Share

Bab 155

Auteur: Jimmy Nugroho
Sebelum keluar rumah, Kelvin telah menelepon Eric dan mengirimkan lokasinya. Eric akan datang menjemputnya.

Dia menunggu beberapa saat di pintu masuk kompleks. Sebuah mobil hitam berhenti di depan gerbang kompleks vila Kelvin, lalu jendela mobilnya diturunkan. Eric berkata, "Dokter Kelvin, ayo naik!"

Kelvin naik ke mobil dan berdeham sebelum menyahut, "Kita itu mitra bisnis. Mulai sekarang, panggil saja aku Kelvin. Memanggilku Dokter Kelvin terasa agak aneh."

Eric diam-diam merasa senang.

Sebena
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 516

    Ella merasakan sakit yang tajam di bagian jantungnya, tetapi tidak lama kemudian rasa itu hilang begitu saja."Ka ... kamu melakukan apa padaku?" tanya Ella. Tubuhnya tidak bisa bergerak. Dia menatap punggung Niveria sambil berkata, "Niver, kumohon beri aku kesempatan hidup. Aku benar-benar salah. Tolong ampuni aku. Bagaimanapun, kita tumbuh bersama sejak kecil.""Kamu ingat nggak? Waktu kamu umur 18 tahun, ada pria yang terus mengejarmu. Aku yang menghajarnya sampai dia berhenti mengganggumu!" Ella terus memohon.Niveria menghela napas panjang sebelum membalas, "Justru karena kita tumbuh bersama sejak kecil, aku nggak langsung membunuhmu. Kamu bisa hidup atau nggak, itu tergantung nasibmu sendiri."Setelah itu, Niveria berbicara sambil menggeleng, "Kelvin, ayo kita pergi."Kelvin mengangguk. Dia melirik Ella sambil berkata, "Kalau bukan karena Niveria, aku sudah membuatmu menjadi cairan mayat di sini."Dengan nada tenang, Kelvin melanjutkan, "Setengah jam lagi, efek jarum peraknya aka

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 515

    Niveria menghela napas panjang, lalu berucap, "Pilih saja tempat untuk kuburanmu sendiri."Ella langsung tidak bisa menahan diri lagi. Air matanya mengalir deras.Ella adalah Nona Muda Keluarga Christian. Meskipun sudah berulang kali mengutus orang untuk membunuh Niveria selama ini, dia tidak pernah turun tangan langsung.Namun saat benar-benar menghadapi hidup dan mati seperti ini, Ella tidak mampu menahan diri lagi. Emosinya mulai runtuh."Maaf, Niver. Maafkan aku!" Pada saat ini, Ella berbicara sambil menangis, "Aku salah. Aku benar-benar salah. Aku nggak seharusnya serakah. Aku nggak seharusnya menginginkan harta tahap fondasi milikmu itu.""Sejak kapan kamu mengincarnya?" tanya Niveria dengan nada tetap tenang."Sejak ulang tahunmu yang ke-18. Waktu itu kami datang ke rumahmu untuk merayakan ulang tahunmu dan kakekmu memberimu giok itu." Ella memberi tahu, "Keluarga Christian punya beberapa catatan kuno. Aku pernah melihat catatan tentang giok itu. Itu adalah harta tahap fondasi,

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 514

    Ekspresi Ella sedikit berubah. Di tangan kanannya, kekuatan sejati mulai mengalir. Dia hendak menghantam pintu mobil dan melompat keluar.Sebenarnya, Ella sudah mulai menyesal keluar lebih dulu.Sejak tadi Ella sudah merasa tatapan Kelvin tidak biasa, jadi dia buru-buru pergi agar tidak merasa tidak nyaman.Namun, justru itu memberikan celah bagi Kelvin dan Niveria.Kalau Ella tetap berada di tempat ramai, menurut aturan Pengawas Malam, Kelvin tidak akan berani bertindak terang-terangan, kecuali dia bisa melakukannya tanpa diketahui siapa pun.Hanya saja tak disangka, Ella malah pergi sendiri dan memberi kesempatan itu.Sekarang, Ella berniat menghantam pintu dan kabur.Mungkin wanita itu akan terluka, tetapi setidaknya nyawanya kemungkinan besar masih aman.Sayangnya pada saat itu, sebuah jarum perak kembali menusuk tubuh Ella. Tangan yang tadi dia angkat langsung kaku dan tidak bisa digerakkan."Mendingan kamu nurut," kata Kelvin."Niver, sebenarnya apa maksud suamimu ini?" tanya Ell

