MasukI'm a member of a top-secret research unit. As per my superior's request, I am to deliver a file to Celeste Judd, my older sister. The moment I step into my sister's office, an intern, Ethan Irwin, quickly moves to stand in my way. "Are you the new assistant?" He eyes me up and down, finally noticing the document envelope in my hand. Then, he chortles loudly. "It's your first day on the job, and yet you're already trying to suck up to Ms. Judd! Why don't you take a look in the mirror and see how pathetic you are?" Only then do I realize that Ethan has mistaken me as a love rival. But the thing is, Celeste has never told me that she has a boyfriend. I'm about to explain the truth to Ethan when I feel his fist colliding with my face. "I'm the only assistant Ms. Judd needs! You can forget about being her boyfriend!" Ethan yanks me by the hair as he dumps scalding hot water onto my face. "To think that you're already planning on becoming a sugar baby and seducing rich women at such a young age! I'll teach you a lesson on behalf of your parents!" I can only curl into a small ball on the floor. Stubbornly, I use my body to protect the document envelope. My actions infuriate Ethan to no end. He snatches the file away before ripping it into pieces in front of the entire company. He even says fawningly to Celeste, "Ms. Judd, your new assistant sure is a bold one for trying to seduce you! But don't worry, for I've already taught him a lesson!"
Lihat lebih banyakSeorang wanita yang sedang dirias menatap bayangan dirinya di cermin. Hari ini adalah hari yang dia tunggu-tunggu, karena dirinya akan menikah dengan laki-laki pilihannya yang amat ia cintai.
"Aku harus fokus sama acara hari ini. Pernikahanku hari ini harus jadi momen terbaik dalam hidupku," batin Yasmin.
Meskipun gugup, gadis itu nampak takjub dengan penampilannya sendiri. Riasan di wajahnya dan baju pengantin yang sudah melekat di tubuhnya membuat aura kecantikan gadis itu makin terpancar. Yasmin sudah siap untuk memukau seluruh tamu undangan yang hadir di hari bahagianya.
"Yasmin, kamu cantik sekali, Sayang!" puji Bella pada putrinya itu.
"Aku pasti bisa bikin Mas Aditya pangling, kan, Ma?"
"Semua orang yang lihat kamu pasti bakal pangling, Sayang."
Tepat jam 08.00 pagi, Yasmin dan keluarganya sudah berkumpul di lounge hotel. Tak lama lagi, gadis itu akan segera melangsungkan akad nikah dengan pria pujaannya.
Setelah Yasmin dan Aditya siap, kedua mempelai itu pun segera memasuki aula acara. Semua hadirin sudah berkumpul dan mempelai pengantin juga sudah siap melaksanakan akad. Yasmin merasa gugup, sekaligus senang. Momen sakral ini akan menjadi momen tak terlupakan bagi Yasmin dan Aditya nantinya.
"Para hadirin yang terhormat, sebelum acara akad dimulai, ada sesi khusus yang disiapkan untuk kedua mempelai pengantin. Kami akan memutarkan video spesial yang memperlihatkan kisah perjalanan cinta antara Yasmin dan Aditya, hingga keduanya bisa duduk di pelaminan bersama pada hari ini. Mari kita lihat, bagaimana romantisnya kisah cinta Yasmin dan Aditya dalam video berikut ini!" ucap pembawa acara, disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin yang sudah berkumpul di dalam aula.
Semua mata tertuju pada layar yang terpampang di tengah-tengah aula. Yasmin dan Aditya juga ikut fokus memperhatikan layar yang akan memperlihatkan wajah mereka.
"Gimana hasil videonya, ya? Semoga mereka pakai foto-foto aku yang cantik buat bikin videonya," gumam Yasmin.
"Ah! Aditya ... pelan-pelan!"
Suara desahan dan juga erangan tiba-tiba memenuhi aula gedung pernikahan itu, membuat semua orang yang menyaksikan video tak senonoh di layar itu terkejut.
Video yang seharusnya diputar adalah video kisah pertemuan Yasmin dan Aditya. Namun, nyatanya video yang ditayangkan justru video pergumulan panas antara sepasang pria dan wanita yang berwajah familiar.
"Apa maksudnya ini?" Yasmin mulai bingung sekaligus terkejut saat melihat video tersebut.
Gadis itu tak menyangka, ia akan menyaksikan orang-orang yang sangat dekat dengannya, melakukan hal tak senonoh dalam potongan video tersebut.
"Nggak mungkin! Aku pasti salah lihat, kan? M–mereka …?”
Suasana di aula tersebut mulai kacau. Yasmin hanya diam mematung, usai dirinya melihat video tersebut. Para tamu undangan yang hadir mulai riuh berbisik-bisik, membicarakan video yang tak semestinya diputar di acara sakral seperti ini.
"Kok muka yang cowok mirip banget sama pengantin pria?"
"Itu bukannya Tante Bella dan Aditya, ya?"
"Coba lihat yang cewek! Itu kan mamanya Yasmin?"
Para tamu undangan terus menyebut nama Aditya dan Bella, sebab kedua pemeran utama dalam video panas tersebut memanglah Aditya, pria yang seharusnya menjadi suami Yasmin, dan Bella, ibu Yasmin.
"Kasihan banget, Yasmin."
"Gila! Jadi Aditya selingkuh sama calon mertuanya?"
"Yasmin ditikung sama mamanya sendiri?"
"Aditya udah nggak waras, ya? Kok dia mau sih sama tante-tante?"
Seketika, Bella dan Aditya langsung menjadi sorotan. Reputasi mereka seketika hancur, begitu pula dengan acara pernikahan ini.
"Sialan! Siapa orang yang muter rekaman ini?" geram Bella dalam hati.
"Siapa yang bertanggung jawab muter video? Matiin layarnya sekarang! Stop videonya sekarang!" teriak Bella mulai membuat kericuhan.
Bella berlari ke sana kemari, mencari cara untuk menghentikan video panas yang sudah ditonton oleh ratusan orang itu. Aditya juga tak kalah panik. Pria itu berusaha membantu Bella untuk menutupi layar agar orang-orang berhenti melihat video memalukan dari keduanya itu.
"Stop videonya! Tolong matiin layar sekarang!" pekik Aditya pada staf-staf yang bertugas.
Aditya dan Bella sibuk berlari kesana kemari untuk menyelamatkan wajah mereka. Orang-orang yang melihat pasangan laknat itu mulai berteriak dan menyoraki Aditya serta Bella.
"Dasar nggak tahu malu!"
"Tukang selingkuh!"
"Calon mertua nggak tahu diri!"
"Tante-tante ganjen! Tega-teganya nikung calon suami anak sendiri!"
Aditya dan Bella menjadi bahan tertawaan dan bulan-bulanan orang-orang yang ada di aula tersebut. Mereka berdua benar-benar sudah kehilangan muka.
"Sial! Kenapa acara pernikahan aku sama Yasmin malah jadi begini?" gerutu Aditya dalam hati.
Pria itu melirik ke arah calon istrinya yang masih duduk tanpa melakukan apa pun. Yasmin terdiam, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Gadis itu benar-benar shock dan tidak menyangka akan mendapat kejutan menyakitkan dari dua orang yang paling ia cintai.
Yasmin tidak hanya dikhianati oleh calon suaminya, tapi ia juga ditusuk dari belakang oleh ibunya sendiri. Bagaimana bisa, seorang ibu yang seharusnya menjadi ibu mertua dari suami Yasmin, justru tega merebut pria yang akan dinikahi oleh gadis itu.
Yasmin benar-benar hancur. Yasmin kecewa dan marah besar pada Aditya dan Bella. Dari detik pertama video itu diputar, Yasmin sudah dapat melihat dengan jelas wajah ibu serta calon suaminya itu.
Hari bahagia Yasmin langsung berubah menjadi mimpi buruk hanya dalam waktu sekejap. Suara makian dan hujatan dari tamu undangan terdengar makin garang dan tidak terkendali.
Yasmin dan Aditya sudah tak dapat lagi melanjutkan pernikahan ini. Mau tak mau, mereka harus membatalkan pernikahan. Para tamu undangan pun dibubarkan secara paksa.
Yasmin sudah tak sudi menjadi istri pengkhianat seperti Aditya. Gadis itu marah, jijik, dan kesal pada calon suami serta ibunya yang sudah merusak hari bahagianya.
On the night I returned home, Celeste was already waiting at the airport with her car. The moment she saw me, a flash of disbelief crossed her eyes. "Oh, my God, Ozzy, you've actually gotten even more handsome than before!"I smiled brightly and put my suitcase into the trunk.On the drive back, she brought up Ethan again. "During the year you were away, his father died. I heard it was after he was sentenced to prison. His wife ran off with another man, and Ethan's situation was completely sealed from the outside."His father had a mental breakdown and ended his life in his prison cell. You have no idea how bad it was… They said he crushed his skull and died immediately."In the backseat, Dad let out a mocking, cold laugh. "He deserved that, though I have to say death was his easiest way out. He should've experienced all the tortures that ever existed in history."Meanwhile, Mom was confused about one thing. "What about Ethan, then? After everything he did, he didn't get sentenced
Celeste covered her nose in disgust, then ruthlessly sent a kick toward Ethan's abdomen. He let out a wail, blood gushing out of his mouth.Resentment had clouded her mind. As if it wasn't enough, she picked up a steel pipe from the side, aimed the opening at Ethan's palm, and stabbed through it.After a series of anguished screams, all his strength drained away. His vision went black, and he collapsed forward. At the same time, I reached out, grabbing Celeste, trying to hold on to the last thread of her sanity."That's enough, Celeste," I muttered. "You wouldn't want to kill him and end up with the same fate as them, would you? Prison isn't a place you should be."Celeste's body froze. She turned around to look at me, her eyes bloodshot with tears. "I'm so sorry, Ozzy… I was too late. If I hadn't been out for that meeting, you wouldn't have been tortured by these two monsters!"She let out a few tears of guilt. "But don't worry. I'll make sure you see the best doctors. I won't le
"Sending you lowlifes to prison alone won't come close to easing the hatred in my heart," Celeste said. "Before that, I want you to repay hundreds, thousands of times over the pain you inflicted on Ozzy!"With a sharp wave of her hand, the bodyguards behind her surged forward at once. Ignoring Ethan's and Simon's desperate pleas, they dragged them away and forced them into a car.As for me, my injuries were too severe. My vision went dark, and I lost consciousness.…When I opened my eyes again, I was lying in the Judd residence.The moment Mom saw me awake, her nose twitched, and tears spilled uncontrollably down her cheeks. "Ozzy, you're finally awake! You've been unconscious for three days!"She held my hand tightly, her face drawn and exhausted, as if she hadn't slept properly for several nights.I forced myself to sit up in bed. "Mom, I'm okay… Where's Celeste?"At the sound of my voice, Dad burst through the door in a hurry. "My precious son, you scared us to death! If an
Celeste stopped right before me. When she saw me lying there, barely conscious and surrounded by blood, the panic in her eyes instantly hardened into fury."So," she said quietly, her voice cold enough to be devoid of all warmth, "this is the man you claimed was trying to hit on me?"Ethan nodded vigorously, wearing an intimate, fawning smile as he stepped forward, trying to put an arm around her."That's him. You have no idea—I went all out, clearing all these irrelevant people for you. I even hurt my hand beating him. He even insisted he wasn't trying to get close to you, but I saw your contact was pinned at the top of his list!"He had barely gotten halfway through his words when he clearly felt Celeste's entire body shaking."Ms. Judd, what's wrong? Was my punishment not hard enough? If you're still not satisfied, I can—"Before he could finish, Celeste no longer held back her fury. With a single command, a guard at her side kicked Ethan, sending him sprawling to the ground.












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.