공유

Menikahi Calon Kakak Ipar
Menikahi Calon Kakak Ipar
작가: Ashbeeryl

Bab 1

작가: Ashbeeryl
last update 게시일: 2026-03-03 13:32:08

Anna sedang dalam perjalanan menuju butik tempat nya membuat gaun pengantin. Hari ini adalah jadwal nya fitting gaun gaun untuk pernikahan nya.

Anna mencoba menelepon Kevin, tunangannya itu belum juga mengangkat telepon meskipun Anna sudah meneleponnya berkali-kali. Anna akhirnya memutar balik mobilnya dan menuju apartment Kevin.

Saat memarkirkan mobil nya di basement, ia melihat mobil tunangannya terparkir.

Anna pun memasuki lift dan menekan tombol 6, lantai dimana apartment Kevin berada.

Tanpa basa basi Anna menekan pin pintu apartment Kevin. Saat membuka nya, ia melihat pakaian pakaian yang berserakan, pakaian Kevin dan pakaian wanita. Jantungnya mulai berdebar, telinga nya mendengar desahan desahan yang bersautan.

"Ahhh.. Terus sayang."

Anna bergidik jijik. Anna membuka ponselnya dan mulai merekam.

"Sayang, lebih enak aku atau Anna? Hmmm?"

"Kamu, kamu lebih enak sayang. Anna jual mahal, no sex before marriage katanya. Ahhhh padahal sex seenak ini."

Anna membuka pintu kamar Kevin, ia terkejut melihat perempuan yang sedang menunggangi Kevin adalah Fanny, sahabatnya!

Kedua pasangan yang sedang bersilaturahmi kelamin itu pun terkejut.

"Anna?" ucap Kevin.

Anehnya, Fanny terus bergoyang di atas Kevin dan berdesah. Ia seolah menikmati kegiatan panas itu diketahui Anna.

"Selesaikan. Aku tunggu di luar."

Anna menutup kembali pintu itu. Kevin berusaha melepaskan Fanny, namun Fanny mencegahnya.

"Ayo selesaikan, sayang. Tanggung. Sedikit lagi aku sampe puncak."

"Ahhh.."

Kegiatan mesum itu berakhir 15 menit kemudian, keduanya keluar kamar dengan pakaian lengkap. Anna terlihat santai, meskipun ia ingin sekali mencakar wajah keduanya.

"Anna?" panggil Kevin.

Anna bergeming, ia memandang Fanny yang berjalan santai menuju dapur dan membuka kulkas. Ia mengambil tiga minuman kaleng, lalu melemparkannya pada Anna dan Kevin. Kevin menangkap minuman itu, namun Anna tidak, ia membiarkan kaleng minuman itu terjatuh dan tergeletak di kaki nya.

Fanny menertawakan itu dan duduk di samping Kevin. Anna muak melihat keduanya, bahkan sangat mual mencium bau sisa sisa percintaan mereka.

"To the point aja, aku mau pernikahan kita batal!"

"Gak bisa Anna, ayah kita terlibat disini, perusahaan dipertaruhkan juga. Kamu yakin bisa handle gagalnya kerja sama perusahaan kita?"

Anna bergeming. Dalam hatinya, ia mengutuk Kevin.

"Gimana kalau kita lanjutkan aja, oke? Lusa kan ada pertemuan keluarga, kita tetep bermesraan kaya biasa nya."

Kevin mengelus paha Fanny, Anna melihatnya dan tersenyum sinis. Anna bangkit dari duduknya dan berjalan keluar apartment.

"Kamu gak lupa, kan? Kamu yang butuh kerja sama ini, bukan aku!" ucap Anna sembari menutup pintu dengan kencang.

Anna menangis di lift, Anna jelas merasa dikhianati, bagaimanapun, Anna sudah bersama Kevin selama 4 tahun, ia mencintai laki-laki brengsek itu. Dan Fanny, sahabatnya sejak SMA. Anna benar-benar tidak menyangka dikhianati orang yang ia percaya.

Saat keluar lift, Anna berpapasan dengan David, kakak Kevin.

"Kamu kenapa?" tanya nya.

Anna diam, ia kaget karena baru kali ini ia mendengar David bertanya padanya. Selama 4 tahun bersama Kevin, Anna hanya beberapa kali bertemu David, dan hampir tidak pernah berinteraksi bahkan saling senyum.

"Kamu... Sudah tahu?"

Anna menatap David dengan penuh rasa penasaran. Apakah David juga mengetahui soal Kevin dan Fanny?

Anna mengangguk pelan.

"Batalkan saja pernikahan kalian."

David menaiki lift dan berlalu meninggalkan Anna yang masih belum bisa mencerna semua yang terjadi padanya.

