로그인Anna dan David baru saja mengakhiri acara resepsi mereka. Setelah berpamitan dengan keluarga, Anna dan David menuju hotel yang sudah disediakan oleh venue sebagai bagian dari rangkaian acara pernikahan mereka.
Begitu sampai hotel, mereka disambut oleh resepsionis dan menerima kartu akses kamar hotel mereka. David mengikuti Anna dan membiarkan Anna berjalan di depan nya. David memandangi punggung indah Anna yang terbalut dress biru muda dengan punggung nya yang dibiarkan terbuka. Anna berjalan santai, sejujurnya Anna berdebar. Ia akan sekamar dengan pria yang seharusnya menjadi kakak ipar nya. Sampai detik ini, mungkin hanya 3 sampai 4 kalimat yang Anna dengar dari David. Anna membuka pintu kamar dengan pelan, ia memandangi suasana romantis dengan sendu. Seharusnya ini menjadi malam indah nya dengan Kevin, namun ia terjebak dengan pernikahan yang ia sendiri belum tahu akan menjadi seperti apa. "Saya mandi duluan." Ucapan David membuyarkan lamunan nya. Anna memutuskan untuk menghapus riasan wajah nya selagi menunggu David mandi. Begitu David selesai, Anna mengambil baju tidur dan handuk dari koper nya. Di kamar mandi, Anna kesulitan membuka resleting gaun nya, bagian punggung yang terbuka separuh, membuat resleting nya sulit dijangkau. Anna berusaha keras meraihnya hingga ia terjatuh. Brug! "Anna?" David mencoba membuka pintu kamar mandi namun terkunci. "Kamu gak apa-apa?" Anna tak menjawab, ia masih mencoba meraih resleting gaun nya namun ia tetap gagal. Anna membuka pelan pintu kamar mandi, dan berjalan keluar. "Kamu belum mandi?" tanya David. David memandang Anna yang diam, namun wajah nya penuh keringat. "Saya boleh minta tolong?" tanya Anna. Anna pun menjelaskan kesulitannya pada David. David berdiri di belakang Anna dan memindahkan rambut Anna ke samping pundak nya. Ia melihat punggung Anna yang ramping dan mulus. Dengan perlahan, ia meraih resleting gaun Anna dan menariknya turun hingga ke pinggang. David menelan ludah nya susah payah. Anna melihat nya dari pantulan cermin, David meraih bagian gaun di pundaknya, dan menurunkan nya hingga gaun Anna seluruhnya terbuka dan tergeletak di lantai. Dari cermin di depan nya, David bisa melihat seluruh tubuh indah Anna yang hanya terbalut pakaian dalam. David menyentuh punggung Anna perlahan. Anna bergetar. Ada rasa panas di perutnya. Ia tidak mengerti, namun ia tidak menolak sentuhan David. Ketika akhirnya David berhasil melepas bra nya, David terpana dengan keindahan di depan nya. David menyentuh bagian samping gundukan indah itu perlahan, Anna menahan desahan nya. David mencium pelan pundak Anna, melihat perempuan cantik itu memejamkan mata nya dari pantulan cermin. Keindahan itu, David tidak tahan untuk tidak menyentuh nya. Jemari David berselancar ke tubuh Anna, dan sampai pada puncak dada Anna. Ia menyentuhnya dan sedikit memelintir kuncup indah itu. Anna mendesis. Ia menginginkan lebih. David menginginkan lebih. "Buka mata kamu, Anna." perintah David. David memastikan Anna mengikuti kemana jemari David menyentuh tubuh nya. Tanpa susah payah, David berjongkok dan meloloskan celana dalam dari kaki Anna. Ia berdiri dan melebarkan kaki Anna. Tangan kekar David melingkari paha Anna dan menyentuh pelan pangkal nya. Anna kembali memejamkan mata nya, menikmati sentuhan lembut pada kacang di inti nya. "Jangan merem Anna, buka mata, kamu harus lihat betapa cantiknya kamu sekarang." Anna membuka mata nya, tatapan nya bahkan tidak tertuju pada wajah nya, ia menatap jemari David di pangkal paha nya, menatap setiap sentuhan yang membuatnya bergetar hebat saat mencapai puncak. David menjilati jemari nya yang basah karena Anna. Anna membalikan tubuh nya dan mencium David. David menyambut ciuman itu dan membalasnya. "Boleh saya meminta lebih?" Anna mengangguk. David membaringkan Anna di ranjang mereka yang dipenuhi taburan mawar khas ranjang bulan madu. David membiarkan mawar mawar kecil berada di atas tubuh Anna, membuat tubuh itu terlihat semakin indah. David mencoba menyatukan mereka, namun Anna menahan tubuhnya. David menatap Anna yang terlihat menahan sakit. "Ini kali pertama?" Anna mengangguk pelan. David terkejut karena tak menyangka Anna belum pernah tersentuh. David merengkuh tubuh Anna pelan dan memeluknya. "Kita bisa lakukan nanti kalau kamu takut." Usapan David di punggung nya membuat Anna merasa tenang. "Tidak, ayo lakukan sekarang." "Kamu yakin?" Anna mengangguk. David meraih wajah Anna dan mencium nya, ciuman itu berlanjut ke leher dan tulang selangka Anna. Anna menahan desahan nya. "Gak perlu menahan diri Anna." Desahan itu pun lolos dari mulutnya. Sentuhan sentuhan David membuat nya melayang. David kembali mencoba menyatukan mereka, mencoba dengan pelan hingga kejantanan nya mengoyak mahkota Anna. Anna meringis kesakitan, ada air mata yang mengalir dari mata Anna. Anna memeluk punggung David sangat erat. David mencium Anna, dan mengusap air mata nya, mencoba membuat perempuan itu rileks, ketika Anna mulai terbiasa dengan nya, David menggerakan pinggul nya perlahan. Anna mendesah pelan. Ketika David yakin Anna sudah menikmatinya, ia tidak lagi menahan diri. Ia mulai mempercepat tempo nya. Desahan desahan kedua nya terus menggema di kamar hotel. David tidak membiarkan dua lemak bulat di dada Anna menganggur, ia menjilat dan menyesap buah cantik itu. Matanya menatap Anna dalam. Anna terbuai. Ia memejamkan matanya. Semakin lama, tubuh Anna bergetar, di bawah, kejantanan David merasakan getaran itu, ia merasa seperti diremas kenikmatan. Tak lama, ia pun mencapai puncaknya. Bersamaan dengan itu, David mencium Anna lalu melepaskan diri dari Anna. Ia melihat noda darah di alas tidurnya, dan merebahkan diri di samping Anna. Tubuh Anna yang penuh keringat membuatnya semakin cantik. David memperhatikan Anna yang terlelap. Ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. Lalu, mengambil handuk kecil dan merendam nya dalam air hangat, ia membersihkan inti Anna yang ternodai cairan cinta mereka dan darah. Anna merasakan itu, namun mata nya terlalu lelah sehingga ia membiarkan David. Pagi hari nya, Anna terbangun dengan seluruh tubuh yang terasa sangat pegal, bahkan ia sulit berjalan karena rasa nyeri di bagian inti nya. Ia melihat David yang masih terlelap di samping nya, membiarkan laki-laki itu tetap tertidur. Anna membuka ponsel nya, banyak sekali ucapan selamat yang ia terima, ia membalas nya satu per satu. Anna mengernyit ketika melihat ada satu pesan yang belum ia buka dari Kevin. Ketika pesan itu dibuka, ia melihat Fanny dengan posisi menungging mendapat penetrasi dari Kevin. Foto yang jelas diambil dari sudut pandang Kevin. "Harusnya kamu yang aku tunggangi malam ini." Anna menutup pesan itu dengan