LOGINClarin menikah kilat! Waktu kencan buta, Clarin langsung mengajak pasangan kencan butanya ke kantor catatan sipil. Setelah mengambil akta nikah, Clarin baru tahu bahwa dia salah menikahi orang. Suami kilatnya tampan, dingin, dan memancarkan aura yang sangat memesona. Clarin menggigit bibirnya. Ya sudah, lagian emang mau nikah. Sepupunya berkata dengan nada sombong, "Clarin, tunanganku adalah putra dari keluarga terkaya. Cepat berlutut padaku!" Suami nikah kilatku berkata, "Kalian berdua, sebagai keponakan dan istri keponakan, cepat sujud beberapa kali pada Bibi kalian." Setelah menikah, suami Clarin menyingkirkan para pembuat masalah tanpa ampun. Suaminya juga sangat memanjakan Clarin. Namun, Clarin hanya ingin melarikan diri. "Sayang, apa aku nggak cukup menyayangimu?" "Cukup." "Lalu kenapa kamu lari?" "Rasa sayangmu itu keterlaluan!" Clarin sungguh tak berdaya...
View MoreCarles meliriknya sekilas. Sudut bibirnya terangkat dengan senyum dingin yang menggoda. “Pikiranmu ternyata cukup liar.”“Tidak! Aku tidak bermaksud begitu.” Clarin buru-buru menyangkal.“Aku cuma asal ngomong. Saat haid melakukan hal begitu bisa bikin sakit di area kewanitaan. Aku tidak mungkin main-main dengan tubuhku sendiri.”Meski belum punya pengalaman praktik, sebagai generasi 5G yang rajin berselancar di internet, pengetahuan teorinya cukup luas.“Tidur.”Carles menariknya ke dalam pelukan dan berhenti bicara.…Hari Senin.Begitu tiba di kantor, Clarin mendengar asisten Winardi, Welsen, berkata padanya, “Clarin, Pak Winardi memintamu ke kantornya.”“Baik, saya ke sana sekarang.” Clarin menjawab dengan sedikit gugup.Melihat ekspresi Welsen yang cukup serius, Jessica langsung teringat Clarin yang pulang lebih awal pada Jumat malam. Ditambah lagi, selama akhir pekan dia sempat, dengan sengaja maupun tidak, menyampaikan pada Pak Winardi beberapa catatan buruk tentang Clarin di ma
“Jangan gugup ….”Carles berbisik pelan, lalu mengecup bibirnya dengan lembut.Wajah Clarin memerah. Dia memejamkan mata dan membalas ciuman Carles dengan canggung namun tulus.Suhu di dalam kamar perlahan meningkat.Ciuman Carles yang semula lembut berubah semakin dalam. Telapak tangannya yang hangat dan membakar mengangkat sedikit ujung gaun Clarin. Kulit yang tersentuhnya seketika memerah dan terasa panas ….Tepat saat segalanya hampir melampaui batas, Clarin merasakan aliran hangat di tubuhnya. Dia terdiam beberapa detik, lalu tersadar dan buru-buru berkata, “Tunggu … Pak Carles, tunggu sebentar … aku mau ke kamar mandi.”Selesai bicara, Clarin segera menyelinap keluar dari pelukan Carles, berguling turun dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi.Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Clarin bersandar di kusen pintu, dengan wajah sedikit canggung ia berkata, “Ehm … aku datang bulan.”Clarin mengira masih tiga atau empat hari lagi, tak disangka malah datang hari ini.
Tak lama setelah sarapan, Nenek Vivian mengajukan diri untuk pulang dan meminta Carles mengantarnya turun.Clarin sedang rebahan di sofa sambil bermain ponsel, mulutnya mengunyah permen yang dibawakan Nenek Vivian untuknya. Tiba-tiba, panggilan dari Belinda masuk.Ia menunggu setengah menit sebelum mengangkatnya.Clarin belum sempat bersuara, suara Belinda sudah meledak-ledak dari seberang sana.“Clarin Gunardi, dasar perempuan sialan! Berani-beraninya kamu mempermainkanku! Aku menunggumu di bar sampai lewat jam satu subuh!”“Belinda, dengarkan aku dulu. Aku benar-benar tidak sengaja,” kata Clarin, berpura-pura panik.“Semalam aku benar-benar berencana menunggu suamiku tidur dulu baru pergi ke bar menemuimu. Tapi dia entah salah minum obat apa, semalaman nempel aku terus, aku benar-benar tidak bisa lepas dari dia ….”Clarin berhenti sejenak, lalu berkata dengan nada malu-malu yang dibuat-buat, “Aduh, ini semua salah dia. Staminanya terlalu kuat dan … tahan lama. Aku benar-benar diperma
Beberapa saat kemudian, Belinda akhirnya tersadar. Dia kembali memastikan dengan suara serius, “Kalau aku berhasil menemukan keberadaan liontin itu, kalian akan memberiku dua triliun, benar?”“Benar.”Pria paruh baya itu mengangguk dengan sikap tegas.Belinda berpura-pura menunjukkan ekspresi tamak. “Baik. Aku akan memerintahkan pihak manajemen bar untuk membantu mencarinya. Orang tuaku punya jaringan luas, nanti aku juga akan minta mereka ikut mencari dan menanyakan ke sana-sini.”“Kalau begitu, terima kasih sebelumnya, Nona Belinda.”Pria itu pun menyerahkan foto tersebut kepada Belinda. “Di balik foto ini ada nomor kontak saya.”Setelah membungkuk sopan, pria itu pun berbalik dan meninggalkan bar.Dia masih harus pergi ke tempat lain untuk meminta bantuan orang-orang lain.Siapa pun yang duluan menemukan liontin itu akan mendapatkan dua triliun sebagai imbalan!Setelah memastikan pria itu tidak akan kembali, tubuh Belinda langsung melemas. Dia terjatuh bersandar di sofa, seolah keha
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore