Mated in the Shadow of Betrayal

Mated in the Shadow of Betrayal

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-20
Oleh:  Lady GwenOngoing
Bahasa: English
goodnovel16goodnovel
9.4
37 Peringkat. 37 Ulasan-ulasan
206Bab
42.3KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

To avoid a brutal war, the alpha of Blue Ridge Pack reluctantly agrees to an arranged marriage between his beta's daughter Piper and his enemy's son. His son, Xander, learns of his plan to sacrifice Piper and helps Piper run away. Xander makes her promise to stay hidden until she finds and marks her destined mate. A few years later, after she turns 20 and is able to identify her mate, Piper begins to struggle with stomach pain. She assumes that the pain is caused by the herbs she is taking to mask her identity. Unfortunately, Piper's world crushes down around her when she discovers that the stomach pain is not really stomach pain at all… she is experiencing betrayal pains. The only problem? She does not know who her mate is. As the betrayal pains become more frequent and more destructive, Piper must race to find both her mate and the reason that neither he, nor she, recognize one another.

Lihat lebih banyak

Bab 1

PROLOGUE

Angin berhembus lembut di antara pepohonan pinus yang menjulang tinggi, menggoyangkan dedaunan seperti melodi lembut. Di tengah hutan, sebuah dojo kecil berdiri kokoh, tempat di mana para murid berkumpul untuk mengasah kemampuan bela diri mereka. Di sinilah Xiao Feng berlatih, di bawah bimbingan Shifu Yan, seorang guru yang dihormati dan bijaksana. Dengan tatapan penuh harapan, ia memfokuskan diri pada gerakan-gerakan yang diajarkan.

Hari itu, pelatihan terasa berbeda. Ada ketegangan di udara, seolah-olah alam merasakan peristiwa yang akan datang. "Feng, ingat, kekuatan bukan hanya berasal dari fisik, tetapi juga dari dalam diri," suara Shifu Yan mengalun lembut namun tegas, mengingatkan Xiao Feng untuk selalu memperhatikan keseimbangan antara kekuatan dan ketenangan dalam hidupnya.

Pemuda itu tersenyum tipis sebelum akhirnya menjawab. "Ya, Shifu," jawab Xiao Feng, sambil mengatur napasnya. Dengan keahlian yang terasah, ia melanjutkan gerakan pedangnya, menghindari bayang-bayang yang seolah mengintai di sekelilingnya. Namun, meski ia berusaha keras, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Seakan ada sesuatu yang buruk akan segera terjadi.

Beberapa saat berlalu hingga akhirnya menjelang malam, langit mulai gelap, dan bintang-bintang bersinar dengan samar di balik awan. Xiao Feng duduk di tepi danau kecil di belakang dojo, salah satu tempat yang bisa menenangkan hati pemuda itu dengan merenungkan nasib dan impiannya. "Apa yang akan terjadi jika aku tidak bisa menjadi pendekar seperti yang diharapkan Shifu?" pikirnya.

Namun tiba-tiba, suara langkah kaki menghentikan lamunannya. Dari bayang-bayang pohon tidak jauh dari tempatnya, muncul dua sosok mengenakan jubah hitam. Mereka berjalan sangat cepat, seolah memiliki tujuan tertentu. Hal itu membuat Xiao Feng merasakan ada sesuatu yang tidak beres akan segera terjadi. Intuisi sebagai seorang pendekar muda memberitahunya bahwa kedatangan mereka bukanlah hal baik.

Tanpa berfikir panjang, ia segera berlari menuju dojo untuk memperingatkan Shifu Yan. Namun, saat ia sampai, pintu dojo terbuka lebar dan ia mendapati pemandangan yang membuat hatinya tercekat. Suatu pemandangan yang tidak ia harapkan sama sekali. Shifu Yan tergeletak di tanah, dikelilingi oleh sosok-sosok bertopeng yang sedang melancarkan serangan. Xiao Feng membuka matanya dengan lebar, mulutnya bergetar hebat, ia ingin menangis saat itu juga. Tetapi suara itu terhenti di tenggorakkan "Shifu!" teriaknya, suaranya pecah oleh ketakutan.

Dengan keberanian yang tersisa, Xiao Feng melompat masuk, bersiap menghadapi musuh yang tak terduga tersebut. Ia meraih pedangnya dan berlari menerjang. Namun, serangan mereka terlalu cepat, dan dalam sekejap, satu dari mereka mendorongnya ke tanah, membuatnya kehilangan kendali. "Kau hanya anak kecil yang berani," cemooh salah satu dari mereka. "Jangan menghalangi kami!" ujar salah satu dari pria tersebut sambil menunjuk ke arah Xiao Feng.

Dengan perasaan yang campur aduk, Xiao Feng berjuang bangkit, matanya terfokus pada gurunya yang terluka parah. Rasa sakit di dadanya semakin mendalam akibat serangan barusa, terlebih dengan keadaan gurunya yang semakin parah. Ia tahu, ini adalah ujian terberat dalam hidupnya. Dengan semua tenaga yang tersisa, ia melawan, mengandalkan pelajaran yang telah diajarkan Shifu Yan.

