Compartir

Bab 108

Autor: Yessa
Valen langsung membalas dengan antusias, [Ada, ada, ada!]

Clarin membalas singkat, [OK.]

Setelah itu, Clarin membuka tas jinjing dan melihat isinya. Tiramisu, puding karamel, egg tart, kue rumput laut, dan ada sekotak cokelat yang lumayan mahal di bagian paling bawah ….

Semuanya adalah camilan manis favoritnya.

Clarin pun mengirim pesan pada Carles, memberitahunya bahwa dia sudah janjian dengan rekan kerja untuk jalan-jalan sepulang kerja. Jadi, Carles harus mengurus sendiri makan malamnya.

Pukul enam sore, waktunya absen pulang kerja.

Clarin pura-pura masih sibuk sampai Valen berjalan mendekat dan menepuk bahunya.

“Clarin, ayo.”

“Hm.”

Clarin berdiri, lalu melakukan absen pulang dan meninggalkan kantor bersama Valen.

Saat makan siang tadi, mereka sudah mendiskusikan tempat makan dan belanja malam ini.

...

Plaza Victoria.

Setelah memarkir mobil, Clarin dan Valen masuk ke dalam mal.

Mereka langsung bergegas menuju restoran yang menjual ayam kelapa. Sekarang sedang jam makan malam sehingg
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 114

    Clarin memasukkan piring, sumpit, dan panci ke dalam mesin pencuci piring, merapikan dapur hingga bersih, lalu kembali ke kamar.Dia mengecek petunjuk perawatan kebaya, mencucinya dengan tangan, kemudian mandi dan keramas.Setelah mengeringkan rambut, dia berbaring di tempat tidur sambil membaca novel di ponsel.Sebagai seorang editor, kesehariannya bukan hanya menerima naskah, membaca dan mengedit, berkomunikasi dengan penulis, mengurus kontrak, serta menghadiri rapat divisi. Dia juga harus selalu memantau dinamika novel di berbagai platform, seperti buku mana yang sedang populer. Dia akan membaca buku tersebut, lalu menganalisis kenapa bisa populer.Kemudian, dia memperhatikan penulis mana yang karya lamanya akan segera tamat atau siapa yang berencana membuat buku baru. Dia akan mengirimkan hasil rangkumannya kepada mereka, sekalian membahas soal penandatanganan buku baru.Clarin tenggelam dalam bacaannya, sampai-sampai tidak menyadari kapan Carles kembali ke kamar.Baru ketika Carle

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 113

    “Aku sudah tonton video yang kamu putar ulang ini sebanyak tujuh sampai delapan kali,” kata Carles.“…”Setelah menyadari bahwa Carles sudah cukup lama memperhatikannya belajar menyanggul rambut, wajah kecil Clarin langsung memerah.Carles melangkah ke belakangnya, mengambil tusuk konde perak dari tangannya. Kemudian, dia menggenggam rambut Clarin menjadi satu dengan tangan yang lain. Dalam dua tiga gerakan saja, rambut Clarin sudah tersanggul rapi.Clarin terbelalak kaget. “Kanapa kamu langsung bisa?”“Model rambut ini sangat sederhana, cuma beberapa langkah saja,” jawab Carles dengan nada tenang.Bagi Clarin, kata-kata Carles memang tidak menyakitkan, tapi sangat memalukan.Dia mengeluh lesu, “Menurutku juga kelihatannya gampang. Mata sudah paham, tapi tangan sama otak nggak mau kerja sama .…”Ucapan itu membuat Carles nyaris tertawa.Ujung bibirnya sedikit terangkat. “Kebaya ini pas di badanmu?”“Hm, ukurannya pas sekali. Nih, lihat .…”Clarin berdiri, lalu mundur beberapa langkah a

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 112

    Sang manajer menggelengkan kepala dan berkata, “Kalau kita sudah merekomendasikan suatu barang kepada pelanggan, lalu pelanggan menolaknya, tapi kita malah masih bersikeras merekomendasikan barang-barang lagi, itu hanya akan membuat pelanggan merasa tidak nyaman. Lain kali, mereka bahkan bisa jadi enggan untuk datang lagi.”“Atasan dari pelanggan itu sepertinya orang kaya. Dia nggak daftar jadi member atau isi saldo apa pun, kenapa Anda tetap memberinya diskon sebesar itu?” tanya pegawai dengan wajah bingung.“Dalam berbisnis, kita harus menjunjung kejujuran. Kemarin malam aku sudah berjanji pada Nyonya itu. Hari ini memang bukan dia sendiri yang datang untuk beli. Tapi kalau aku nggak memberikan diskon 20% seperti yang dijanjikan, setelah Nyonya itu tahu, dia mungkin akan merasa toko kita menipu dirinya, membuatnya mengeluarkan uang lebih banyak,” jelas sang manajer dengan sabar.Manajer lanjut menasihati dengan sungguh-sungguh, “Kalau ingin mengembangkan pelanggan baru dan punya pela

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 111

    Untung saja dia punya kesadaran diri, tidak sampai menasihati Carles untuk bercerai ataupun melontarkan kalimat-kalimat yang tidak enak didengar.Kalau tidak, dia pasti akan canggung saat bertemu Carles lagi.“Iya.”Jordan pun mengangguk.“Kalau begitu, aku nggak ganggu waktumu lagi,” kata Jovan sambil menyingkir ke samping memberi jalan.Jordan membungkuk sedikit kepadanya, lalu bergegas menuju toko kebaya.Begitu melihat Jordan yang berpakaian rapi ala elit profesional masuk ke toko, sang manajer segera menyambutnya dengan ramah.“Selamat datang! Pak .…”“Saya mau kebaya ini.” Jordan memotong ucapan sang manajer sambil menyerahkan ponsel untuk memperlihatkan foto.Sekilas saja, sang manajer langsung mengenali wanita di foto itu adalah Clarin. Senyum di wajahnya semakin merekah. “Baik, Pak. Mohon tunggu sebentar. Saya akan segera mengambilkan yang baru dari gudang.”Usai berkata demikian, sang manajer berbalik dan masuk ke gudang di balik meja kasir.Tak lama kemudian.Sang manajer ke

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 110

    “Dua sampai empat juta,” jawab Clarin dengan ragu.“Saya nggak bisa jual dengan harga segitu.” Sang manajer menggelengkan kepala. “Bahkan untuk anggota member yang sudah punya saldo sekalipun, diskon maksimal hanya 20%.”Clarin berkata dengan sungkan, “Maaf, saya sudah membuang banyak waktumu.”“Nona, coba dipertimbangkan lagi. Kalau mau beli, cari saya di lain hari. Saya bisa kasih harga spesial. Tanpa isi saldo pun, saya akan kasih harga member,” kata sang manajer sambil menepuk bahu Clarin pelan, lalu berbisik lagi, “Banyak pelanggan sudah mencoba kebaya itu, tapi tidak ada yang memakainya secantik Nona. Saya benar-benar berharap kebaya itu bisa dikenakan olehmu.”Clarin menangkap maksudnya. “Baik, saya akan mempertimbangkannya lagi.”Setelah keluar dari toko kebaya, Clarin melihat antrean restoran ayam kelapa sudah hampir memanggil nomor mereka.Mereka pun berhenti berkeliling.Selesai makan, waktu sudah menunjukkan lewat pukul sembilan malam.“Valen, kamu masih mau lanjut jalan-ja

  • Salah Nikah, Temukan Cinta Sejati   Bab 109

    “Nona, silakan coba dua kebaya ini.”“Baik, saya coba dulu.”Clarin menerima kebaya itu, lalu masuk ke ruang ganti.Dia mengenakan kebaya warna sampanye dengan bordir halus.Begitu dia keluar dari ruang ganti, Valen langsung berseru kagum, “Cantik banget! Clarin, kamu terlihat luar biasa cantik dengan kebaya ini. Kelihatannya seperti nona bangsawan yang anggun, berkelas, dan elegan.”“Nona, kebaya ini bahkan terlihat jauh lebih cantik di Anda daripada di model kami,” puji sang manajer.Clarin berjalan ke depan cermin besar, menatap sosok dirinya di dalam pantulan kaca, sedikit tak percaya dengan apa yang dilihatnya.Valen mendekat ke sampingnya dan berbisik, “Clarin, cermin ini memang bisa membuat tinggi badan terlihat lebih jenjang dan tubuh lebih ramping. Tapi, kamu aslinya sudah tinggi dan langsing. Di mataku, kamu yang asli terlihat jauh lebih cantik daripada kamu yang di cermin.”Saat ini pula, sang manajer membawa sebuah tusuk konde perak.“Nona, kebaya ini akan terlihat lebih in

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status