Pak Paul, Menikahlah Denganku!

Pak Paul, Menikahlah Denganku!

By:  Nila LembayungUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
50Chapters
9views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Selama tujuh tahun bersama, Felix Darsuki semakin hari semakin dingin ke Tamara Sentosa. Semakin nggak sabar, semakin acuh, bahkan terlalu dekat dengan adik angkatnya sendiri, manjakan dia tanpa batas. Sementara Tamara, karena nggak sanggup lepaskan perasaan yang telah bertahun-tahun terjalin, pilih untuk terus maafkan dia. Sekali dan sekali lagi. Sampai suatu hari ia jatuh sakit, tersiksa hampir mati. Saat terbangun, yang sambut dia cuma kamar kosong yang sunyi dan dingin. Lagi-lagi, ia pergi jaga adik angkatnya yang “lemah”. Saat itu, Tamara tiba-tiba merasa semuanya terasa begitu hambar. Nggak ada lagi yang pantas dipertahankan. Tamara telepon pria yang dijodohkan dengannya, dan terima lamaran pernikahannya. Lalu ia tinggalkan sepucuk surat perpisahan, berbalik pergi tanpa menoleh, kembali jadi Nona Besar Keluarga Sentosa. Felix nggak percaya Tamara benar-benar akan tinggalkan dia. Ia yakin, nggak sampai beberapa hari, wanita itu pasti kembali mohon untuk balikan. Namun satu minggu berlalu … dua minggu … sebulan penuh … dan Tamara nggak pernah muncul. Baru saat itu ia panik. Kemudian, dalam sebuah jamuan mewah, Tamara yang dulu diremehkan Keluarga Darsuki dan para sahabatnya, muncul dengan balutan gaun anggun, memukau seluruh ruangan. Kini ia adalah Nona Besar Keluarga Sentosa yang nggak bisa dijangkau siapa pun lagi, dan istri dari Paul Kurniawan yang berkuasa di Kota Beswona. Felix lihat Tamara jalan berpasangan dengan pria lain, matanya memerah karena emosi. “Tamara, sini!” Paul langsung rangkul pinggang ramping Tamara dengan mesra, tersenyum tipis penuh peringatan. “Pak Felix, tolong jaga cara kamu panggil istriku.” Harta yang sudah lama ia idamkan akhirnya jadi miliknya. Dan jika pria itu masih berani ulurkan tangan, ia nggak akan ragu untuk patahkan itu!

View More

Chapter 1

Bab 1

“Paul, setengah bulan lagi aku akan kembali ke Kota Beswona dan nikah dengan kamu.”

Di balkon kecil sebuah bar, Tamara Sentosa meringkuk di sofa berwarna gelap, bicara dengan tenang ke orang di seberang telepon.

Suara pria yang bernada dingin segera terdengar, “Tamara, kalau aku nggak salah ingat, dua bulan lalu bukannya kamu sudah batalkan pertunangan kita demi pacarmu itu.”

Tamara mengatupkan bibirnya.

Dua bulan lalu, ia berniat bawa pacarnya, Felix Darsuki, pria yang telah ia cintai selama tujuh tahun untuk pulang temui orang tuanya.

Siapa sangka, baru saja ia sampaikan kabar itu, ia malah diberi tahu kalau Keluarga Sentosa dan Keluarga Kurniawan telah rencanakan pernikahan antar keluarga, dan Paul Kurniawan adalah tunangan resminya.

Demi Felix, ia bertengkar hebat dengan keluarganya, buat Bambang Sentosa, ayah Tamara sampai masuk rumah sakit. Bahkan ia buat taruhan bersikeras kalau dia dan Felix pasti akan bahagia seumur hidup, agar ayahnya tahu kalau pilihannya nggak salah.

Namun baru dua bulan berlalu, cintanya ke Felix terkikis habis oleh sikapnya yang terus-menerus belain Jolin Zalora, adik angkatnya.

Terutama hari ini. Hari ini seharusnya adalah hari peringatan pacaran mereka, tetapi Felix malah lupa dengan hari itu, dan malah mesra-mesraan dengan Jolin di bar.

Tangan Tamara yang genggam HP langsung mengencang. Suaranya sangat pelan, tetapi tegas.

“Aku akan putus dengan dia.”

“Perlu aku bantuin?”

Suara pria itu terdengar dingin, mengandung rasa dominasi yang kuat.

“Nggak perlu. Aku akan bereskan sendiri urusanku dengannya. Aku nggak akan ngerepotin kamu. Selama beberapa tahun ini aku juga sudah kerja keras di perusahaannya. Aku butuh waktu untuk ambil kembali apa yang jadi punyaku. Aku harap kamu bisa tungguin aku,” jawab Tamara lembut.

“Oke. Kita ketemu di bandara setengah bulan lagi.”

Setelah itu, pria tersebut langsung tutup teleponnya.

Tamara simpan HP-nya, menatap kosong ke satu titik sejenak, lalu bangkit dari sofa dan berjalan menuju salah satu ruang VIP di lantai dua bar.

Begitu mendekat, terdengar sorakan riuh dari dalam.

Felix dan Jolin dikelilingi banyak orang di tengah ruangan.

Saat tangan Tamara sentuh dan dorong gagang pintu, ia dengar suara ejekan bercampur tawa.

“Gigit! Gigit! Astaga, Kak Felix sampai pakai lidah! Di ronde ini nggak ada yang bisa ngalahin dia!”

“Cuma segelas minuman doang, perlu segitunya?”

“Kamu nggak ngerti. Yang penting itu bukan minumannya, tapi Jolin! Kalau Jolin sampai kalah, dia harus turun ke bawah cari orang sembarangan buat nari. Menurutmu Kak Felix bakal biarin dia sedekat itu sama orang lain?”

“Tapi bukannya Kak Felix sudah punya pacar?”

Sampai pintu benar-benar terbuka lebar, orang-orang di tengah ruangan masih belum sadar kehadiran Tamara.

Justru beberapa orang di dekat pintu saling tarik ujung baju satu sama lain.

Tamara berdiri di ambang pintu dengan tangan terlipat dan tatapan dingin. Ia menatap Felix yang lagi peluk Jolin dengan erat. Tangannya Felix tanpa sadar remas pinggang Jolin, gerakannya penuh nafsu dan posesif.

Kalau ada ranjang di situ, mungkin Felix sudah langsung naik.

“Tam … Tamara?!”

Seseorang tiba-tiba berseru seperti lihat hantu.

Felix langsung buka mata, bertemu dengan tatapan Tamara yang seolah tersenyum tapi nggak benar-benar tersenyum. Ekspresinya langsung jadi kaku.

Ia lepaskan Jolin, dorong kerumunan, lalu jalan ke depan Tamara, dengan suara datar,

“Kamu ngapain di sini?”

Lihat sikapnya yang begitu wajar, ejekan di mata Tamara semakin dalam. Pandangannya lewati bahu Felix, bertemu dengan tatapan provokatif Jolin. Ia angkat sudut bibirnya.

“Kamu lupa hari ini hari apa?”

Hari ini ....

Hari jadi hubungan mereka.

Felix baru sadar alasan Tamara muncul di sini. Di antara alisnya terbit sedikit penyesalan, dan ia berkata tanpa sadar, “Hari ini suasana hati Jolin lagi jelek, makanya aku temani dia di sini. Tadi juga cuma ikut-ikutan main game karena semua orang heboh, jadi aku ….”

“Aku tahu, cuma permainan, aku nggak masalah kok,” potong Tamara lembut.

Kata-kata Felix langsung tersangkut di tenggorokan.

Nggak bisa ditelan, nggak bisa dimuntahkan.

Ia mengerutkan kening, hendak ajak Tamara pulang lebih dulu, tetapi seseorang mendahuluinya.

“Kak Tamara, maaf banget. Hari ini aku baru putus, jadi aku tarik Kak Felix ke sini buat temenin aku. Tolong jangan salahkan dia, semua salahku.”

Jolin jalan mendekat sambil bawa segelas minuman.

“Karena sudah datang, kenapa Kak Tamara nggak sekalian ikut gabung saja? Minuman ini khusus dibuat bartender atas permintaan Kak Felix, coba deh.”

Dari belahan kerah Jolin yang sengaja terbuka, Tamara lihat beberapa bekas merah.

Lebih ke atas, lipstik Jolin sudah berantakan.

Begitu terang-terangan menantangnya di depan semua orang.

Apa Jolin kira dia mudah ditindas?

Senyum di bibir Tamara semakin dalam.

“Beneran?”

Dengar nada Tamara, Jolin hendak bicara lagi, tapi Tamara sudah lanjutkan,

“Kalau dibandingkan dengan air liur pacar orang lain, mana yang lebih enak, Dik?”

Ia sengaja tekankan kata Dik.

Sekaligus ingatkan semua orang tentang hubungan antara Jolin dan Felix: saudara angkat.

Walau ada kata “angkat”, Jolin tetaplah adik resmi Felix. Namun barusan mereka berciuman tanpa ragu di depan semua orang.

Dalam sekejap, tatapan semua orang terhadap Jolin berubah.

“Kak Tamara, apa maksudmu?”

Mata Jolin langsung memerah, suaranya bergetar.

“Kak Felix cuma bantuin aku keluar dari masalah. Aku tahu posisiku, mana mungkin aku sama dia .…”

Ia menoleh ke arah Felix, seolah sangat tersakiti, lalu terdiam.

“Sudahlah .…”

Beberapa detik kemudian, Jolin lanjutkan dengan nada nahan tangis, “Kalau bukan karena ayahku meninggal saat selamatkan Kak Felix, aku juga nggak akan masuk ke Keluarga Darsuki, dan kakak nggak perlu ngerawat aku selama ini. Pada akhirnya, ini semua karena aku nggak tahu diri, karena hidupku memang sial. Kak Tamara, nggak usah khawatir, mulai sekarang aku akan menjauh dari Kak Felix. Apa pun yang terjadi, aku nggak akan minta dia temani aku lagi.”

Ujung suaranya bergetar hebat.

Orang-orang di ruangan itu pun teringat alasan Jolin jadi saudara Felix, ayah kandungnya tewas dibunuh penculik saat berusaha selamatkan Felix.

Sebagai anak dari penyelamat nyawanya, wajar kalau Felix lebih perhatikan dia.

Lagian, tadi mereka cuma main game saja. Justru Tamara yang terlihat berlebihan.

Tamara tangkap semua ekspresi itu. Tatapan matanya semakin dingin. Ia tertawa kecil penuh ejekan.

“Hidupmu memang .…”

“Cukup!”

Felix cengkeram pergelangan tangan Tamara erat-erat, menatapnya tajam.

“Aku cuma temani Jolin main game. Emang kamu perlu permasalahkan itu sampai segitunya? Lagian, cuma hari jadi doang, bukannya aku sudah sering temani kamu? Tamara, sejak kapan kamu jadi kayak anak kecil seperti ini?”

Jari-jari Tamara di sisi tubuhnya mengepal kuat.

Ia kayak anak kecil?

Sebagai pacarnya, Felix hampir saja beradegan panas dengan adik angkatnya di depan umum. Ia bahkan nggak boleh tanya satu kalimat pun?

Jantungnya terasa diremas kuat. Napasnya jadi berat. Tatapannya pada Felix penuh kekecewaan.

Sudahlah, emang apa lagi yang bisa dia harapkan?

Tamara paksa dirinya untuk tenang. Di bawah tatapan marah Felix, ia paksakan senyum formal.

“Kamu benar. Aku nggak akan ganggu acara kalian,” ucapnya pelan.

Setelah itu, Tamara berbalik dan pergi.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
50 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status