LOGINBab 76Sejak dinyatakan hamil, sikap Elvandra begitu posesif bahkan ia tak mengizinkan istrinya kelelahan. Jam kerja Elvandra berubah total, dimana ia rela membawa semua kerjaan di rumah. Setiap sore pukul 5 ia sudah pulang, memeluk istrinya yang sedang melihat matahari terbenam di balkon kamar mereka. “Gimana hari ini? Baby buat kamu mual dan muntah lagi sayang?” tanya Elvandra memeluk istrinya dari belakang. “Enggak kok, baby aman… Dia pintar gara - gara kemarin aku muntah sampai gak bisa makan. Sekarang baby sudah bisa diajak kerjasama.”“El…,” ucap pelan Elle menatap suaminya. “Terimakasih untuk kebahagiaan ini semua, aku benar-benar bahagia sekali. Kamu…, bertahan untuk aku. Berjuang untuk aku, dan sekarang kamu selalu membahagiakan ku El.”“Apapun untuk kamu sayang, jangan nangis. Aku gak suka lihat kamu nangis, kamu boleh terharu jangan sampai air mata kamu lolos, itu buat aku benci dengan diriku sendiri sayang!”Elvandra mengusap pipi Elle, ia tidak pernah kagum untuk jatuh
Bab 75Kepulangan pasangan suami istri dari Italia, selesai bulan madu langsung disambut hangat oleh keluarga besar. Miranda, memeluk erat putrinya. Rasa rindu yang selama ini terpisahkan karena Elle dan Elvandra sudah memiliki kehidupan sendiri.“Kenapa kalian lama sekali pulang, seharusnya minggu lalu. Kenapa nambah jadi seminggu lagi?” tanya Miranda hampir marah dan kesal dengan anak – anak.Elvandra yang dulunya anak sambung, sekarang menjadi anaknya. Seutuhnya.“Kondisi media bagaimana? Sudah reda? Jika mereka masih menaikkan berita tentang pernikahanku dan Elle, bawa mereka ke jalur hukum.”Elvandra masih menahan Elle untuk kembali pulang, ya berita pernikahan mereka masih menjadi trending topik. Alief bahkan tidak menggubris mereka, mau bekerja sama dengannya ayo. Jika tidak, ia tidak masalah. Kehilangan rekan bisnis tidak membuatnya jatuh miskin, kebalikannya merekalah yang kehilangan kerugian karena sudah memutus kerja sama dengan keluarga Ibram.“Semuanya sudah jauh lebih ba
Bulan madu bukan tentang dalam hasrat yang disalurkan, Elle membeli banyak oleh - oleh dengan tangan penuh tas tentengan begitu juga Elvandra membantu istrinya membawakan semua belanjaan. “Sayang mau beli apa lagi?” tanya Elvandra memberikan semua yang istrinya mau. "Aku rasa cukup, uang kamu akan habis." Elle menikmati wkagu honeymoon, tapi baginya sudah sangat cukup bahagia. Bisa menikah dengan Elvandra, kekasihnya dulu. Putus, dan mengejutkan jika Elvandra menjadi kakak tirinya. Entah banyak sekali ujian keluarga mereka untuk bisa bersatu dan damai. Rasa mengalah bagaimana mereka menerima hubungan Elle dan Elvandra yang harusnya menjadi saudara kini menjadi pasangan suami istri. Cukup kebahagiaan ini, baginya ini benar-benar hal luar biasa. Elle menatap suaminya yang sejak tadi sibuk membawa belanjanya, membayar, bahkan mengajak ke sini sana. "Uangku gak akan habis, kita beli semuanya sebelum kita pulang!" "Gak mau ah, aku capek. Mau tidur aja, lagian barang yang kita
Elvandra bangun lebih dulu, pertama yang dia liat seorang wanita cantik yang tidur dalam peluakannya. Dengan gaun tidur yang tidak karuan, dan bibir bengkak akibat ciuman panas mereka. Elvandra mencium kening Elle dengan lama, merasa sangat bahagia pada malam pertama mereka yang luar bisaa.Elvandra masih tidak menyangka bisa sejauh ini, menikah dengan orang yang dia cintai. Italia, mereka ada di sini. Menjadi saksi bisu Dimana menghabiskan malam pertama dengan orang yang ia cintai.“Sayang, bangun dulu…, kamu harus sarapan,” suara pelan, lebih lembut dan lebih rendah membangunkan istrinya. Ya, sekarang Elle adalah istri sahnya. Elle hanya mengeliat kecil, enggan membuka mata.Ia merasa seluruh badannya terasa sakit, lelah, dan remuk dalam semalam. Bagaimana tidak? Suaminya, Elvandra tidak berhenti dan melakukan hingga mereka benar – benar puas.“Aku capek, badan aku sakit....,” gumam pelan Elle memilih untuk memeluk suaminya.Cup.Bukan menerima pelukan, justru Elavndra mencium bibir
ItaliaElle dan Elvandra langsung menuju Italia, bahkan hanya istirahat di pesawat saja. Jangan tanya lagi, bagaimana paniknya Elvandra mengetahui Elle kembali sakit saat perjalanan ke luar negeri. Elvandra menjaga Elle bahkan ia tidak tidur sejak kemarin, didalam pesawat fokusnya untuk Elle. Istrinya yang tetep keras kepala untuk ke Italia. Hingga akhirnya mereka tiba di bandara, dan Elvandra sudah menyuruh orang untuk membawa koper mereka dan menjemputnya menuju hotel yang sudah dipesan Elvandra. Elvandra menggendong Elle tidak mengizinkan untuk berjalan kaki. Udara di Italia sangat sejuk karna memasuki musim semi, Elvandra sudah menyewa satu villa untuk dirinya dan Elle saja. Bahkan pemandangannya langsung menuju Lake Como yang begitu indah membuat Elle tak henti tersenyum senang. "Cakep banget pandangan, aku benar-benar bahagia. Makasih suamiku," gemes Elle memeluk manja suaminya yang masih ada di dekatnya. "Sesuai janjiku baby, aku akan membahagiakanmu. Disini, saat honeym
Elvandra merasa gugup setengah mati, dalam hidupnya dia tidak pernah segelisah dan segugup ini. Ia menatap pintu yang masih tertutup, beberapa tamu mulai mengambil foto Elvandra yang terlihat tampan dengan jas putih yang semakin membuatny tampan. “Tenanglah jangan gugup," bisik Kevin namun tidak direspon oleh Elvandra. Pikirannya bekelena kemana-mana mendengar Elle drop kembali, ia mengkhawatirkan kondisi kesehatan Elle. Tapi, dia juga tak sabar untuk menyelesaikan acara pernikahan ini. Tak lama, pintu gedung terbuka seorang wanita cantik yang berjalan dengan Papi Alief dibelakangnya ada Miranda yang membantu putrinya membawa gaun pengantin tersebut. Mata Elvandra langsung menuju ke Elle, satu kata untuk Elle bersinad. Mata Elvandra sudah memerah menahan tangisan saat melihat Elle semakin dekat. Elle diantarkan oleh Alief, dia maju lebih dekat untuk menerima Elle, calon istrinya yang akan menjadi istrinya beberapa menit lagi. "Elvandra, papi titip Elle. Sayangi Elle dan jangan







