LOGINWilliam Mackenzie menanggalkan gelar dan jabatannya sebagai seorang Jenderal perang di Kerajaan Ans De Lou. Ia menyembunyikan identitas aslinya, memulai hidupnya sebagai orang biasa lalu menikah dengan seorang Nona dari keluarga kaya lantaran sebagai balas budi. Dikarenakan identitas yang dianggap tidak jelas itu, orang-orang kerap menghina dirinya, bahkan istrinya pun tidak menghargainya. 3 tahun berlalu, salah seorang anak buahnya mendatangi dirinya lalu memintanya kembali ke Kerajaan dengan suatu alasan. Lantas, apakah William akan menerima perintah itu? Bagaimana jika keluarga istrinya tahu jika orang yang mereka hina merupakan Dewa Perang yang dipuja-puja?
View MoreHalo, Zila di sini lagi.Terima kasih yang sudah menuliskan komentar di author’s note sebelumnya. Saya hanya bisa membuat lima bab untuk tambahan bab ini. Semoga suka dengan isi dari bab-bab tambahan ini.Sekali lagi, saya ucapkan banyak terima kasih telah menunggu cerita ini tapi inilah bab terakhir yang bisa saya tulis.Jika berkenan, para pembaca bisa mampir ke buku-buku lain saya seperti “Si Hebat Jack Morland”, “Kembalinya sang Pewaris” atau “Sang Miliarder yang Tersembunyi”.Sampai jumpa lagi, Pembaca TersayangDengan penuh cinta,Zila Aicha
“Aku mengundang semua peserta kompetisi, tidak terkecuali Jimmy Sealand.” Keen menjawab dan tiba-tiba saja berpamitan kepada teman-temannya karena dipanggil oleh ayahnya. Jimmy yang datang sendirian berdehem pelan ketika berpapasan dengan Kharel dan yang lainnya. “Selamat atas penobatanmu.” Kharel berkata untuk memecah suasana yang agak canggung. Jimmy langsung menanggapi, “Terima kasih, Putra Mahkota Kerajaan Ans De Lou. Tapi ….”Pria itu berhenti berbicara dan tiba-tiba saja menjadi ragu. Niall yang melihatnya pun bertanya, “Kau belum siap menjadi raja?”Jimmy tersenyum masam. “Tentu saja. Masih banyak yang ingin aku lakukan, tapi … jika aku tidak naik tahta, bisa saja terjadi pemberontakan.”“Pemberontakan? Kenapa kau bisa yakin seperti itu?” Richard tiba-tiba saja menjadi tertarik. Jimmy menghela napas panjang, “Menurutmu mengapa aku bisa dikirim ke kompetisi waktu itu? Itu … bukan karena aku yang ingin tapi perdana menteri kerajaanku menginginkan aku mati agar tak ada yang b
Hari keempat berada di Kerajaan De Kruk, para prajurit yang berasal dari Kerajaan Ans De Lou itu tiba-tiba saja mendapat kabar yang mengejutkan. “Aku masih terlalu terkejut mendengar kabar ini,” Kharel menggelengkan kepalanya.Elliot mengangguk setuju, “Di kompetisi dia masih sering merengek. Bagaimana bisa dia akan menikah minggu depan?”“Dia … pastilah menikah bukan karena keinginannya,” Gale menyahut sembari menikmati pemandangan menakjubkan yang terhampar di depannya. Saat itu mereka semua sedang berada di sebuah istana khusus Richard yang baru selesai dibangun minggu lalu. Richard membuat mereka menjadi tamu pertama yang memasuki istana pribadinya. Richard yang baru saja selesai menandatangani beberapa dokumen itu ikut berkata, “Kudengar Kerajaan Ordanta memang memiliki masalah dan … mereka harus bekerja sama dengan kerajaan tetangga mereka.”“Tapi … aku tetap tidak pernah menduga kalau Keen akan menjadi adik ipar First Kiansa. Astaga! Aku hampir menganggap ini sebuah lelucon
Kerajaan De Kruk “Astaga! Kau … benar-benar menunggu kedatangan dia ya!” Tatiana bertanya pada putranya yang saat ini berdiri di menara sambil mengawasi bagian lapangan yang biasanya akan digunakan pesawat setiap pengunjung dari kerajaan lain untuk mendarat.Richard menoleh ke arah ibunya, “Dia teman pertamaku, Ibu. Tapi … bukan hanya dia, aku juga menunggu yang lainnya.”Tatiana tersenyum melihat putranya yang kini lebih banyak tersenyum cerah.Bertahun-tahun sebelumnya dia tak pernah melihat putranya tersenyum bahagia seperti itu dan hal ini dikarenakan dirinya. Dia bukanlah seorang ibu yang baik dan dia bahkan sering kali tidak memikirkan perkembangan Richard.Namun, begitu putranya itu pergi ke kompetisi itu, dia menyadari semuanya. Dia begitu sangat takut jika putranya tak kembali.Dia pun berjanji kepada dirinya sendiri dia akan berubah dan berusaha menjadi sosok ibu terbaik baginya. Mungkin semuanya memang terlambat tapi dia begitu bahagia karena ternyata dia masih diberikan
Bukan First Kiansa yang menanggapi tapi justru Calvin Reid yang pertama kali berbicara, “Apa katamu? Menyerahkan barang-barang yang kami dapatkan kepadamu? Kau pikir kami ini pekerja sosial?”Calvin mendecakkan lidah dengan ekspresi malas.“Aku tidak sedang bicara denganmu, aku sedang berbicara den
Staf penyelenggara itu tersenyum samar dan menjawab, “Mengapa kau tidak mencoba untuk mencari tahu saja, Pangeran Richard?”Richard tidak menjawab dan langsung bangkit dan kemudian menata semua kotak-kotak yang telah mereka dapatkan. Calvin membantunya untuk mengaturnya sementara Keen mulai memeri
“Kau salah,” jawab ketua peserta Kerajaan Jorar yang telah menoleh ke arah Elliot.Elliot mendengus, “Kalau bukan menertawakanku, lalu apa?”Pria muda itu menghela napas pelan, “Mengagumi cara berpikirmu.”Elliot menaikkan alisnya.“Ternyata ada juga peserta yang memiliki otak,” tambah ketua pesert
Kharel mengedipkan mata, memasang ekspresi polos lalu menatap keempat temannya yang sedang menatapnya dengan tatapan cemas. Dikarenakan ada empat pertanyaan yang dilontarkan kepadanya, dia pun menjawab semua itu sekaligus, “Yah, kamar kita diserang. Ada delapan orang, dari dua kerajaan dan aku mem






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore