LOGINSebuah kecelakaan saat bertugas membuat Dongmei, seorang wanita anggota pasukan khusus anti teror terlempar ke dimensi lain. Jiwanya kini bersemayam di dalam tubuh seorang putri kerajaan yang malang. Sikap Dongmei yang keras kepala dan kasar membuat gempar seisi istana. Bagaimana tidak? Putri Meifeng yang mereka kenal selama ini sangat penurut, pendiam, dan sering menjadi bulan-bulanan anggota kerajaan lainnya. Konflik semakin hebat setelah ingatan sang putri perlahan kembali, membuat Dongmei marah atas sikap orang-orang Kerajaan Bai Yun terhadap Meifeng selama ini. Dia menantang bertarung kakak kandungnya, menentang keinginan raja, dan puncaknya Dongmei melarikan diri dari istana membuat panik semua orang yang tanpa sadar telah tersihir oleh pesona sikapnya yang unik.
View MoreSebelum pulang ke kediaman masing-masing, Zixin dan Zihai bicara terlebih dahulu dengan Dongmei di ruang kerja sang putri. Keduanya berdiri di depan meja kerja, sementara Dongmei terlihat sibuk menulis sesuatu di atas lembaran kertas kosong yang terbuka di atas meja.Tulisan wanita itu terlihat sangat rapi dan tegas, sedikit ada kemiripan dengan gaya menulis Putra Mahkota. Menyelesaikan tulisannya di atas kertas, masih belum mengatakan apa pun Dongmei menggulung kertas tersebut, memasukkannya ke dalam sebuah tabung kayu kecil, lalu mengikatnya dengan hati-hati sebelum diberikan kepada Zixin.Untuk sekarang, mereka tidak bisa bicara bebas karena tahu ada banyak mata yang tengah mengawasinya. Melepas napas panjang, Dongmei lalu berkata, “Apa ada kabar kapan kakakku akan kembali ke ibu kota?”Zixin menyembunyikan perkamen yang diberikan oleh Dongmei ke balik hanfu-nya. “Lapor Yang Mulia, jika tidak meleset, Putra Mahkota akan kembali ke i
Sore harinya setelah sidang di balairung istana berakhir, Raja masih belum kembali ke ruang pribadinya. Pikirannya dipenuhi oleh banyak hal. Para abdi menunggu dalam diam, berdiri tegak dengan kepala menunduk.Raja duduk di sebuah paviliun kecil yang menghadap kolam teratai. Musim panas telah lama berlalu. Daun-daun mulai menguning, angin membawa hawa dingin yang pelan-pelan masuk melalui sela tirai. Menerawang jauh, bibirnya membisu.Dalam keheningan yang menggantung, Jing Fei datang tanpa banyak pengiring. Di tangannya dia membawa teko tehnya sendiri lengkap dengan nampan dan cangkir keramik terbaik untuk disajikan kepada Raja. “Yang Mulia?”Mendengar suara manis itu, Raja mengangkat pandangan. “Duduklah.” Seperti biasa, suara Raja terdengar sangat lembut. Di hadapannya, sang Selir tersenyum malu-malu, kemudian menuangkan teh ke dalam cangkir di hadapan Raja.Beberapa saat mereka hanya diam. Jing Fei tahu, dalam situasi seperti i
Keheningan yang menggantung terasa sangat mengganggu. Namun, Dongmei masih berdiri tenang, menatap lawan tanpa gentar.Dari singgasananya yang megah, Raja menatap putrinya cukup lama. Namun, sebelum beliau sempat menjawab, terdengar suara isakan Selir Jing Fei. Wanita itu menundukkan kepala sambil mengusap sudut matanya.“Yang Mulia?” Suara Selir Jing Fei terdengar merana saat memanggil pria nomor satu di Kerajaan Bai Yun itu.Raja langsung menoleh. Matanya bersorot lembut saat pandnagannya bersirobok dengan Jing Fei. “Ada apa?”Menelan dengan susah payah. Jing Fei berdiri dengan tubuh sedikit gemetar. “Hamba tidak bermaksud ikut campur dalam urusan penyelidikan.” Perlahan ia mengusap lelehan air mata dengan saputangannya. Isakan wanita itu membuat dua orang dayang yang menyertainya berekspresi cemas.Menjeda, Jing Fei mengangkat wajah. Matanya telah memerah. “Hamba merasa takut.”Raja mengerny
Pagi ini, Balairung Kerajaan dipenuhi ketegangan. Para pejabat berdiri dalam barisan masing-masing dengan kepala tertunduk. Tidak seorang pun berani berbicara terlebih dulu. Bahkan suara langkah para pelayan terdengar lebih pelan dari biasanya.Saat ini Raja duduk di singgasana dengan wajah muram. Di sisi kanan beliau berdiri beberapa pejabat militer, sementara para selir dan anggota keluarga kerajaan menempati tempat yang telah ditentukan.Dongmei berdiri beberapa langkah dari tengah balairung. Sebagai Putri Meifeng, ia mengenakan pakaian berwarna putih pucat dengan hiasan sederhana. Tidak ada perhiasan mencolok, walau begitu, pesonanya masih terlihat luar biasa.Tidak lama berselang, pintu balairung terbuka. Seorang pejabat militer memasuki ruangan dengan langkah tergesa-gesa.“Tse Liang memberi hormat kepada Yang Mulia Raja.” Suara Pejabat Tse diselimuti oleh rasa percaya diri yang tinggi. Semua orang tahu Raja memiliki kepercayaan besar te
Sang tabib bergegas menuju ruang kerja raja setelah selesai memeriksa Meifeng. Seorang prajurit penjaga melaporkan kedatangannya kepada kepala kasim yang bertugas melayani semua keperluan raja. Kasim tua berjalan tergopoh-gopoh. Tubuh kasim sudah membungkuk oleh usia, tapi kedua matanya masih terli
Aroma bunga mawar yang menyelimuti ruangan tidak berhasil menarik wanita itu ke dunia nyata. Napas Dongmei terengah, dadanya naik turun dengan cepat. Ia bahkan tidak menyadari jika rambut pendeknya kini tergerai panjang, hitam dan mengkilap."Tabib, periksa keadaannya!" Ucapan bernada perintah itu
Asap putih pekat dan hawa panas yang berasal dari lantai dasar gedung membuat Dongmei bergerak semakin cepat. Dia dan anggotanya tidak memiliki banyak waktu, mereka harus segera mengeluarkan anak-anak korban penculikan yang disekap di ruang bawah tanah. Suara 'krak' terdengar saat sepatu PDL Dongme
Wanita itu tersenyum puas saat berhasil melumpuhkan seorang penyerang yang tidak lain Pangeran Kelima Kerajaan Bai Yun. Dalam satu gerakan gesit dia berhasil meloncati benteng Paviliun Teratai Salju, lalu meloncat turun dan berlari melewati lorong dan taman istana dengan puluhan prajurit yang telah












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore