LOGINSelama tujuh tahun bersama, Felix Darsuki semakin hari semakin dingin ke Tamara Sentosa. Semakin nggak sabar, semakin acuh, bahkan terlalu dekat dengan adik angkatnya sendiri, manjakan dia tanpa batas. Sementara Tamara, karena nggak sanggup lepaskan perasaan yang telah bertahun-tahun terjalin, pilih untuk terus maafkan dia. Sekali dan sekali lagi. Sampai suatu hari ia jatuh sakit, tersiksa hampir mati. Saat terbangun, yang sambut dia cuma kamar kosong yang sunyi dan dingin. Lagi-lagi, ia pergi jaga adik angkatnya yang “lemah”. Saat itu, Tamara tiba-tiba merasa semuanya terasa begitu hambar. Nggak ada lagi yang pantas dipertahankan. Tamara telepon pria yang dijodohkan dengannya, dan terima lamaran pernikahannya. Lalu ia tinggalkan sepucuk surat perpisahan, berbalik pergi tanpa menoleh, kembali jadi Nona Besar Keluarga Sentosa. Felix nggak percaya Tamara benar-benar akan tinggalkan dia. Ia yakin, nggak sampai beberapa hari, wanita itu pasti kembali mohon untuk balikan. Namun satu minggu berlalu … dua minggu … sebulan penuh … dan Tamara nggak pernah muncul. Baru saat itu ia panik. Kemudian, dalam sebuah jamuan mewah, Tamara yang dulu diremehkan Keluarga Darsuki dan para sahabatnya, muncul dengan balutan gaun anggun, memukau seluruh ruangan. Kini ia adalah Nona Besar Keluarga Sentosa yang nggak bisa dijangkau siapa pun lagi, dan istri dari Paul Kurniawan yang berkuasa di Kota Beswona. Felix lihat Tamara jalan berpasangan dengan pria lain, matanya memerah karena emosi. “Tamara, sini!” Paul langsung rangkul pinggang ramping Tamara dengan mesra, tersenyum tipis penuh peringatan. “Pak Felix, tolong jaga cara kamu panggil istriku.” Harta yang sudah lama ia idamkan akhirnya jadi miliknya. Dan jika pria itu masih berani ulurkan tangan, ia nggak akan ragu untuk patahkan itu!
View MoreDengan bantuan kakaknya selama dua hari ini, hampir semua urusan Tamara sudah beres.Soal perusahaan, sebenarnya ia sudah nggak perlu datang lagi.Kalau Fiona mau terus buat keributan, silakan saja, toh sekarang semua itu sudah nggak ada hubungannya lagi dengan dirinya.Wajah Fiona memerah karena marah, giginya terkatup rapat.“Kalau gitu aku akan datang ke rumahmu! Mulai sekarang jangan harap kamu bisa hidup tenang!”Tamara tersenyum tipis. Fiona benar-benar kira ancaman seperti itu bisa bikin dia takut?“Terserah.” Nada suaranya datar, lalu ia berbalik hendak pergi.Fiona menghadangnya.“Perempuan nggak tahu malu! Kalau hari ini kamu nggak mau kasih ganti rugi, jangan harap bisa keluar dari pintu ini!”Tiba-tiba ia tekan dadanya, wajahnya berubah pucat dengan ekspresi kesakitan, seolah benar-benar tahan sakit.“Bibi, kenapa? Bibi, apa penyakit jantungmu kambuh lagi?”“Tamara, jangan keterlaluan! Kamu tahu tubuh Bibi nggak sehat, apa kamu harus buat dia sampai seperti ini baru puas?!”
“Bibi, pagi-pagi sekali aku keluar kamar sudah nggak lihat kamu, ternyata kamu ada di sini. Tolong jangan tengkar dengan Kak Tamara karena masalah ini. Sebelumnya Bibi sampai harus dirawat di rumah sakit, kami semua sangat khawatir. Kak Felix juga bilang, semua urusan ini akan dia urus. Lagian Kak Felix dan Kak Tamara cuma sedang bertengkar, Bibi jangan sampai marah karena hal ini, yah.”Jolin segera hampiri dan topang tubuh Fiona.Nada bicaranya lembut, wajahnya penuh kepedulian, seolah-olah ia benar-benar gadis yang penurut dan bijaksana.Lihat mereka berdua, wajah Tamara tetap dingin tanpa ekspresi.‘Pagi ini? Jadi sekarang mereka sudah tinggal bersama? Cepat sekali pergerakannya.’Tamara hanya merasa geli.“Jolin, nggak perlu bujuk aku. Meskipun hari ini aku mati di sini, aku tetap nggak akan biarkan dia hidup tenang. Dulu aku perlakukan dia dengan sangat baik, tapi sekarang gimana? Dia sama sekali nggak sisakan jalan mundur untuk aku. Pernah nggak dia pikirkan hubungan kami dulu?”
Jolin sengaja mendekat ke tubuhnya, tempelkan dirinya ke Felix, berusaha salurkan sedikit kehangatan lewat sentuhan.Namun Felix justru refleks menghindar, tetap jaga jarak di antara mereka.Hati Jolin terasa seperti diremas kuat. Di balik matanya, kilatan tajam melintas.Perempuan sialan itu sudah bertindak sedemikian kejam, namun Felix tetap nggak tega lepaskan dia!Apa di hati Felix masih ada tempat untuk dirinya?Setelah tinggalkan tempat itu, keduanya pulang ke rumah Felix.Di dalam benak Jolin, sebuah rencana perlahan terbentuk.Ada banyak hal yang sebenarnya nggak perlu ia lakukan sendiri, cukup buka mulut, akan selalu ada orang yang maju belain dia....Keesokan paginya.Hari ini Tamara datang ke perusahaan sendirian. Kakaknya datang dari jauh untuk bantuin dia, kemarin juga sudah selesaikan begitu banyak urusan untuknya.Mereka tidur sangat malam jadi ia ingin biarkan kakaknya istirahat lebih lama.Selain itu, ia sudah buat janji ketemu dengan Presiden Grup Herlambang.Setelah
Jolin terisak, tangisnya terdengar semakin keras.Di dalam hatinya, kebencian terhadap Tamara makin mengakar.Perempuan sialan itu, tega sekali pakai cara sekotor ini untuk jatuhkan dia, paksa dia sampai ke jalan buntu.Kalau sudah gini, nggak ada seorang pun dari mereka yang pantas hidup tenang!“Jolin, sebenarnya semua ini karena aku. ”Felix berkata lirih penuh rasa bersalah.“Aku yang seret kamu ke dalam masalah ini, maafkan aku. Kalau pada akhirnya kamu nggak bisa dapatkan gelar, aku tetap akan jaga kamu seumur hidup. Kamu nggak perlu khawatir sama sekali.”Hati Felix dipenuhi penyesalan.Tangannya terus tepuk punggung Jolin dengan lembut, suaranya penuh rasa sayang.Namun Jolin tetap menangis tersedu-sedu. Dengan suara penuh luka, ia berkata,“Kakak tahu sendiri betapa pentingnya gelar itu buat aku. Sejak awal aku tahu kalau aku salah karena pakai paten Kak Tamara, tapi waktu itu aku benar-benar nggak punya pilihan lain.”Saat itu memang Felix yang kasih ide itu, ambil paten mili






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.