Penyesalan Mantan Istri yang Terlambat

Penyesalan Mantan Istri yang Terlambat

By:  DarmawangsaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
50Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Selama tiga tahun, aku hidup sebagai pengganti. Kini, setelah donorkan darah seratus kali demi “cinta pertama” tiga istriku, aku pun pergi menghilang sepenuhnya dari hidup mereka. Saat ketiga istriku tahu hal itu, mereka langsung hilang kendali. Mereka telepon aku ribuan kali. Mereka kirim pesan puluhan ribu kali. “Suamiku, aku salah .… Aku benar-benar salah. Aku telah kecewakan ibu kita. Kamu boleh pukul aku, marahin aku, apa pun terserah kamu. Tapi tolong … jangan tinggalkan aku ….” “Suamiku, maafkan aku! Aku bersedia berlutut dan bersujud ke kamu. Aku bersumpah nggak akan ulangi kesalahan itu lagi. Tolong, kembali, yah?” “Suamiku, jangan pergi … aku bisa gila! Aku nggak bisa hidup kalau nggak ada kamu!” “Suamiku, kamu di mana? Tolong kasih tahu aku! Suamiku, tolong, angkat teleponmu!” Namun setelah kembali ke Kota Jerija, aku ganti kartu SIM-ku, blokir seluruh kontak dari ketiga istriku. Dunia pun kembali hening. Tiga bulan kemudian, aku dengar kabar bahwa perusahaan milik ketiga istriku satu per satu bangkrut. Nggak hanya itu, mereka juga ditipu habis-habisan oleh “cinta pertama”-nya itu, hingga nggak tersisa apa pun. Sekarang, mereka panik cari aku, seolah kehilangan akal. Aku hanya merasa geli. Kalau memang akan berakhir seperti ini, kenapa dulu nggak pikir panjang? Kenapa sekarang baru panik?

View More

Chapter 1

Bab 1

“Nona Ayu, jangan sedot lagi! Dia hampir mati!”

“Teruskan! Operasinya Reza lebih penting! Terus ambil darahnya!”

Di sebuah Rumah Sakit di Kota Sowangi, sebuah transfusi darah darurat tengah berlangsung.

Tiga wanita yang sangat cantik berdiri di samping dengan wajah penuh kecemasan.

Mereka semua adalah wanita yang memiliki tempat istimewa di hati Johan Hidayat, dan salah satu dari mereka adalah istri barunya!

Namun saat ini, ketiganya justru mengelilingi seorang pria lain, wajah mereka dipenuhi rasa cemas dan khawatir.

Sama sekali nggak peduli dengan Johan yang tubuhnya sudah gemetar hebat akibat darahnya yang terus diambil.

Johan merasa sangat dingin. Namun sedingin apa pun tubuhnya, nggak sebanding dengan rasa dingin di hatinya!

Tiga wanita terpenting dalam hidupnya, demi pria lain rela abaikan hidup dan matinya, terus kuras darahnya!

“Ayu, hentikan! Kalau diteruskan Kak Johan nggak akan sanggup, aku masih bisa bertahan kok. Uhuk, uhuk ….”

Pria itu berkata dengan wajah penuh kepedulian pada Johan, namun tiba-tiba ia terbatuk hebat.

Ketiga wanita cantik itu langsung panik.

“Reza, nggak usah pikirkan dia! Kamu yang paling penting! Tenang saja, kami pasti akan selamatkan kamu!”

Johan yang memalingkan wajah, justru bertemu dengan tatapan menantang dari Reza Setiawan.

Tatapan itu seolah berkata "Lihat? Demi selamatkan aku, tiga wanita yang paling kamu cintai rela kuras darahmu sampai kering!"

Karena Reza adalah cinta pertama di hati mereka bertiga, sedangkan Johan cuma penggantinya!

Tiga tahun lalu, pada suatu malam Johan dijebak.

Ia menyinggung seorang tokoh besar, ditinggalkan keluarganya tanpa belas kasihan, bahkan dipukuli hingga sekujur tubuhnya penuh luka.

Di ambang kematian, Ayu Nugraha, Dewi Hartono, dan Fitri Kurniawan tiga putri keluarga terpandang muncul!

Mereka datang seperti malaikat. Selamatkan dia.

Bahkan orang tua Ayu angkat dia sebagai anak angkat, kasih dia nama baru, Johan Nugraha.

Selama tiga tahun berikutnya, ia dimanjakan habis-habisan oleh ketiga nona besar itu, jadi kisah indah yang terkenal di kalangan elite Kota Sowangi.

Johan pun nggak mengecewakan. Ia bantu kelola bisnis Keluarga Nugraha, disukai orang tua Ayu, dan akhirnya dijodohkan untuk nikah dengan Ayu.

Bahkan Dewi dan Fitri pun juga janji di masa depan, mereka akan nikah dengannya!

Namun, nggak lama setelah pernikahan itu, cinta pertama mereka yang hilang selama bertahun-tahun, Reza, kembali. Dan hidupnya hanya tersisa setengah tahun.