Ia berlari sembari memegang pedangnya Kembali, berharap ia bisa memberikan satu tebasan saja terhadap musuh yang berada didepannya, “Terima ini…” pekik Xiao Feng. Namun, dengan sekali gerakan, musuh dapat mengatasi hal itu dengan sangat mudah bahkan salah satu pria tersebut memberikan tendangan keras tepat mengenai dada Xiao Feng. Dengan serangan musuh terlalu kuat itu, membuat Xiao Feng merasa terdesak.

Namun tiba-tiba, suara gemuruh menggema di langit, dan kilatan petir menyambar. Salah satu sosok bertopeng terjatuh, terkejut oleh suara tersebut. Hal itu membuat celah, hingga akhirnya Xiao Feng memanfaatkan kesempatan itu, ia menyerang, mengayunkan pedangnya kembali dengan segenap kekuatan. Namun, serangan itu belum cukup untuk memberikan luka gores kecil di tubuh musuh yang kembali berdiri dengan cepat. Tentu saja, musuhnya memiliki kekuatan besar dan keberanian hampir tak terbatas. Kejadian barusan bukan karena sesuatu penjahat itu takut, melainkan hanya terkejut.

Gurunya yang masih sadarkan diri segera berteriak, ketika melihat muridnya terjatuh untuk kedua kali. "Feng, jangan!" teriak Shifu Yan dengan suara lemah, namun penuh ketegasan. "Lari! Mereka bukan lawanmu!"

Akan tetapi, kata-kata itu terlambat. Xiao Feng terlalu terperangkap dalam perasaannya. Ia tidak bisa meninggalkan gurunya. Dalam sekejap, dia mengayunkan pedangnya lagi, tetapi sebuah tendangan menghantam tubuhnya, membuatnya terjatuh kembali.

Pemuda itu meringis kesakitan, bahkan ia sempat memuntahkan darah dari dalam mulut dan saat ia terbaring di tanah, pandangannya mulai kabur. Dalam keputusasaannya, ia melihat Shifu Yan berjuang melawan musuh-musuhnya kembali. Dengan setiap gerakan, ia menyaksikan sang guru mempertaruhkan segalanya untuk melindunginya. "Jangan biarkan mereka mengalahkanmu, Shifu!" teriak Xiao Feng, suaranya dipenuhi dengan air mata.

Namun, semua usaha Shifu Yan sia-sia. Dalam satu Gerakan terakhir, salah satu musuh melayangkan serangan mematikan, dan dalam sekejap, Xiao Feng menyaksikan darah segar menyembur dari tubuh Shifu dengan pedang tertancap tepat di dadanya. Suara teriakan memecah kesunyian malam, dan tubuh Shifu Yan terjatuh ke tanah, tidak bergerak. Ia telah mati.

Xiao Feng menangis sejadi-jadinya, dunia seakan mulai runtuh di sekeliling Xiao Feng. Rasa kehilangan dan kemarahan membakar dalam dirinya. Dengan satu gerakan, dia berusaha bangkit, meski lututnya bergetar dengan hebat. Ia mengumpulkan semua keberanian yang tersisa. "Aku tidak akan membiarkan kalian lolos!" teriaknya, suaranya bergema di hutan yang sunyi.

Namun semua harapannya sirna saat salah satu musuh meraih pedang Shifu yang tertancap di dada Sang guru dan mengarahkannya tepat ke arah Xiao Feng. "Kau harus belajar untuk melepaskan," ucap pria tersebut. Senyum sinis di wajah pria itu tampak jelas, menggambarkan sesuatu yang membuat Xiao Feng ingin mengutuk pria itu. Hal tersebut membuat Xiao Feng murka akan tetapi ia tidak berdaya, hingga dalam sekejap, Xiao Feng merasakan kegelapan menutupi pandangannya. Ia terjatuh, tidak tahu apakah ia akan bangkit lagi atau menutup mata untuk selamanya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Peringkat

10
89%(33)
9
0%(0)
8
3%(1)
7
0%(0)
6
5%(2)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
3%(1)
1
0%(0)
9.4 / 10.0
37 Peringkat · 37 Ulasan-ulasan
Tulis Ulasan

Ulasan-ulasanLebih banyak

kiwi.dragon
kiwi.dragon
Damn, I do hope all is well with the author since the last "chapter" (201) talks about how 2024 has and is being a b!tch of a year. I love the story and love how it connects with "Mated In The Shadow Of My Sister" so really, REALLY hope this novel gets finished ...
2025-10-07 17:24:08
2
0
Leah Andrea Hender
Leah Andrea Hender
Hope you’re ok Lady Gwen. Checking in once in a while to see if you are back on updates. Love your stories. Best I’ve read on here. Be well!
2025-04-01 10:09:20
8
0
Irene
Irene
201 chapters as of 24 February 2025.
2025-02-24 13:47:59
2
2
hollymv8891
hollymv8891
Hope you're okay. That's all I want to know.
2024-12-09 02:20:47
3
0
Lisa Anderson
Lisa Anderson
What’s up? No updates for almost a month. Getting notices that there are updates and then no
2024-11-19 22:30:37
3
0
206 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status