INICIAR SESIÓNAos 21 anos de idade, Jessica Hunter se muda para ter um emprego como gerente de negócios da sua irmã, mas ela não tinha ideia do choque cultural que estava por vir. Quando o bilionário Apollo Hendrix se aproxima, ela sente-se lisonjeada, mas então Jéssica descobre que ele se interessou apenas por razões muito diferentes do que qualquer coisa ela teria imaginado. Quando as coisas tomam um rumo perigoso, Jéssica é forçada a decidir o quanto pode confiar neste homem de tirar o fôlego.
Ver másMemiliki suami yang tampan juga banyak harta warisan, lantas tidak mampu memberikan sebuah titik kebahagiaan. Terlebih lagi, jika hati sudah terlanjur dibuat kecewa.
"Kita sudah menikah, dan tidak seharusnya kau masih menyimpan isi pesan-pesan dari mantan kekasih maupun teman wanitamu!" Ucap Camelia, pada si suami yang super jelalatan itu.
"Itu hanya kenangan masa lalu, mengapa harus kau permasalahkan?" balas Veter, dengan nada tinggi dan terkesan tidak mau kalah bahkan mengaku salah.
"Sangat tidak etis bagi seorang pria yang sudah beristeri, namun masih menyimpan hal seperti ini, apalagi kau adalah suami mata keranjang!" Teriak Camelie yang sudah kepalang marah.
"Kau memang istri bodoh, sudah kukatakan semua sudah berlalu!"
"Bagaimana jika aku seperti ini, saling berbalas pesan dengan pria lain, apa kau suka, senang?"
"Silakan saja, jika ingin menurunkan harga dirimu!"
"Kau selalu beralasan seperti ini, untuk menutupi kesalahanmu. Ingat baik, apa yang sudah kau lakukan, bukan berarti aku tidak bisa melakukannya juga, bahkan lebih!"
Camelia pun masuk ke dalam kamar lain, dan mengunci pintu.
Kedua pasangan suami-istri ini sama-sama memiliki watak yang keras. Si istri sering kali mengalah, namun si suami justru hanya bisa terus menuntut ketundukan dari si istri. Sedangkan dirinya memiliki watak sikap kasar maupun tangan yang ringan tak segan-segan untuk memukul istrinya.
Memiliki istri yang berparas cantik menawan dan piawai dalam berbagai hal. Tidaklah membuat hati suami luluh dan bersikap lembut.
Akan tetapi dari setiap tindakan tentu ada dampak yang ditimbulkannya.
Ketika si istri di rumah tak dihargai, maka jangan salahkan keadaan jika diluar sana masih banyak kaum pria yang menganggumi istrimu yang telah kau sia-siakan itu.
***
Suatu saat, Veter bersama Camelie datang berkunjung ke kediaman seorang kerabat yang merupakan paman dari Veter.
Baru saja tiba di kediaman keluarga itu, Camelie dibuat terheran-heran, tatkala melihat sosok sang paman yang bagaikan pria lajang. Dari wajah, tubuh dan lainnya tak terlihat bahwa si paman ialah pria yang sudah memiliki anak berumur remaja dan beranjak dewasa.
Ah, apakah akan ada babak baru di kehidupan Camelie.
"Paman, perkenalkan ini istriku," ucap Veter dengan bangga, karena paras istrinya yang cantik menawan itu. Akan tetapi sikap manis Veter tak sesuai kenyataan ketika sedang berada di rumah maupun berdua dengan Camelie.
"Silakan masuk, Veter." Ucap Paman Elberd, dengan tersenyum ramah dan sopan.
Mereka pun berbincang kian kemari, namun dibeberapa momen, Camelie kerap kali mendapatkan tatapan berbeda dari si Uncle tampan, atau Mr. Elberd.
Sementara itu, tatapan dari sosok istri Mr. Elberd seolah mengetahui gerak-gerik dari suaminya yang sedari tadi begitu nyaman menatap ke arah Camelie.
Mulai sejak saat itu, setiap kali Camelia membuat story di sosial medianya, Uncle Elberd selalu memerhatikan Camelia, bahkan tak jarang memberikan respon positif ataupun emoticon random pada Camelie.