Ketiga nona besar itu jadi gila!

Sejak saat itu, Johan akhirnya ngerti dirinya cuma pengganti.

Ia sangat mirip dengan Reza, nggak cuma wajah, tapi aura, bahkan golongan darah langka mereka pun sama.

Karena itulah ia diselamatkan.

Karena itulah ia diangkat anak.

Dan karena itulah ia menikah dengan Ayu.

Sejak Reza kembali, seluruh perhatian ketiga nona besar itu tertuju ke Reza.

Satu panggilan telepon darinya, cukup untuk buat mereka tinggalkan ulang tahun Johan.

Satu kalimat darinya, cukup untuk buat mereka perintahkan Johan berlutut dan minta maaf ….

“Dokter, tolong ambil lebih banyak lagi. Aku mohon, jangan sampai Reza kenapa-kenapa!”

Ketiga nona besar mohon bersamaan, mata mereka memerah.

Namun efek samping pengambilan darah berlebihan mulai muncul di Johan.

Penglihatannya kabur, dan seluruh tubuhnya mulai bergetar nggak terkendali.

Nggak nyangka, ketiga nona besar itu justru kira ia hendak kabur.

Mereka lari mendekat dan tekan anggota tubuhnya dengan kuat.

“Masih mau kabur?! Selama darah untuk operasi Reza belum cukup, kamu nggak boleh pergi!”

Pada saat itu, Johan benar-benar putus asa.

Kejang di tubuhnya semakin hebat, matanya memerah seperti darah.

Ia ingin teriak. Namun Ayu, dalam kepanikan cengkeram lehernya dengan kuat, hingga ia hampir kehabisan napas.

800 cc!

1000 cc!

1200 cc!

...

Jumlah darah melonjak dengan cepat!

Bip! Bip! Bip!

Hingga akhirnya alat medis keluarkan bunyi alarm yang menusuk telinga.

“Sudah hampir setengah darahnya habis! Pasien syok! Hentikan!”

Dokter paksa hentikan transfusi darah.

Semua perawat menatap Johan dengan wajah ngeri.

Wajah tampannya kini pucat pasi, bagaikan patung es yang nggak bernyawa.

Ruang transfusi dipenuhi jeritan ketakutan.

Ketiga nona besar yang tadi menahannya pun terguncang dan segera lepaskan pegangan.

Baru saat itu, mereka lihat wajah Johan yang nyaris nggak bernyawa,

Ayu dan yang lainnya rasakan ketakutan mulai menyusup ke hati mereka.

“Operasi Tuan Reza bisa dimulai!”

Namun suara dokter itu langsung terdengar. Ketiga nona besar segera berbalik dan hampiri Reza.

Ayu bahkan tanpa menoleh berkata ke asistennya, Mila Zebua, “Bawa dia pergi. Belikan suplemen terbaik. Pastikan kondisi darahnya pulih karena nanti masih harus terus transfusi untuk Reza.”

“Siap.”

Mila mengangguk pelan. Namun hatinya terguncang hebat!

Biasanya, pengambilan darah Johan selalu dibatasi.

Tapi kali ini, demi operasi cinta pertama mereka, nggak ada satu pun dari mereka yang hentikan prosesnya. Nyaris merenggut nyawa seseorang!

Setelah koma selama beberapa hari, Johan akhirnya terbangun di ranjang rumah sakit.

Orang yang jagain dia adalah Mila.

Ia bangkit dengan susah payah.

“Ayu di mana?”

“Nona sedang temani Pak Reza. Nona Dewi dan Nona Fitri juga ada di sana.”

Ia terdiam sejenak lalu lanjutkan, “Jangan salahkan ketiga nona besar. Operasi Reza butuh banyak darah, mereka panik hingga kehilangan kendali, nggak perhatikan jumlah pengambilan darah. Tapi mereka sudah belikan banyak suplemen untuk kamu.”

“Nggak apa-apa. Ini memang utangku ke mereka.” Johan tersenyum tipis.

Ia tambahkan pelan, “Sudah sembilan puluh sembilan kali.”

Mila terkejut. “Sembilan puluh sembilan kali apa?”

Sejak Reza kembali, Johan sadar akan posisinya.

Ia pernah ajukan perceraian pada Ayu.

Namun Ayu tolak itu. Untuk patahkan harapannya, Ayu berkata asal, "Kalau kamu transfusi darah untuk Reza seratus kali, aku akan kasih kamu kebebasan."

Ia nggak pernah nyangka, kalimat yang diucapkan tanpa pikir itu benar-benar terwujud.

Johan telah donorkan darahnya 99 kali! Namun Ayu nggak pernah benar-benar hitung itu.

Hati dan pikirannya sepenuhnya milik cinta pertamanya.

Dalam benaknya, Johan mungkin belum sampai sepuluh kali kasih donor darah.

Satu kali lagi. Satu kali saja. Maka utang budi itu akan lunas!