Dua hari kemudian, keluarga Anna dan Kevin mengadakan pertemuan. Kedua pihak keluarga belum tahu soal Anna yang akan mengakhiri rencana pernikahan ini. Orang tua Anna, Budi dan Kamila, masih mengobrol hangat dengan orang tua Kevin, Hasan dan Retno.

Anna memperhatikan David yang kali ini turut hadir di acara pertemuan, lalu perhatiannya beralih pada Kevin yang tersenyum manis seolah tidak terjadi apa-apa. Ketika Event Organizer mencoba memberi gambaran tentang bagaimana acara akan dilaksanakan, perwakilannya memutarkan video.

"Ahhh.. Terus sayang."

"Sayang, lebih enak aku atau Anna? Hmmm?"

Kini, semua mata membelakak melihat video yang menampilkan adegan panas Kevin dan Fanny.

"Apa apaan ini?"

Budi membentak Kevin. Kamila langsung memeluk Anna dan mengusap bahu nya pelan.

"Anak kurang ajar!"

Hasan menampar keras pipi putra keduanya itu. Retno berteriak histeris. Keadaan berubah chaos.

Anna menatap David yang sedang menatap ke arah nya. David jelas tahu, Anna lah yang bertanggung jawab atas video itu.

"Saya mau pernikahan ini dibatalkan!" ujar Kamila.

"Saya rasa kesepakatan antara perusahaan kita pun sebaiknya tidak perlu dilanjutkan!" tambah Budi.

Hasan membujuk Budi agar tetap berinvestasi pada perusahaan nya, namun Budi tetap bersikeras menolaknya. Hasan memaki Kevin, Kevin pun mulai mengamuk mencari tahu siapa yang menayangkan video itu. Kevin menatap Anna nyalang.

"Kamu yang rekam video itu, kan?"

Kevin hendak menghampiri Anna, namun David menghentikan nya dan menarik Kevin.

"Anna, apa kamu mau menikah dengan saya?" tanya David.

Semua orang di sana terkejut. Kevin memukul keras wajah David.

"Brengsek! Lo gila, bang?"

"Saya cukup waras. Dan lagi, saya tidak sedang dalam posisi berselingkuh."

Kevin terdiam.

"Sudah cukup! Hentikan kegilaan ini!" ujar Kamila.

"Bu Kamila, apa tidak tergesa-gesa membatalkan pernikahan yang sudah dirancang jauh-jauh hari?"

Pertanyaan yang cukup bodoh, Kamila memalingkan wajahnya kesal.

"Pernikahan saya dengan Kevin batal, saya akan menerima lamaran David."

"Anna!" teriak Budi.

"Anna yang bener aja, David bahkan gak suka sama kamu!" ujar Kevin.

"Anna, mama tau kamu shock, tapi lebih baik batal menikah dari pada salah menikahi orang, nak." ujar Kamila.

Anna menatap David, ia tidak bisa menebak isi fikiran laki laki yang berusia 6 tahun di atas nya itu. Namun, entah kenapa, Anna merasakan aura David.

"Pernikahan akan tetap dilakukan, tapi saya menikah dengan David, urusan perusahaan, itu urusan papa."

"Kamu yakin, Anna?" tanya Budi.

Anna mengangguk. Kedua orang tua Anna dan David pun menerima keputusan itu. Namun, Budi tetap membatalkan investasi pada perusahaan Hasan.

Kevin mengamuk dan meninggalkan tempat pertemuan.

Pertemuan di lanjutkan dengan susunan acara yang sudah EO aturkan, dengan nama pengantin pria yang berubah.

Setelah pertemuan selesai, Anna menemui David dan menyodorkan ponselnya. David hanya diam menatap Anna.

"Tulis nomer hp."

David menuliskan nomer ponsel nya di ponsel Anna. Anna menyimpan nya.

"Setelah ini apa?" tanya Anna.

"Ya menikah."

David beranjak pergi meninggalkan Anna, David menyunggikan sebuah senyuman kecil, yang tidak terlihat oleh siapa pun.

Dua minggu kemudian, Pernikahan Anna dan David dilangsungkan di venue yang sama dengan yang harusnya menjadi tempat Anna dan Kevin menikah.

Kevin memperhatikan Anna dengan David yang terlihat serasi di pelaminan dengan perasaan kesal, ia bahkan tidak menghiraukan Fanny yang berada di sebelahnya.

Gunjingan gunjingan datang dari kerabat Anna dan Kevin, menyaksikan Kevin yang datang membawa perempuan selingkuhan nya ke pernikahan Anna dan David.

"Kok mau ya selingkuh sama cewek itu? Padahal mbak Anna cantik banget, pinter, kaya."

"Eh kata nya perempuan itu sababat mbak Anna lho."

"Hah? Gila banget! Mana video wikwik nya tersebar"

"Dih jijik banget."

Fanny mendengar itu semua.

"Vin, kok kamu diem aja sih denger mereka ngegunjing aku begitu?" rutuk Fanny.

"Kan emang bener"

Kevin berlalu dari tempatnya, ia jengah melihat Anna dan David, ia memutuskan pergi dari sana. Fanny mengikuti Kevin dan menaiki mobilnya.

"Kamu mau kemana sih?"

"Cari hotel."

Fanny tersenyum dan menyandarkan kepala nya pada pundak Kevin.

Begitu check in di sebuah hotel dan memasuki kamar nya. Kevin mencium Fanny dengan penuh nafsu, ia bahkan membuka paksa gaun yang sedang Fanny kenakan. Namun, Fanny menikmati itu. Desahan desahan terus keluar dari bibir nya.

Kevin meraba inti Fanny dan menggesekan jemari nya disana. Setelah cukup basah, Kevin membuat Fanny menungging dan menyatukan keduanya.

Fanny terus mendesah, namun Kevin membayangkan dirinya menggagahi Anna.

"Ahh sempit."

"Terus sayang."

Kevin terus memompa Fanny dan ejakulasi di dalam Fanny. Namun, Fanny tidak khawatir karena sudah rutin minum pil KB.

Fanny meraba dada Kevin yang merebahkan diri di sampingnya.

"Sayang, aku butuh baju baru.."

Kevin membuka ponselnya dan mengirimkan sejumlah uang ke rekening Fanny. Fanny menerima nya dengan senyum sumringah.

"Makasih sayaang"

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Menikahi Calon Kakak Ipar   Bab 19

    Kevin duduk di salah satu ruangan VIP, ia menunggu kedatangan seseorang bernama Kenzo, ditemani alkohol yang sudah hampir habis setengah botol, ia menikmati kuluman lidah perempuan panggilan nya.Kevin mencapai puncak nya begitu Kenzo masuk."Wow bro, udah nyampe aja?" goda Kenzo.Kevin terkekeh, ia mengirim sinyal pada perempuan panggilan itu untuk mendatangi Kenzo, namun Kenzo menolak nya."Ngga dulu."Perempuan itu keluar dari ruangan VIP setelah membereskan posisi pakaian seksi nya."Lo bawa barang nya?" tanya Kevin.Kenzo mengeluarkan beberapa pack 'obat' dari kantong nya."Rencana mau lo sebar dimana?" tanya Kenzo.Kevin pun menceritakan rencana nya untuk membawa 'obat obat' itu dan menyebarkan nya di Sha Bar."Itu bukan nya Bar punya abang lo?" tanya Kenzo."Bener.""Bukan nya Bar itu bener bener ngelarang ada 'obat' ya, bisa kena masalah besar kalau ketauan"Kenzo pun mengutarakan keberatan nya jika barang barang yang ia jual tersebar di Bar milik David dan Axel. Ia benar bena

  • Menikahi Calon Kakak Ipar   Bab 18

    Axel mencium bibir Lula dengan penuh gairah. Lula yang awal nya terkejut, perlahan mengimbangi permainan Axel.Axel meremas dada Lula sehingga perempuan itu melenguh pelan, lalu meraih jemari lula ke selangkangan nya."Apa menurut kamu saya masih gay?"Lula terkejut dengan ukuran batang Axel yang bahkan belum tegak sempurna, tangan mungil nya tidak mampu menggenggam seluruh batang Axel. Axel menggerakan jemari Lula agar meremas batang nya. Desahan lolos dari mulut Axel.Axel menggendong Lula ke sofa, ia merebahkan perempuan itu dan menarik pinggul nya. Dengan tergesa, ia membuka resleting jeans Lula dan menarik celana itu keluar dari kaki jenjang Lula.Axel menatap lembah yang masih terbungkus celana dalam hitam itu, terlihat ada noda basah di permukaan nya, menandakan Lula sudah terangsang sejak tadi.Axel menatap Lula, mencari tanda penolakan dari perempuan itu, namun yang Axel dapat hanya tatapan sayu Lula. Melihat itu, Axel tak lagi menahan diri.Dengan kaus yang masih terpasang,

