Share

Bab 2093

Author: Musim Gugur
Sonia berkata canggung, “Hallie masih berada di Kediaman Keluarga Herdian.”

“Aku sudah beri tahu Ibu. Malam ini kita akan tinggal di rumah Tuan Aska untuk temani Kakek. Aku suruh Ibu untuk bantu jaga Hallie,” ucap Reza dengan perlahan.

Sonia memalingkan kepala untuk melihat Reza. “Kalau di Kediaman Keluarga Herdian, juga nggak ada yang ganggu kita. Ngapain kamu mesti bohong?”

Kebetulan mobil sedang berhenti di depan lampu merah, Reza memalingkan wajahnya untuk menatap Sonia. “Aku takut kamu tidak bebas di rumah!”

Wajah Sonia seketika merona. Dia memelototi si pria hingga tidak bisa berkata-kata.

Reza tersenyum tipis. “Bercanda. Jason dan Kelly sudah kembali ke Imperial Garden. Katanya, mereka sudah persiapkan yang enak-enak untuk menyambutmu.”

Sonia meliriknya sekilas, lalu memalingkan kepalanya melihat ke luar jendela.

“Umur Hallie dan Tasya sebaya. Selama di rumah, kamu tenang saja!” ucap Reza.

“Emm!” Sonia mengangguk dengan perlahan.

“Kebetulan ada yang ingin aku katakan sama kamu,
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Dyandra Mulya
Wkwkwkwk ... Dasar KELLY... Gak Bisa diajak KOMPAK sama JASON !!!
goodnovel comment avatar
Subaida
sekarang masany bucin2 ya semangat thour semoga Lebih seru lgi ceritanya yg lebih emosi gitu ...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2630

    Morgan berkata, "Kamu memang pintar dalam menghibur diri sendiri!”“Tentu saja!” Theresia melihat pohon pinus di kejauhan. “Lagi pula, apa yang dia katakan juga sangat masuk akal.”“Masuk akal apanya?” Morgan memalingkan kepalanya untuk menatap Theresia. "Bunga di cermin dan bulan di air?”Tidak masalah jika Morgan tidak menyinggungnya. Begitu diungkit, Theresia langsung tak bisa menahan diri. Senyumnya merekah di wajahnya. Sepasang mata indahnya juga berkilau seperti bintang.Setelah puas tertawa, Theresia mengulurkan tangan ke arahnya. “Kembalikan kepadaku!”“Apa?” tanya si pria.“Jimat itu dibeli dengan harga 400 ribu. Jimat itu bisa membuat pikiranku semakin jernih,” ucap Theresia.Morgan mengeluarkan jimat dari saku celananya, lalu mengembalikannya kepada Theresia. “Apa kamu berencana menyembahnya setelah pulang nanti?”Theresia tidak menghiraukan sindiran Morgan, melainkan melipat jimat dengan saksama, meletakkannya ke dalam saku celana. Setelah itu, dia memalingkan kepalanya unt

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2629

    Theresia spontan melihat ke dalam bangunan. Jendela kayu berjeruji memantulkan sinar matahari. Cahaya berkilauan memenuhi pandangan hingga apa pun tidak terlihat jelas itu, justru menambah kesan misterius.Tak lama kemudian, biksu tua itu keluar dari bangunan, lalu menyerahkan selembar kertas jimat kepada Theresia. “Kenakan di tubuhmu. Nanti pikiranmu otomatis akan terasa jernih. Segala sesuatu di hatimu akan terasa jelas.”Sebenarnya Theresia tidak terlalu percaya pada hal semacam itu. Hanya saja, dia merasa tersentuh ketika melihat biksu tua yang begitu baik hati. Dia menerimanya dengan penuh hormat, memegangnya dengan kedua tangan. “Terima kasih, Master!”“Jangan sungkan!” Senyuman biksu itu semakin ramah lagi. “Nak, coba lihat kemari!” Usai berbicara, biksu itu menarik seutas tali dari lehernya, ada sebuah papan kecil digantung di atas tali. Di atasnya adalah barcode pembayaran.Biksu tua itu berkata dengan tersenyum, “Empat ratus ribu. Mohon dibayar.”Theresia menatapnya dengan te