Sebagai wanita yang sudah memiliki suami, Camelie seolah tidak ingin merespon jauh sikap yang diberikan oleh Uncle Elberd. Namun, ketika mengingat kembali perangai buruk dari Veter, sungguh hati Camelie menjadi tak karuan.
***
Suatu malam, Cemelia baru saja menghadiri pertemuan keluarga dari suaminya, Veter. Namun karena kesibukan dari Veter, membuat Camelia harus pergi seorang diri.
"Camelie, hanya sendiri saja?" seru Uncle Elberd dari dalam mobil sport mewah miliknya.
Uncle Elbert merupakan seorang pengusaha sukses dan pemilik dari beberapa perusahaan ternama dan terkenal.
"Uncle El?" balas Camelia.
"Masuklah, Uncle akan mengantarkanmu pulang." Ucap Uncle El/ Elberd.
***
Camelia pun masuk ke dalam mobil milik Uncle El, keduanya berbincang santai sampai dititik topik pembicaraan yang cukup dalam.
Camelie tanpa sengaja mengungkapkan rasa kesalnya atas sikap Veter, karena merasa Unlce El ialah paman mereka dan tentu hal wajah jika meminta saran dari si paman tampan.
"Apakah Veter pernah memukulmu?"
"
Dengan wajah menunduk sendu, seolah membenarkan pertanyaan dari Uncle El.
"Why? Bagaimana mungkin Veter bisa bertindak seperti itu? Padahal sudah dianugerahi istri sepertimu, Camelia."
"Memangnya aku bisa apa, Uncle? Aku tak lebih dari seorang istri yang biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa dari seorang istri bagi suaminya, karena sudah mendapatkan dan terbiasa. Bukankah begitu?"
"Mungkin kau ada benarnya juga. Namun, bagi pria diluar sana entah siapapun itu, kau itu istimewa dan sangat menarik."
"Itu hanya bualan saja.. Uncle.." ucap Camelie berkilah.
"Bagaimana jika ucapanku adalah kenyataan?" Uncle El, tiba-tiba menghentikan laju mobilnya tepat di area yang cukup sepi.
"What do you want, Uncle El?"
"You're so beautiful, Camelia.." puji Uncle El, dan mendekati wajah Camelia.
Camelie yang sedang dilanda galau gulana pun tergoda hingga membalas tindakan Uncle El dengan mendekati wajah Uncle El dengan tatapan sayup.
Melihat ekspresi menggemaskan itu, Uncle El pun tak tahan untuk segera melumat bibir ranum nan seksi milik Camelia.
Akhirnya, mereka pun beradu bibir. Sebagai seorang yang sudah sama-sama sudah menikah, tentu hal ini tidaklah cukup, jika tanpa adegan tambahan mobil bergoyang.
Uncle El mencumbu Camelia dengan cukup brutal.
"Kumohon, jangan sampai meninggalkan tanda merah," ucap Camelia di sela cumbuan mereka.
Uncle El tidak membalasnya, justru semakin liar, hal itu juga membuat Camelia semakin liar. Camelia tidak ingin kalah dalam pertarungan malam ini, Camelia pun mengeluarkan skill terpendamnya.
Ketika jemari tangan Uncle merangsak masuk ke dalam celana dalam milik Camelia, Camelia pun melakukan hal yang sama pada Uncle El.
Mereka pun tiba dititik yang sudah tak sanggup untuk menahan segala hasrat itu. Uncle El membaringkan tubuh Camelia di kursi dan menggempur Camelia yang sudah kepalang basah kuyup itu.
Alhasil, adegan mobil bergoyang pun tak terelakkan lagi.
Apollo era provavelmente o bilionário mais obscuro de Los Angeles, e eu sabia que ele não gostava de usar sua influência para fazer as coisas. Mesmo assim, ele tinha feito isso por mim quando Jane foi sequestrada, e quando soube que Howard e Kimberly iriam a julgamento, ele fez novamente.E, portanto, ele quis jogar golfe com algumas pessoas importantes. Não havia muito o que se fazer, mas Apollo conseguiu que a data fosse mudada para que todos estivéssemos mais confiantes e preparados.Então, agora, estávamos no meio de setembro, e eu estava sentada na fileira atrás do promotor com Apollo de um lado e Jane do outro. Eu estava segurando a mão dele com uma mão, seus dedos se entrelaçavam aos meus, e Jane estava agarrada à minha outra. O namorado dela, Michael, estava do outro lado dela, com o braço em volta dos seus ombros. Jane era uma das pessoas mais fortes que eu conhecia, mas ela precisava do nosso apoio durante esta coisa toda.Os médicos do hospital estavam certos quando dissera
— Tudo bem?O tom do Apollo era tão enganosamente casual quanto sua pose, encostado à parede com os braços cruzados sobre o peito. Ele estava tentando fazer parecer que tudo o que aconteceu estava bem para ele. E eu poderia me apaixonar por ele.Se não tivesse ouvido sua confissão na noite passada.Eu balancei a cabeça.— Expliquei a ela o que aconteceu entre nós.Ele desencostou da parede.— E como exatamente você fez isso?Fui até ele, fechando a distância entre nós, até estarmos a poucos centímetros um do outro.— Eu não acho que é isso o que realmente você quer saber.Ele levantou uma sobrancelha.— Não é?Eu balancei a cabeça e dei mais um passo. Coloquei minha mão em seu peito e senti a batida, agora familiar, do seu coração.— Eu acho que você quer saber o que diabos vai fazer comigo. — Subi minha mão pelo seu peito até ficar em volta do seu pescoço. — O seu mundo não foi o único que virou de cabeça para baixo esta semana, Apollo.Seus olhos se arregalaram, em seguida, se estre
Empurrei de lado as emoções confusas que queriam vir à tona. Este não era o momento nem o lugar para isso. Apollo ficou ao meu lado enquanto caminhávamos em direção à recepção. Quando chegamos, ele colocou a mão na base da minha coluna.— Estou aqui para ver a minha irmã. — Eu disse para a mulher mais velha atrás do balcão. — Jane Hunter.Seus olhos se arregalaram um pouco, e eu soube que ela deveria ter ouvido sobre o que foi que aconteceu.— Claro. Os detetives disseram que você viria.Ela nos deu instruções rápidas, e nos indicou em qual porta deveríamos entrar. Teria sido fácil encontrar o quarto da Jane, mesmo se não tivéssemos tido instruções. Detetive Bison estava do lado de fora da porta ao lado de um policial.— Senhorita Hunter. — O detetive disse assim que me viu. — O médico está com a sua irmã agora, terminando algumas perguntas. — Ele olhou para Apollo. — Sr. Hendrix.— Detetive. — Apollo assentiu, mas não disse mais nada.Houve um momento de silêncio constrangedor antes
Na cabana, Apollo e eu não tínhamos realmente dormido juntos. Nós dois cochilamos um pouco depois do sexo, mas quando acordamos, voltamos aos nossos quartos separados. E eu tinha dormido bem lá, na soneca nos braços do Apollo, ou na cama do quarto de hóspedes. Porém, a noite passada eu não tive um sono tranquilo. Eu dormi profundamente, mas fui atormentada por pesadelos.Um foi sobre a Jane. Recebendo um telefonema onde os detetives diziam que era tarde demais, que eles tinham encontrado apenas o corpo dela. Outro foi sobre os nossos pais. Eles me culpavam por não ter percebido o envolvimento da Kimberly antes. Teve o em que eu fui presa por ser uma irmã má e gastar todo o meu tempo fazendo sexo em vez de me preocupar com a Jane. E ainda, um em que os policiais encontravam a Jane viva, mas ela me odiava por eu estar com o Apollo.Eu tive uns sobre ele também. Um em que ele me dizia que eu não era o suficiente para ele, que eu não tinha sido uma aprendiz boa o bastante. Outro em que el






Bem-vindo ao Goodnovel mundo de ficção. Se você gosta desta novela, ou você é um idealista que espera explorar um mundo perfeito, e também quer se tornar um autor de novela original online para aumentar a renda, você pode se juntar à nossa família para ler ou criar vários tipos de livros, como romance, leitura épica, novela de lobisomem, novela de fantasia, história e assim por diante. Se você é um leitor, novelas de alta qualidade podem ser selecionados aqui. Se você é um autor, pode obter mais inspiração de outras pessoas para criar obras mais brilhantes, além disso, suas obras em nossa plataforma chamarão mais atenção e conquistarão mais admiração dos leitores.
reseñasMás