  • Menikahi Calon Kakak Ipar   Bab 17

    Desahan David dan Anna memenuhi kamar. Sepulang dari Bali, David langsung memboyong Anna kembali ke apartement nya.Begitu memasuki apartment, David mengangkat Anna ke pangkuan nya. Ia sudah merindukan bibir manis Anna.Ciuman ciuman itu semakin memanas, lengan kekar David tak bisa diam, jemari nya mulai menyentuh puncak dada Anna dan meremas nya.Semakin lama, ia menjadi semakin rakus, kini mulut nya yang bermain dengan puting Anna. Payudara itu semakin besar saat Anna mulai mengandung.David membuka lebar paha Anna, menarik pelan dalaman yang mengganggu pemandangan.Anna menikmati itu, melihat David menjamah nya membuat Anna semakin panas.Jemari David kini bergerilya di dalam lembah manis Anna, lidah nya pun tak mau kalah. Anna tidak bisa menahan desahan nya, pinggul nya kini ikut bergoyang bersama lidah David."Ahhhh iya disitu, sayangg."Mulut David kini dipenuhi cairan kenikmatan yang Anna keluarkan saat mencapai puncak. David mencium Anna, agar wanita itu tau rasa madu alami da

  • Menikahi Calon Kakak Ipar   Bab 16

    Rangkaian acara grand opening bar kini selesai, tidak ada masalah di hari ke dua dan ke tiga. Kini bar mulai beroperasi secara full."Bram, apa gak masalah kita punya barista perempuan?"Alis Bram menukik, ia bingung, karena biasa nya Axel tidak memperdulikan hal seperti itu."Gak masalah lah, perempuan jaman sekarang banyak yang jago lah urusan begitu.""Maksud gue, perempuan pulang pagi buta tiap hari. Apa gak masalah?"Kini Bram dan David benar benar menaruh perhatian sepenuh nya pada Axel. Ini hal langka."Kok lo concern banget kayaknya?" tanya David."Ya gak gitu, khawatir aja.""Nah itu! Lo gak biasa khawatir sama perempuan sampe begitu, apalagi cuma pegawai." ujar BramAxel pun terdiam, kini ia mulai mencerna kalimat Bram. Ia jadi bingung sendiri, karena sebelum nya tidak pernah peduli dengan perempuan perempuan yang ia kencani, apalagi tak dekat.Tak lama, Karina datang menghampiri ketiga laki laki yang tengah berkumpul itu."Boleh saya pinjam Bram?"Axel dan David menatap Bra

  • Menikahi Calon Kakak Ipar   Bab 15

    Grand opening Bar milik Axel dan David kini sedang berlangsung.Hari pertama Bar dengan nama Ace Bar berlangsung meriah. Banyak influencer lokal yang menghadiri undangan dan membuat konten. Malam ini, bintang tamu yang mengisi acara adalah DJ terkenal ibu kota.Informasi tersebar cepat, bahkan belum satu jam, kini bar dipadati pengunjung.David meminta security bekerja lebih keras dan cekatan. Jangan sampai ada kericuhan apalagi obat obatan terlarang tersebar di bar.Bram datang dengan Karina."Xel, ini Karina.""Rin, ini Axel. Salah satu pemilik bar ini, selain David.""Salam kenal."Kedua nya bersalaman dan berbincang bersama sebentar. Tidak ada interaksi lebih. Karina secara terang terangan lebih suka mengobrol dengan Bram, bahkan kini mereka sudah mengelilingi Bar untuk melihat lihat."Tumben gak lo godain." ujar David."Gak lah, gue gak doyan gebetan temen.""Bagus deh."Axel mengajak David ke ruangan vip untuk sedikit minum dan bersantai. Ketika perempuan perempuan mulai berdata

  • Menikahi Calon Kakak Ipar   Bab 14

    David berangkat menuju bandara dengan Axel setelah mengantar Anna ke rumah Kamila. Perempuan itu tadi menangis karena tidak mau ditinggal setelah seminggu penuh berkata ia akan baik baik saja dengan percaya diri."Kenapa gak diajak?" tanya Axel."Dia lagi hamil, bro. Lingkungan bar gak friendly banget buat dia untuk saat ini."Axel pun mengangguk mengerti. Kini, mereka menunggu pesawat untuk take off dalam 10 menit.Saat tiba di Bali, Bram sudah datang untuk menjemput mereka. Axel dan Bram pun berpelukan. Begitu pun dengan David."Gue pesenin hotel yang kemarin."David pun mengiyakan. Sebelum ke hotel, Axel meminta melihat bar sebelum grand opening."Bener bener sesuai ekspektasi gue. Good job, guys."Bram mengangguk."Undangan udah disebar ke beberapa influencer lokal.""Gimana Karina? Udah di undang?"Bram mengangguk, ia sudah mengirimkan undangan grand opening bar kemarin."Siapa Karina?" tanya Axel."Yang jual gedung ke kita.""Dari nama nya, kayaknya orang nya cantik.""Memang."

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status