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2628

    Kuil itu tidak besar, bahkan tidak memiliki nama. Hanya saja, dari tampilannya saja sudah terlihat berusia cukup tua, bahkan lumut yang tumbuh di atas lempeng batu sudut tembok pun memancarkan kesan waktu yang telah lama berlalu.Begitu memasuki kuil, mereka melihat beberapa orang datang untuk bersembahyang dan memohon berkah. Dari penampilan mereka, sepertinya mereka adalah penduduk desa di kaki gunung.Para penduduk desa itu tidak tampak heran melihat kedatangan mereka, malah menyapa dengan ramah, “Datang untuk berwisata?”Jane memang mudah akrab dengan siapa saja. Dia pun mengobrol bersama mereka dengan penuh antusias.Kuil itu sangat kecil, dipenuhi pohon pinus dan cemara yang hijau rimbun serta pohon willow yang menaungi area sekitar. Entah dari mana asal alunan suara doa yang samar. Suara itu terasa bergema di kuil pegunungan. Dengan kicauan burung dan dengung jangkrik di luar, suasana di dalam kuil terasa semakin hening dan tenteram.Di depan adalah aula utama kuil. Meskipun tid

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2627

    “Bukan juga!” Theresia memutar bola mata indahnya. “Intinya kamu pintar dalam mendidik.”“Emm?” Si pria mengangkat alisnya.Theresia berkata, “Kamu pernah bilang sebelumnya, terkadang rintangan malah akan menjadi jalan pintas, makanya saat bertemu dengan pilihan apa pun, aku akan kepikiran dengan ucapan itu, lalu membuat keputusan.”Morgan menurunkan kelopak matanya. Tidak terlihat ekspresi apa pun di atas wajahnya, begitu pula dengan suaranya. “Termasuk saat kamu memilih Roger?”Theresia langsung tertegun, kemudian melangkahkan kakinya untuk berjalan maju. “Termasuk!”Lovin berlari kemari dengan mengambil beberapa kurma hijau, lalu menyerahkannya kepada Theresia. “Aku sudah coba. Rasanya cukup enak.”Theresia mengambil dua buah kurma. “Terima kasih!”“Jangan sungkan!” Lovin tersenyum menyeringai, lalu bertanya pada Morgan apakah dia menginginkannya.Morgan langsung mengambil satu buah dari tangan Theresia. “Satu sudah cukup!”Tidak lama kemudian, Jane dan Steffie juga sudah kembali. M

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2626

    Steffie berkata dengan tidak paham, “Perbaikan jalan pada dasarnya memang tugas pemerintah, kenapa Keluarga Bina mesti bekerja sama dengan pemerintah?”Lovin menjawab, “Perbaikan jalan bersangkutan dengan masalah lahan. Selalu ada saja orang-orang sulit yang menghalangi, ingin memeras dengan meminta ganti rugi berlebihan. Hanya Keluarga Bina saja yang bisa menangani orang-orang seperti itu.”Kali ini, Jane baru memahaminya. “Pantas saja reputasi Keluarga Bina di Kota Atria begitu tinggi. Ternyata mereka sudah berkontribusi begitu banyak untuk masyarakat Kota Atria.”“Kalau bicara soal apa yang sudah dilakukan Keluarga Bina untuk penduduk Kota Atria, semuanya sudah tidak terhitung lagi!” Lovin berkata dengan tersenyum, “Waktu aku SMP dulu, ayahku dipindahkan tugas ke Kota Atria selama tiga tahun. Aku menghabiskan waktu tiga tahun masa SMP-ku di Kota Atria. Aku juga seringkali mendengar cerita tentang Keluarga Bina. Pokoknya, di hati masyarakat Kota Atria, posisi Keluarga Bina itu tinggi

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2625

    Usai berbicara, Jane memalingkan kepalanya untuk bertanya pada Morgan, “Ganteng, pergi bersama kita, ya.”Belum sempat Morgan membalas, Julia berkata, “Morgan, kamu pergi bersama mereka sana. Aku juga akan merasa lebih tenang kalau ada kamu.”Morgan mengangguk. “Oke.”Jane menoleh untuk bertanya kepada Theresia lagi, “Theresia, apa kamu mau ikut?”Theresia berpikir sejenak, kemudian membalas, “Nggak, deh. Nanti sore aku mau temani Bibi Julia.”Morgan menurunkan kelopak matanya sembari menyantap makanan. Tidak terlihat ada yang aneh dengan ekspresinya.“Tidak usah temani aku. Pergi main sana. Jarang-jarang kamu bisa jalan-jalan,” ucap Julia dengan tersenyum.Lovin juga berkata, “Iya, pergi bareng sana. Nanti sore, mungkin Bu Julia mau beri pelajaran tambahan kepada anak-anak. Kalau kamu tinggal di sini, tidak ada yang menemanimu.”Kali ini, Theresia baru mengangguk. “Oke!”Morgan meletakkan sumpitnya. “Aku sudah selesai makan. Aku pergi telepon dulu. Beri tahu aku setelah kalian selesai

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status