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 513

    "Oke!" ucap Ella sambil mengangguk. "Omong-omong, untuk pernikahan ini kamu dapat cuti berapa hari dari keluargamu?""Cuma lima hari," jawab Veronika. "Setelah lima hari ini selesai, aku harus meninggalkan Kota Yanir dan kembali lagi ke Kota Sunsed. Banyak pekerjaan di sana yang tertunda."Di tengah percakapan itu, Niveria juga berjalan mendekat sambil berujar, "Veronika, aku dan Kelvin juga ada urusan, jadi pamit dulu. Oh ya, pil yang kami berikan jangan lupa diminum ketika kalian ada waktu luang. Itu benar-benar bagus!""Pasti!" Veronika membalas sambil mengangguk, "Nanti aku hubungi kamu."Di sampingnya, saat melihat Kelvin dan Niveria juga hendak pergi, ekspresi Ella langsung sedikit berubah. Dia buru-buru meninggalkan aula.Niveria berbicara sebentar lagi dengan Veronika, lalu menarik Kelvin dan segera keluar dari aula.Pada saat yang sama, mereka berjalan mengikuti Ella menuju area parkir.Ella jelas merasakan mereka berdua mengikutinya. Dia mulai panik dan tanpa sadar mempercepa

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 512

    Sebagian besar orang di tempat itu sama sekali tidak menyadari ada sesuatu yang aneh.Bagi mereka, itu hanya pertunjukan sulap biasa. Hanya saja trik terakhir tadi tidak terlalu berhasil.Namun secara keseluruhan, masih tetap mengesankan.Trik kartu remi sebelumnya dan berbagai pertunjukan lain sudah cukup membuat semua orang kagum.Kebanyakan tamu di sini memang orang kaya, tetapi tidak semua punya kesempatan berinteraksi dengan kultivator. Kalaupun pernah, biasanya mereka tidak menunjukkan kemampuan mereka secara terang-terangan.Jadi, hampir semua orang tetap merasa puas.Kecuali Ella.Gagal lagi. Percobaan pembunuhan itu kembali gagal.Tatapan Kelvin barusan entah kenapa membuatnya merasa takut.Di momen itu, Ella benar-benar yakin bahwa Kelvin jelas bukan orang desa biasa seperti yang terlihat.Ditambah lagi Ella teringat kejadian di Balai Munres, saat pemilik tempat itu langsung memberikan Kartu Emas kepada Kelvin. Identitas Kelvin terasa makin misterius.Ekspresi Ella pun beruba

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 511

    Niveria merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Meskipun sudah berada di Tahap Pembukaan Batin, dia tidak punya pengalaman bertarung sama sekali. Perubahan mendadak ini membuatnya tidak sempat bereaksi dan dia hanya bisa berdiri terpaku di tempat.Kartu itu memelesat sangat cepat dan langsung menuju ke tengah dahinya."Sudah berakhir!" Senyum muncul di sudut bibir si pesulap."Sudah berakhir!" Ella juga tersenyum tipis. Dia bahkan sudah bersiap berdiri. Begitu Niveria mati, dia akan segera berlari mendekat dan memeluk tubuhnya, lalu diam-diam mengambil liontin di lehernya.Plak!Tiba-tiba, sebuah tangan muncul di depan Niveria.Hanya dengan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan, Kelvin menjepit kartu yang berputar dengan kecepatan tinggi itu. Di depan mata semua orang yang terkejut, kartu itu berhenti dan tidak bisa bergerak sama sekali."Hmm?"Senyum di wajah Ella langsung membeku.Di atas panggung, ekspresi Tarot juga berubah sedikit.Tarot sama sekali tidak merasakan adanya ali

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 64

    Sampai di sini, pria berewok melihat bahwa Kelvin yang berjalan mendekat tiba-tiba mendongak dan melirik ke arahnya.Pria berewok tanpa sadar menutup mulut. Dia merasa perkataannya seperti didengar oleh Kelvin."Sudahlah, jangan dibahas dulu. Ayo siap-siap dan ajak Niveria. Ada acara dari Direktur B

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 55

    Saat ini, di ruang kantor di atas gedung perkantoran, perban di wajah Karlo sudah dibuka.Karlo duduk di kursinya sambil terus memutar pulpen. Senyuman tersungging di bibirnya.Suasana hatinya sangat riang.Karlo sangat marah karena dipukul habis-habisan oleh anak buah Niveria. Niveria jelas bukan o

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 57

    Wajah pria paruh baya itu dipenuhi amarah. Tangan kanannya sudah terkepal.Yugo sangat ingin lari, tetapi dia tampak sangat takut pada ayahnya. Yugo pun berdiri gemetaran di tempat, tidak berani pergi."Ayah, aku ... aku gegar otak ringan, belum sembuh!" Yugo berkata memelas, "Jangan ...."Plak!Tep

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 29

    Di tangga juga berdiri banyak orang.Orang di samping Kelvin berbisik, "Keluarga Lorenz memang sombong. Biksu pengemis itu tadi naik mau minta dua gelas teh, dan nggak sengaja tabrak cewek itu. Nggak pakai pikir lama, cewek itu langsung tampar dia!""Biksu kecil itu kurus kerempeng, pasti kurang giz

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status