Short
Exposing the Dark Truth of My Roommate’s Double Life

Exposing the Dark Truth of My Roommate’s Double Life

By:  Heisen SteeleCompleted
Language: English
goodnovel4goodnovel
8Chapters
4.9Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

My roommate beamed with pride as she told me a horrifying secret: she had allowed a wealthy businessman to "remove" her unborn child, claiming he absorbed the baby’s fortune in exchange for a hefty payout. Chills ran down my spine. I urged her to stop meddling with such dark dealings before it destroyed her, but she wouldn’t listen. Instead, she threw herself into it, addicted to helping people "transfer luck" for money. Her luck ran out when she contracted a mysterious disease. When her boyfriend found out, she turned on me, tearfully accusing me of tying her to another man’s bed. Before I could even defend myself, an enraged man ran me down with his car. The next thing I knew, I woke up to find myself back in time. My roommate was leaning in close, her eyes glinting with excitement as she whispered, asking if I wanted to join her "luck transfer" schemes. This time, I wasn’t taking any chances. I noticed the slight swell of her belly and immediately sent a text to her boyfriend: "Congrats! You’re going to be a dad!"

View More

Chapter 1

Chapter 1

Setelah membawa orang tuaku pulang dan memastikan mereka beristirahat dengan baik, barulah aku menerima telepon dari Arga.

Dia langsung menginterogasi dengan nada yang agak kasar.

"Kami sudah sampai di restoran, kenapa tidak ada orang di ruangan?"

"Pernikahan itu adalah hal besar, apa orang tuamu tidak menganggapnya serius? Bahkan sampai terlambat begitu?"

Aku terdiam sejenak, baru menjawabnya dengan suara datar.

"Arga, orang tuaku sudah menunggu selama tiga jam, kalian yang tidak datang."

"Bukan kami yang tidak menganggapnya serius, tapi kalian yang tidak pernah menghargai orang tuaku."

Orang di seberang telepon terdiam sejenak, lalu suaranya melunak.

"Maya berhasil diterima program pascasarjana lewat jalur rekomendasi, orang tuanya hari ini datang dari kampung untuk merayakan."

"Mereka berdua masih asing di kota ini, dan Maya yang masih mahasiswa tidak bisa mengurus semuanya sendirian, jadi aku pergi menjemput mereka di stasiun."

"Kau juga tahu, keluargaku sudah membiayai Maya selama tiga belas tahun, aku sudah menganggapnya seperti adik kandungku sendiri. Orang tuanya datang, aku tidak mungkin membiarkan mereka begitu saja."

Arga jarang sekali memberikan penjelasan, tetapi setelah mendengarnya, hatiku justru semakin sesak.

Saat orang tuaku datang kemarin, di kantorku sedang ada rapat besar, jadi aku benar-benar tidak bisa pergi.

Terpaksa aku menelepon Arga dan memintanya untuk menjemput mereka.

Bagaimana dia menjawab saat itu?

"Mereka kan sudah dewasa, bukan anak-anak lagi. Minta saja mereka naik taksi sendiri, masa bisa hilang?"

Aku menjelaskan dengan sabar.

"Orang tuaku jarang bepergian jauh, mereka juga tidak terbiasa memesan taksi daring. Bahkan, tiket kereta api mereka pun aku yang membelikannya."

"Stasiun tidak jauh dari rumah, kau bisa mengemudi ke sana untuk menjemput mereka ...."

Belum selesai aku berbicara, dia sudah memotong dengan nada tidak sabar.

"Aku sudah capek seharian bekerja, setelah pulang kerja masih harus disuruh-suruh ini dan itu olehmu."

"Mereka itu orang tuamu, ya tanggung jawabmu. Pokoknya aku tidak mau tahu."

Telepon berbunyi dua kali, lalu ditutup olehnya.

Akhirnya, aku menelepon temanku, dan dia langsung pergi menjemput tanpa banyak bicara.

Orang yang sebentar lagi akan menjadi suamiku ternyata tidak lebih bisa diandalkan daripada seorang teman.

Memikirkan hal itu, aku merasa agak ironis, dan tak bisa menahan diri untuk tertawa.

Di ujung telepon, Arga terdengar jauh lebih santai.

"Kalau kau tertawa, berarti masalah ini sudah selesai."

"Rania, lain kali jangan bersikap kekanak-kanakan seperti ini lagi. Kau juga tahu, perbedaan latar belakang keluarga kita sangat besar, dan orang tuaku memang sejak awal kurang setuju dengan hubungan kita."

"Aku akan cari waktu lagi. Nanti, suruh orang tuamu minta maaf pada orang tuaku, baru kita bahas pernikahan lagi."

Nada suaranya terdengar sangat angkuh, kata-katanya terdengar seakan itu adalah hal wajar.

Aku menggenggam ponselku erat-erat, lalu menjawabnya.

"Tidak usah"

"Orang tuaku akan segera pulang."

Arga terdiam sesaat sebelum menjawab dengan ringan.

"Ya sudah, lagipula pernikahan ini akan dilakukan sesuai keinginan orang tuaku, orang tuamu sepertinya juga tidak bisa memberi saran apa-apa"

Dari ujung telepon, tiba-tiba terdengar suara manis Maya.

"Kak Arga, orang tuaku sudah pesan makanan, benar-benar merepotkanmu. Ayo cepat masuk, kita makan bersama."

Lalu, seperti biasanya, telepon itu langsung ditutup begitu saja olehnya.

Di ruang tamu, ibu menghampiriku dengan canggung, dia menggenggam tanganku, raut wajahnya dipenuhi kelembutan.

"Rania, aku dan ayahmu tidak apa-apa. Jangan mengucapkan kata-kata seperti itu hanya demi membela kami."

"Asal Arga memperlakukanmu dengan baik, itu sudah cukup. Kami akan pulang setelah menghadiri pernikahan dan tidak akan merepotkan kalian."

Hatiku terasa perih, aku berbalik memeluk lengan ibuku, dan berkata.

"Ibu, kantor pusat sedang membuka cabang baru di kampung halaman kita, aku sudah mengajukan permohonan mutasi."

"Tiga hari lagi, aku akan pulang bersama kalian."

Ibu tampak sangat terkejut, nada suaranya meninggi penuh kegembiraan, lalu bertanya balik.

"Benarkah?"

Aku tersenyum mengangguk.

"Sungguh."

Ayah dan ibu kembali bergegas membereskan barang-barang. Semua barang perlengkapan yang semula mereka bawa untuk kugunakan setelah menikah nanti.

Sekarang, barang-barang itu harus dibawa kembali dalam keadaan utuh.

Saat Arga pulang, waktu sudah lewat tengah malam.

Dalam keadaan setengah tertidur, aku dipeluk dari belakang,

"Sayang, kenapa malam ini kau tidur duluan tanpa menungguku?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status