dengan kondisi seperti ini. Masker oksigen yang mereka gunakan sebelumnya diberikan pada anak-anak untuk digunakan secara bergantian. Dongmei merasa dadanya seperti terbakar. Rasanya seperti akan mati, pikirnya.

"Bergerak lebih cepat!" teriak wanita itu saat merasakan hawa panas dari belakang punggungnya. Dongmei mempercepat langkah. Bukan hal mudah untuk bergerak dengan satu orang anak berusia lima tahun di punggung, dan dua anak berusia sama di gendongannya.

Ledakan kembali terdengar dari balik pintu besi yang tertutup rapat. Hanya sedikit lagi, pikirnya. Mereka hanya perlu melewati ruangan kosong yang dipenuhi asap itu untuk keluar dari bangunan terkutuk ini. Di luar, suara sirine polisi dan ambulans menyaru, menyambut indra pendengaran saat Dongmei keluar dari gedung tua berlantai empat itu.

Ia baru saja melepas napas yang sedari tadi ditahannya saat terdengar suara seorang anak berteriak, "Lili!" teriak anak perempuan berusia sepuluh tahun itu. Dia mendongak, menatap Dongmei, "Dia terlepas dari genggamanku." Tanpa berpikir dua kali Dongmei berbalik dan berlari. Mengabaikan teriakan atasan dan petugas pemadam kebakaran dia merangsak masuk ke dalam gedung yang dilalap api itu.

"Lili?" teriaknya saat berada di lantai satu. Dongmei melihat ke sekeliling, asap pekat membuat pandangannya mengabur. "Lili?" Ia kembali berteriak. Lebih keras kali ini. Tenggorokannya terasa terbakar, Dongmei terbatuk hebat. Namun, Tuhan menolongnya. Tubuh gadis kecil itu tergeletak tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Api yang menyala-nyala membantu penglihatannya.

Dongmei mengumpat saat indra penglihatannya menatap puluhan tabung gas berjejer tidak jauh dari tubuh Lili tergeletak tak sadarkan diri. mereka harus keluar dari tempat ini secepatnya. Dengan gerakan cepat ia membawa tubuh gadis kecil itu ke dalam gendongannya. Sekuat tenaga Dongmei berlari, menembus kepulan asap putih yang menghadangnya. Sedikit lagi, hanya sedikit lagi dan ledakan besar itu pun terjadi. Memekakan indra pendengarannya. Melempar tubuhnya dan tubuh gadi kecil dalam gendongannya, dan ia pun jatuh ke dalam kegelapan yang sangat pekat setelahnya.

Gelap dan kosong. Dongmei berusaha mengambil napas dengan rakus. Kegelapan pekat itu seolah menelannya, menarik semua pasokan udara dalam paru-parunya hingga ia terengah. Kedua matanya terbuka, tubuhnya tersentak. Ia terduduk, keringat membanjiri dahi dan punggungnya, namun, Dongmei masih belum sadar di mana dia berada saat ini.

Aroma bunga mawar yang menyelimuti ruangan tidak berhasil menariknya ke dunia nyata. Napasnya masih terengah. Dongmei bahkan tidak sadar jika rambut pendeknya kini tergerai panjang, hitam dan mengkilap.

"Tuan putri sudah siuman. Tuan putri sudah siuman."

Dongmei mengabaikan teriakan penuh kegembiraan itu. Dipejamkan kedua matanya erat. Rasa sakit di kepalanya membuat wanita itu ingin membenturkan kepalanya. Dongmei meringis saat tangannya menyentuh pelipis yang ditutup oleh kain kasa. Rasa sakit lain menyerang. Mungkin kepalanya terluka akibat ledakan itu. Dongmei tidak mau ambil pusing.

Dengan gerakan pelan dia mengubah posisinya hingga duduk. Setelah merasa lebih kuat Dongmei memutuskan untuk turun dari atas ranjang dan berjalan menuju jendela kamar yang terbuka. Suara keributan di belakang punggungnya tidak menarik perhatian wanita itu. Saat ini Dongmei terlalu sibuk mencari tahu di mana dia berada sekarang?

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

RebyuMore

seblakpedaslevel10
seblakpedaslevel10
ngarep banget liwei plot twist cinta ke dongmei yg dalam bentuk meifeng 🥹 siscon kayanya seru hihihi udah ada clue nya kan di bab berapa gitu
2026-06-08 11:17:49
0
0
Fitri Siti Nurjanah
Fitri Siti Nurjanah
Cerita transmigrator yang beda dari yang lain.. dongmei gak tau masa lalu dari pemilik tubuh (meifeng) dan dia hidup cuman ngandelin instingnya.. keren
2026-06-04 12:17:56
0
0
Dhina Tanti
Dhina Tanti
up lagi yang banyak thor, sukaa sama panveran liwei ...️
2026-05-29 18:49:15
0
0
khanzalutfiya5
khanzalutfiya5
thor...lanjutkan dong
2026-05-29 11:03:46
0
0
Niniq Wahyuni
Niniq Wahyuni
lanjut kak..
2026-05-23 18:52:52
1
0
94 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status