Short
Eight Years of Corporate Slavery, Rewarded with a Broom

Eight Years of Corporate Slavery, Rewarded with a Broom

By:  SainCompleted
Language: English
goodnovel4goodnovel
9Chapters
1.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

At the award-giving ceremony of the end-of-the-year gala, my boss, George White, suddenly announces that he will be adding a bonus round on a whim. "This is the annual department evaluation! The department that comes last shall come onto the stage and receive a tiny encouragement from me!" The huge screen lights up at that moment. The sales achievements accumulated by all departments are being shown in a ranking system. The sales department is ranked first. The operations department comes second, and the marketing department gets third place. As for the administrative department, the sales achievements shown on the screen are none. After all, that department has no KPI to achieve at all. George beams at us from the administrative department. "Everyone from the administrative department, come on up and receive your prize!" Two people can be seen carrying a basket of brooms up the stage. Everyone bursts into laughter instantly. "Come now, sweep away your bad luck with the brooms! Try not to come up as the bottom-ranked department again next year!" George personally thrusts the brooms into our hands. Camera flashes go off beneath the stage—people are clearly taking photos of us. The people from the sales department are the ones laughing the hardest. "Finally, the peeps from the administrative department are getting the recognition they deserve!"

View More

Chapter 1

Chapter 1

Raut wajah Laras Diwanto yang tampak tidak bersalah dan berjarak itu, benar-benar memantik amarah Bayu Adiatma yang telah menumpuk berhari-hari.

"Belakangan ini, kamu melarangku masuk ke kamarmu, malah setiap hari menyuruhku menginap di tempat Niken! Sekarang, Kresna sakit parah, demamnya tidak kunjung turun dan terus-menerus memanggil ibunya. Kamu sebagai ibunya bukannya merawat, malah malah santai membaca buku cerita di sini?" Dada Bayu naik turun, tatapannya tajam bagai pisau. "Laras, kamu sebenarnya sengaja menyiksa dirimu sendiri, atau menyiksa aku dan Kresna?"

Mendengar tuduhan itu, Laras langsung memasang wajah seolah-olah dialah yang paling dizalimi. "Pangeran, aku menyuruhmu menginap di Kediaman Niken karena kamu sendiri yang pernah bilang kalau dia piawai di atas ranjang dan bisa melayanimu dengan memuaskan. Aku tidak merawat Kresna karena dia sendiri yang bilang jangan mengganggunya kalau tidak ada keperluan. Baginya, ditemani Selir Niken saja sudah cukup. Aku cuma melakukannya sesuai keinginanmu dan Kresna."

Bayu seolah baru saja ditinju tepat di wajah. Segala amarah yang meluap di dadanya seketika membeku, berganti menjadi tatapan kosong yang menyimpan rasa malu.

Dia membuka mulutnya, ingin membantah, tetapi menyadari bahwa tidak satu kata pun bisa keluar dari tenggorokannya.

Setelah terdiam cukup lama, dia akhirnya mengangkat tangan dan memijat pelipisnya. Nadanya melunak, tersirat kelelahan dan kepasrahan. "Aku salah. Aku mengaku salah, tidakkah itu cukup? Ya, aku mengingkari sumpahku untuk setia hanya padamu seumur hidup. Tapi, Niken itu ... Dia sudah menyerahkan kesuciannya padaku dan hidup sebatang kara. Aku tidak mungkin meninggalkannya begitu saja. Kresna itu masih kecil. Dia bilang dia menyukai Niken, itu hanya karena kamu terlalu ketat soal pelajarannya, jadi dia sedang ngambek. Sekarang dia sakit dan terus-menerus memanggilmu, itu membuktikan kalau kamu tetap yang paling penting di hatinya. Nanti akan kuajari dia dengan baik agar tidak bersikap begitu padamu lagi. Mulai sekarang ... kita berempat akan menjalani hidup bersama dengan baik. Sekarang, tolong temui dia sebentar, ya?"

Dia mengulurkan tangan ke arah istrinya. Tangan itu ramping dan kokoh, tangan yang pernah berkali-kali menggenggamnya, memeluknya, serta mengukir begitu banyak janji dan kehangatan.

Namun, Laras tetap menggeleng, nadanya terdengar acuh tidak acuh. "Terlalu jauh, aku benar-benar tidak ingin ke sana."

Bayu tertegun, seolah tidak percaya dengan pendengarannya. "Apa?"

"Dari sini ke Kediaman Kresna terlalu jauh. Aku malas berjalan. Lagi pula, buku cerita ini sedang seru-serunya. Aku belum selesai membaca."

Rona di wajah Bayu memudar perlahan. Dia menatap Laras dengan tidak percaya, seolah baru pertama kali ini benar-benar mengenal perempuan di hadapannya.

"Laras ...." Suaranya bergetar. "Cuma belasan langkah ... kamu bahkan tidak sudi berjalan beberapa langkah saja demi Kresna?"

Laras tidak menjawab. Dia hanya menunduk, mengambil kembali buku ceritanya.

Penolakan tanpa kata ini jauh lebih menusuk harga diri dan memantik amarah Bayu daripada bentakan keras apa pun!

Tiba-tiba dia mengulurkan tangan, mencengkeram pergelangan tangan Laras dengan begitu kuat hingga membuat wanita itu sedikit mengerutkan kening.

"Aku akan menggendongmu! Aku akan menggendongmu ke sana! Bagaimana?"

Namun, begitu ujung jarinya menyentuh kulit Laras, perempuan itu seolah tersengat api. Dia segera menarik tangannya, menarik tubuhnya menjauh untuk menghindari sentuhan Bayu.

Tangan Bayu terpaku di udara. Dia menatap istrinya dengan tatapan tidak percaya.

"Sekarang ... kamu bahkan tidak mau aku sentuh?"

Laras menundukkan pandangannya, merapikan lengan bajunya yang sedikit kusut. Suaranya datar, tanpa tersirat emosi apa pun. "Mana mungkin. Pangeran terlalu banyak berpikir. Hamba hanya ... benar-benar tidak ingin pergi."

Melihat Laras yang bersikap keras kepala dan tidak mau mengalah, api amarah yang telah lama dipendam di dada Bayu akhirnya tidak terbendung dan meledak dahsyat!

"Laras! Kamu benar-benar mau bersikap seperti ini, ya?"

"Bagus! Bagus sekali! Tapi, jangan lupa, tanpa kasih sayangku, kamu bukan siapa-siapa di kediamanku ini! Aku benar-benar ingin tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan! Berapa lama lagi kamu bisa terus merajuk padaku! Aku tunggu sampai kamu datang memohon padaku!"

Dia mengibaskan lengan bajunya dan berbalik pergi dengan amarah yang meluap-luap. Dia membanting pintu hingga bergemuruh keras, getarannya seolah membuat debu di langit-langit kamar berjatuhan.

Laras tetap duduk tenang di tempatnya, seolah suara bantingan pintu itu sama sekali tidak menyentuh perasaannya. Selang beberapa saat, dia baru memanggil, "Ajeng."

Ajeng, yang sedari tadi menunggu di ruang luar dan gemetar ketakutan, segera masuk dengan tergopoh-gopoh. "Nyonya, hamba di sini! Apa Nyonya ingin hamba memanggil kembali Pangeran? Hamba akan pergi sekarang juga!"

"Tidak. Tutup pintunya. Tempat Kresna berisik sekali sejak tadi, mengganggu konsentrasiku membaca buku."

Ajeng menatapnya dengan mulut ternganga, seolah baru pertama kali ini mengenal majikannya.

Setelah terdiam cukup lama, Ajeng tiba-tiba jatuh berlutut sampai terdengar suara gedebuk, lalu berkata dengan suara tercekat.

"Nyonya! Nyonya ... Nyonya benar-benar akan bersikap seperti ini? Mengabaikan Pangeran dan Putra Pangeran ... Apa Nyonya tidak takut jika hari-hari Nyonya di istana ini akan penuh penderitaan? Nyonya ... Nyonya sungguh tidak menyesal?"

Menyesal?

Laras tersenyum tipis, meski senyum itu tidak sedikit pun mencapai matanya.

Hal yang paling dia sesali adalah menikahi Bayu tujuh tahun lalu dan melahirkan Kresna untuknya.

Untungnya, tinggal lima hari lagi.

Lima hari lagi, dia akan pergi.

Semua ini pun akhirnya akan kembali ke jalur semestinya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status