perasaan jijik. "Orang gila!" ujar nya. Anna merasa lapar, namun ia tidak sanggup berjalan dengan nyeri yang ia rasakan. Ia menelepon staf hotel dan meminta beberapa menu sarapan untuk diantarkan ke kamar nya. Selagi menunggu, Anna memutuskan untuk mandi. Begitu selesai mandi, Anna melihat David yang sudah terbangun sedang membuka ponsel nya. Anna yang tadinya hendak berpakaian di kamar, akhirnya memutuskan untuk membawa pakaian nya ke kamar mandi. "Disini aja, saya udah liat semua nya." Anna terdiam kikuk. David mendekati Anna dan menyentuh bagian sensitif Anna, menggesekan telunjuk nya di inti Anna, Anna mendesah. David menjilati jari nya dan berlalu ke kamar mandi. Membuat Anna terkejut dan heran dengan yang baru saja terjadi.Kevin duduk di salah satu ruangan VIP, ia menunggu kedatangan seseorang bernama Kenzo, ditemani alkohol yang sudah hampir habis setengah botol, ia menikmati kuluman lidah perempuan panggilan nya.Kevin mencapai puncak nya begitu Kenzo masuk."Wow bro, udah nyampe aja?" goda Kenzo.Kevin terkekeh, ia mengirim sinyal pada perempuan panggilan itu untuk mendatangi Kenzo, namun Kenzo menolak nya."Ngga dulu."Perempuan itu keluar dari ruangan VIP setelah membereskan posisi pakaian seksi nya."Lo bawa barang nya?" tanya Kevin.Kenzo mengeluarkan beberapa pack 'obat' dari kantong nya."Rencana mau lo sebar dimana?" tanya Kenzo.Kevin pun menceritakan rencana nya untuk membawa 'obat obat' itu dan menyebarkan nya di Sha Bar."Itu bukan nya Bar punya abang lo?" tanya Kenzo."Bener.""Bukan nya Bar itu bener bener ngelarang ada 'obat' ya, bisa kena masalah besar kalau ketauan"Kenzo pun mengutarakan keberatan nya jika barang barang yang ia jual tersebar di Bar milik David dan Axel. Ia benar bena
Axel mencium bibir Lula dengan penuh gairah. Lula yang awal nya terkejut, perlahan mengimbangi permainan Axel.Axel meremas dada Lula sehingga perempuan itu melenguh pelan, lalu meraih jemari lula ke selangkangan nya."Apa menurut kamu saya masih gay?"Lula terkejut dengan ukuran batang Axel yang bahkan belum tegak sempurna, tangan mungil nya tidak mampu menggenggam seluruh batang Axel. Axel menggerakan jemari Lula agar meremas batang nya. Desahan lolos dari mulut Axel.Axel menggendong Lula ke sofa, ia merebahkan perempuan itu dan menarik pinggul nya. Dengan tergesa, ia membuka resleting jeans Lula dan menarik celana itu keluar dari kaki jenjang Lula.Axel menatap lembah yang masih terbungkus celana dalam hitam itu, terlihat ada noda basah di permukaan nya, menandakan Lula sudah terangsang sejak tadi.Axel menatap Lula, mencari tanda penolakan dari perempuan itu, namun yang Axel dapat hanya tatapan sayu Lula. Melihat itu, Axel tak lagi menahan diri.Dengan kaus yang masih terpasang,
Desahan David dan Anna memenuhi kamar. Sepulang dari Bali, David langsung memboyong Anna kembali ke apartement nya.Begitu memasuki apartment, David mengangkat Anna ke pangkuan nya. Ia sudah merindukan bibir manis Anna.Ciuman ciuman itu semakin memanas, lengan kekar David tak bisa diam, jemari nya mulai menyentuh puncak dada Anna dan meremas nya.Semakin lama, ia menjadi semakin rakus, kini mulut nya yang bermain dengan puting Anna. Payudara itu semakin besar saat Anna mulai mengandung.David membuka lebar paha Anna, menarik pelan dalaman yang mengganggu pemandangan.Anna menikmati itu, melihat David menjamah nya membuat Anna semakin panas.Jemari David kini bergerilya di dalam lembah manis Anna, lidah nya pun tak mau kalah. Anna tidak bisa menahan desahan nya, pinggul nya kini ikut bergoyang bersama lidah David."Ahhhh iya disitu, sayangg."Mulut David kini dipenuhi cairan kenikmatan yang Anna keluarkan saat mencapai puncak. David mencium Anna, agar wanita itu tau rasa madu alami da
Rangkaian acara grand opening bar kini selesai, tidak ada masalah di hari ke dua dan ke tiga. Kini bar mulai beroperasi secara full."Bram, apa gak masalah kita punya barista perempuan?"Alis Bram menukik, ia bingung, karena biasa nya Axel tidak memperdulikan hal seperti itu."Gak masalah lah, perempuan jaman sekarang banyak yang jago lah urusan begitu.""Maksud gue, perempuan pulang pagi buta tiap hari. Apa gak masalah?"Kini Bram dan David benar benar menaruh perhatian sepenuh nya pada Axel. Ini hal langka."Kok lo concern banget kayaknya?" tanya David."Ya gak gitu, khawatir aja.""Nah itu! Lo gak biasa khawatir sama perempuan sampe begitu, apalagi cuma pegawai." ujar BramAxel pun terdiam, kini ia mulai mencerna kalimat Bram. Ia jadi bingung sendiri, karena sebelum nya tidak pernah peduli dengan perempuan perempuan yang ia kencani, apalagi tak dekat.Tak lama, Karina datang menghampiri ketiga laki laki yang tengah berkumpul itu."Boleh saya pinjam Bram?"Axel dan David menatap Bra
Grand opening Bar milik Axel dan David kini sedang berlangsung.Hari pertama Bar dengan nama Ace Bar berlangsung meriah. Banyak influencer lokal yang menghadiri undangan dan membuat konten. Malam ini, bintang tamu yang mengisi acara adalah DJ terkenal ibu kota.Informasi tersebar cepat, bahkan belum satu jam, kini bar dipadati pengunjung.David meminta security bekerja lebih keras dan cekatan. Jangan sampai ada kericuhan apalagi obat obatan terlarang tersebar di bar.Bram datang dengan Karina."Xel, ini Karina.""Rin, ini Axel. Salah satu pemilik bar ini, selain David.""Salam kenal."Kedua nya bersalaman dan berbincang bersama sebentar. Tidak ada interaksi lebih. Karina secara terang terangan lebih suka mengobrol dengan Bram, bahkan kini mereka sudah mengelilingi Bar untuk melihat lihat."Tumben gak lo godain." ujar David."Gak lah, gue gak doyan gebetan temen.""Bagus deh."Axel mengajak David ke ruangan vip untuk sedikit minum dan bersantai. Ketika perempuan perempuan mulai berdata
David berangkat menuju bandara dengan Axel setelah mengantar Anna ke rumah Kamila. Perempuan itu tadi menangis karena tidak mau ditinggal setelah seminggu penuh berkata ia akan baik baik saja dengan percaya diri."Kenapa gak diajak?" tanya Axel."Dia lagi hamil, bro. Lingkungan bar gak friendly banget buat dia untuk saat ini."Axel pun mengangguk mengerti. Kini, mereka menunggu pesawat untuk take off dalam 10 menit.Saat tiba di Bali, Bram sudah datang untuk menjemput mereka. Axel dan Bram pun berpelukan. Begitu pun dengan David."Gue pesenin hotel yang kemarin."David pun mengiyakan. Sebelum ke hotel, Axel meminta melihat bar sebelum grand opening."Bener bener sesuai ekspektasi gue. Good job, guys."Bram mengangguk."Undangan udah disebar ke beberapa influencer lokal.""Gimana Karina? Udah di undang?"Bram mengangguk, ia sudah mengirimkan undangan grand opening bar kemarin."Siapa Karina?" tanya Axel."Yang jual gedung ke kita.""Dari nama nya, kayaknya orang nya cantik.""Memang."







