Inicio / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2223 - Konfrontasi

Compartir

Bab 2223 - Konfrontasi

Autor: Rianoir
last update Fecha de publicación: 2025-10-11 18:11:44
Ryan menggenggam erat Pedang Demon Slayer dan menatap tajam ketujuh penjaga yang mendekat dengan niat membunuh.

Tanpa ragu dia mengayunkan pedangnya berulang kali dengan gerakan yang sangat cepat, melepaskan rentetan qi pedang yang tak terhitung jumlahnya.

Serangan-serangan tersebut bersilangan di udara dan meninggalkan jejak kehancuran yang mengerikan.

Di balik area formasi, semua kultivator tingkat rendah yang bersembunyi dengan aman di dalam aula terkejut dan takjub saat menyaksikan keku
Rianoir

Sore Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) othor rilis lebih dulu karena mau perjalanan kembali ke kota asal. Terima Kasih Kak Lola Ayu dan Kak Eny Rahayu atas hadiah Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Karena jumlah Koin belum memenuhi target, maka ini adalah bab terakhir hari ini. Selamat beristirahat (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 67
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
Dedi Soel
lagi seru² nya lagi
goodnovel comment avatar
Dedi Soel
Malam Minggu malah 1 bab aja...
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3312: Batu Asal

    Serangan itu memakan harganya sendiri. Wendy berdiri diam di tengah gelombang energi yang perlahan mereda. Siapa pun yang cukup teliti memperhatikan akan melihat bahwa warna di balik cadarnya sedikit lebih pucat dari sebelumnya. Membekukan api dan menghancurkan setetes darah esensi dari leluhur faksi besar adalah pekerjaan yang tidak bisa dilakukan tanpa membayar sebagian dari dirinya sendiri. Tapi tubuhnya tidak bergerak. Punggungnya tetap tegak. Di langit, sisa-sisa bayangan darah itu benar-benar menghilang. Tidak ada lagi bekas, tidak ada lagi tekanan yang menghimpit, bahkan bau besi yang tadi menyeruak di udara pun tersapu bersih oleh angin dingin yang masih berhembus dari tubuh Wendy. Kepingan salju yang melayang turun sejak tadi semakin deras sejenak, lalu perlahan berhenti. Jembatan es di langit retak dari ujung ke ujung, lalu pecah menjadi partikel cahaya biru yang berhamburan sebelum lenyap. Para murid dan tetua Myriad Sword Palace berdiri terpaku. Tidak ada yan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3311: Sekte Absolute Zero Telah Kembali

    Dari jarak aman, Divine God Raging Flame berdiri mematung. Di sebelahnya, Hao Ken mengerutkan kening dalam. "Ada yang aneh dari perempuan itu." "Aku merasakannya juga." "Aura kultivasinya..." Hao Ken memejamkan mata sejenak, mencoba menganalisis. "Bukan miliknya sendiri sepenuhnya. Seperti ada seseorang lain di baliknya." "Dan kekuatan orang itu..." Dia membuka mata. "Ini menyentuh sesuatu yang sangat tua. Bukan kultivasi zaman ini." "Salah satu leluhur kuno Benua Valorisia?" Divine God Raging Flame memiringkan kepalanya sedikit. "Tapi yang jelas dia mengenal Ryan. Dan dia yang menyelamatkannya barusan." "Kita tunggu." Hao Ken melangkah mundur setengah langkah. "Lihat dulu sejauh mana ini akan berjalan." Tepat saat itu, suara menggelegar keluar dari gumpalan es yang membungkus setetes darah tadi. "Siapa kau?!" Getaran kemarahan dalam suara itu terasa seperti tekanan fisik yang mendorong semua orang mundur satu langkah. "Apakah kau tahu harga yang harus kau bayar karena beran

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3310: Sang Penguasa Absolute Zero

    Divine God Raging Flame dan Hao Ken berlari secepat yang mereka bisa. Tapi keduanya tahu mereka tidak akan sampai tepat waktu. Setetes darah dari seseorang yang mampu menembus formasi terlarang dari luar. Itu bukan kekuatan biasa. Bahkan gabungan mereka berdua tidak cukup untuk menandinginya, apalagi melindungi Ryan yang saat ini bahkan tidak bisa berdiri tegak. Setetes darah itu bergerak cepat, menembus udara tanpa hambatan, langsung mengincar tubuh Ryan yang tergeletak di tanah. Aura kematian itu sudah mencengkeram dada Ryan. Matanya yang setengah terbuka menatap bayangan merah yang mendekat, tapi tubuhnya tidak punya cadangan untuk bereaksi. Tangannya bahkan tidak bisa menggenggam Pedang Iblis Darah dengan benar. 'Apakah ini akhirnya...' Lalu satu kepingan salju jatuh. Lalu dua. Lalu ribuan, seolah langit memutuskan menuangkan musim dingin ke tempat ini dalam hitungan detik. Suhu turun drastis. Kepulan napas mulai terbentuk di depan wajah semua orang yang hadir. Di l

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3309: Darah dari Langit

    Tiga kultivator itu memandang ke atas.Lalu memandang satu sama lain.Tidak ada yang perlu diucapkan. Mereka bertiga tahu. Semuanya tahu."Argh!"Ryan melesat masuk begitu pilar hitam menyentuh area sekitar mereka. Energi iblis dari pilar itu menggulung masuk ke dalam tubuh ketiga kultivator sekaligus, bukan perlahan seperti sebelumnya, tapi seperti banjir yang menjebol bendungan sekaligus. Tidak ada lagi ruang untuk menekan atau melawan. Kontaminasi itu melanda semua organ mereka dalam hitungan detik.Ketiga kultivator itu menjerit. Bukan teriakan pertempuran. Teriakan kesakitan murni.Ryan tidak berhenti. Pedang Iblis Darah mengayun ke arah satu kultivator yang masih mencoba membentuk serangan balasan. Sabetan itu menghantam tubuhnya berkali-kali, membuka luka demi luka yang memancarkan uap energi iblis hitam. Sang kultivator melihat ke bawah pada luka-lukanya, menggertakkan gigi, dan aur

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3308: Pertukaran Terakhir

    Pertarungan belum berakhir.Ryan mengangkat Pedang Iblis Darah dan menyapu area sekitarnya dengan pandangan merah darah itu. Tiga kultivator Ranah Creation dari ketiga kekuatan besar masih berdiri, meski postur mereka sudah jauh dari awal pertempuran. Lutut salah satunya sedikit gemetar. Yang lain sudah tidak bersuara sama sekali, mulutnya terbuka seperti ingin berteriak tapi tidak ada yang keluar.Energi iblis dari tubuh Ryan terus merayap ke udara di sekitar mereka, merambat masuk ke dalam tubuh ketiga kultivator itu tanpa bisa dicegah. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain terus menekan kontaminasi itu dari dalam, dan pekerjaan itu sendiri sudah memakan separuh konsentrasi mereka.Menyerang sambil melawan invasi dari dalam. Dua pekerjaan sekaligus, dan tubuh yang sudah penuh luka tidak pernah cukup kuat untuk keduanya dalam waktu yang sama.Ryan tidak memberi mereka ruang untuk berpikir lebih jauh.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3307: Sang Iblis Menantang Langit (II)

    BOOM! Ryan menghentakkan kakinya ke tanah dan tubuhnya melesat ke langit seperti bayangan hitam yang menembus lapisan udara. Bersamaan dengan itu, Sphinx dan naga darah bergerak. Para kultivator dari tiga faksi besar menggertakkan gigi. Sudah tidak ada pilihan. Mereka harus bertarung, dan satu-satunya strategi yang masih masuk akal adalah mengulur waktu sampai keadaan iblis Ryan kehabisan tenaga sendiri. Semua orang tahu kondisi seperti ini tidak bisa bertahan selamanya. Asal mereka tahan cukup lama, kemenangan masih bisa diraih. Mereka menyebar, menjauh dari pusat pertempuran, dan mulai melancarkan serangan jarak jauh. Bukan untuk membunuh. Untuk menguras. Ryan tidak peduli dengan taktik itu. Pedang Iblis Darah terangkat, dan enam jalur Dao di belakangnya menyala bersama Esensi Pedang Abadi yang membakar. Matanya yang merah darah menghitung, memilih, memutuskan dalam sepersekian detik. Sabetan menghilang. Teknik Pedang Ruang-Waktu lenyap dari pandangan seperti biasa,

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2302 - Bertemu Kenalan Lama

    Astagah, maaf salah upload bab. ini bab yang benar. sekali lagi othor minta maaf. othor sedang lelah jadi gak konsen selamat membaca ------------------------- "Ada sangat banyak hal baik dan langka yang bisa ditemukan di sana jika Ryan memang ingin pergi," ucap leluhur Sekte Demon Blade d

    last updateÚltima actualización : 2026-04-01
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2257 - Tipu Daya yang Mematikan

    "Kirim salah satu muridmu yang terbaik untuk menjatuhkan bocah ini sekarang juga!" perintah Tetua Agung Sekte Demon Blade dengan nada mendesak. "Anak ini sedang berpura-pura kuat! Percayalah padaku—dia sebenarnya hampir mati dan tidak bisa bertahan lebih lama lagi!"Dia melanjutkan dengan senyum l

    last updateÚltima actualización : 2026-04-01
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2205 - Pertempuran di Gunung Langit Biru (II)

    "Berlutut? Itukah yang harus kami lakukan dalam situasi seperti ini?" Tatapan leluhur Sekte Star Blade berubah menjadi sangat dingin dan tegas."Aku tidak akan mengulanginya lagi. Berlututlah sekarang atau mati!" ancam Kui Long sambil mengangkat token.Begitu Kui Long selesai berbicara dengan nada

    last updateÚltima actualización : 2026-04-01
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 2267 - Dua Gerakan Mematikan

    Beberapa saat kemudian, sesosok berjubah hitam melintas dengan kecepatan tinggi dan muncul di tengah alun-alun yang ramai. Sosok itu memegang Tombak Demon God yang memancarkan aura mengerikan, membuat udara di sekitarnya bergetar hebat. Itu Ryan! Kerumunan yang tadinya ribut langsung terdiam. Ri

    last updateÚltima actualización : 2026-04-01
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status