Ia akhirnya bisa cerai!

Johan tarik napas dalam, turun dari tempat tidur, hendak temui mereka

BRAK!

Pintu kamar tiba-tiba terbuka. Yang masuk adalah Dewi dan Fitri!

“Lihat kan? Dia baik-baik saja. Kak Ayu cuma terlalu khawatir,” kata Fitri santai.

Sudut bibir Johan melengkung getir, mengejek diri sendiri. Setiap kali ia pingsan karena anemia, Fitri selalu menatapnya dengan sinis, kira ia sengaja pura-pura lemah demi tarik simpati.

Sejak Reza kembali, gadis kecil yang dulu selalu mengekorinya, yang manja dan ceria telah menghilang.

“Johan, karena kamu sudah nggak apa-apa, tolong belikan aku sekotak kue teratai. Reza mau makan itu.” Dewi berkata sambil menatapnya.

Dengar itu, Johan justru tertawa.

Mau beli kue teratai asli, harus ditempuh dengan perjalanan lewati setengah kota.

Dengan kondisi tubuhnya sekarang, mungkin ia akan mati di jalan sebelum sampai.

Dulu, ia pernah beli itu, ia kira Dewi yang suka makan itu.

Sampai suatu hari ia lihat kue yang ia beli dengan lari di tengah hujan, disuapkan Dewi secara langsung ke mulut Reza.

Baru saat itu ia ngerti. Bukan Dewi yang suka kue teratai. Melainkan Reza, cinta pertamanya.

Dewi adalah penganut paham anti-nikah.

Ia pernah berkata, sepanjang hidupnya, punya Reza saja sudah cukup.

Perasaan mereka melampaui pernikahan, lebih bebas, lebih romantis.

Alasan ia bersedia menikah dengan Johan dulu, hanya karena Reza pergi.

Bagi ketiga nona besar, Reza adalah tempat mereka menggantungkan perasaan yang berbeda.

Dan dirinya, sejak awal hingga akhir cuma pengganti.

Entah karena marah, atau karena hatinya sudah mati.

Mata Johan semakin merah.

Ia tersenyum, lalu menolak dengan tersenyum, “Dewi, kalau Reza-mu ingin makan kue teratai, beli saja sendiri. Ngapain cari aku?”

“Apa katamu?!”

Begitu kata-kata itu keluar, seluruh ruang rawat langsung sunyi.

Tatapan bertemu.

Dalam mata Johan, Dewi nggak lihat kepatuhan. Nggak lihat penyerahan diri.

Yang ia lihat adalah penolakan.

Johan nolak mereka?

Bahkan Fitri pun terperangah. Matanya terbelalak tak percaya.

Selama ini, apa pun yang mereka perintahkan, Johan selalu patuh. Bahkan jika disuruh mati sekalipun.

Wajah Dewi langsung dipenuhi amarah.

“Johan, apa maksudmu?! Cuma transfusi darah saja! Reza baru saja sadar dan ingin makan kue Teratai, hal sekecil ini pun kamu nggak bisa penuhi?!”

Johan menatapnya dengan tenang. Kekecewaan di hatinya semakin dalam.

Hati ketiga nona besar itu sepenuhnya milik Reza.

Hidup atau matinya nggak ada artinya.

“Dewi, jangan persulit Kak Johan. Uhuk, uhuk.”

Saat itu, Reza masuk dengan ditopang Ayu.

Sambil terbatuk, ia berkata dengan rasa bersalah, “Ini salahku. Aku nggak seharusnya begitu sadar langsung ingin makan kue teratai. Kak Johan sudah donorkan begitu banyak darah untukku, gimana bisa aku masih suruh dia beli kue?”

Dengan beberapa kalimat saja, ia tempatkan dirinya sebagai korban lemah.

Seolah-olah jika Johan nggak belikan dia kue, itu adalah dosa besar yang nggak terampuni.

“Kak Johan, maafkan aku.”

Bahkan ia membungkuk minta maaf.

Lihat itu, wajah ketiga nona besar langsung menggelap.

“Reza, kamu ngapain?! Cepat berdiri! Johan itu memang hidup untukmu!”

Dewi dan Fitri bantu dia berdiri.

Mereka berkata dengan sungguh-sungguh, “Jangan tertipu oleh penampilannya. Dia itu memang anak angkat Keluarga Nugraha, suami Kak Ayu. Tapi sebenarnya, alasan dia bisa hidup adalah kamu. Ke depannya, apa pun yang kamu butuhkan, suruh saja dia. Nggak perlu pedulikan perasaannya.”

Johan nggak berkata apa pun.

Matanya hanya menatap Reza tanpa berkedip. Bukan karena kata-kata kejam ketiga nona besar itu. Melainkan karena pada saat Reza membungkuk tadi, ia sempat perlihatkan senyum dingin yang bengis ke arah Johan. Sama sekali beda dengan sosok lemah yang baru saja ia perlihatkan!

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
50 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status