LOGINOrang Tanpa Wajah terbaring di lantai dan merasa seolah seluruh tubuhnya terkekang. Dia tidak dapat bergerak sedikit pun!Ini adalah efek dari Teknik Akupunktur Penjerat Jiwa.Biasanya, teknik akupunktur ini sebenarnya digunakan untuk mengobati orang. Sebab, beberapa perawatan bisa sangat menyakitkan. Teknik ini dapat sepenuhnya melumpuhkan seseorang dan membuatnya tidak dapat bergerak.Ini sepenuhnya berbeda dari teknik akupunktur yang sebelumnya Kelvin gunakan untuk melumpuhkan orang.Orang-orang itu adalah orang biasa. Selama jarum akupunktur mengenai titik akupunktur tertentu dan menghentikan sirkulasi darah, efek yang sama dapat dicapai.Namun, kultivator dapat menggunakan kekuatan sejati untuk melepaskan diri dari teknik jarum akupunktur itu.Teknik Akupunktur Penjerat Jiwa berbeda. Yang dikekangnya adalah kekuatan spiritual dan kekuatan sejati.Orang Tanpa Wajah mengenakan topeng, tetapi darah terus mengalir dari balik topeng itu ke lehernya yang jenjang."Kamu ... kamu sudah me
Kelvin terkekeh dan berkata, "Mau dapatkan Panjang Umur? Mimpi sana! Kalau berani, bunuh saja aku!"Saat ini, wanita berkacamata hitam di kejauhan yang belum bergerak sampai sekarang berjalan mendekat. Dia mengerutkan kening dan berujar, "Langsung bunuh saja dia! Dengan begitu, aku bisa kasih jawaban ke Arvin.""Dia belum serahkan Panjang Umur. Sekarang masih bukan waktunya untuk membunuhnya," sahut Orang Tanpa Wajah. "Ambil foto untuk Arvin saja. Dia sudah jatuh ke tanganku dan nggak punya peluang untuk bertahan hidup. Katakan pada Arvin bahwa kerja sama ini sangat menyenangkan. Aku nantikan kerja sama dengan Keluarga Jahan di Kota Yanir, atau di seluruh negeri!"Jantung Kelvin berdebar kencang.Arvin telah bekerja sama dengan organisasi Nomor 0, tetapi Kelvin tidak tahu bagaimana mereka mencapai kesepakatan!Namun, saat ini, kesempatannya sudah tiba."Ternyata kamu juga bisa bernasib seperti ini!" timpal Nelson sambil tersenyum sinis."Kamu nggak mau bicara? Baiklah!" Orang Tanpa Waj
Pisau terbang yang panjangnya sekitar tujuh sentimeter itu sepertinya bisa merasakan emosi Orang Tanpa Wajah dan tidak berhenti bergetar. Api berkobar di permukaannya.Sangat jelas, benih spiritual wanita ini beratribut api."Hehe!" Kelvin mengangkat alisnya dan menyahut, "Sialan! Kamu bahkan mau membunuhku. Apa kamu kira aku akan menyerahkan barang-barang itu dengan patuh?"Seusai berbicara, Kelvin terkekeh dan jimat lain muncul di tangan kanannya.Kemudian, Kelvin langsung melempar jimat itu.Jimat itu sontak terbakar!Di bawah langit yang tiba-tiba terang, kilat memelesat dan langsung menyambar ke arah wanita itu."Jimat spiritual level tiga, Jimat Halilintar!" Ekspresi Orang Tanpa Wajah seketika berubah.Pisau terbang itu kembali bergerak. Dia membentuk segel tangan, lalu pedang itu seketika membesar seiring embusan angin. Di tengah kobaran api, pedang itu berbenturan dengan halilintar.Boom!Keduanya bertabrakan dan memenuhi area sekitar dengan asap.Kelvin memanfaatkan kesempatan
Ini jelas merupakan kabar luar biasa."Nggak ada gunanya juga kamu tahu." Orang Tanpa Wajah itu berkata dengan tenang, "Kamu akan mati di sini hari ini.""Jangan omong kosong lagi sama dia." Tepat pada saat ini, sebuah suara merdu terdengar dari belakang Orang Tanpa Wajah. Dia berkata, "Cepat bunuh dia, lalu ambil barangnya. Dengan begitu, aku juga bisa kasih jawaban ke Arvin."Orang Tanpa Wajah tidak berbicara. Dia menatap kitab kuno tentang teknik alkimia di tangannya dan diam-diam menghitung waktu.Waktu berlalu detik demi detik. Tanpa terasa, sepuluh menit telah berlalu.Orang Tanpa Wajah mendongak dan berujar, "Sepuluh menit sudah berlalu. Apa kamu sudah bisa berikan barang-barang itu?"Kelvin mendongak untuk menatapnya, atau lebih tepatnya, menatap kitab kuno di tangan Orang Tanpa Wajah. Pada detik berikutnya, senyum tipis muncul di bibirnya. Selanjutnya, sebuah jimat tiba-tiba muncul di tangan kanannya dan mendarat di bawah kitab kuno yang dipegangnya.Itu adalah Jimat Pedang Gi
Bidak-bidak itu mendarat di sekitar dan membentuk lingkaran.Felix melempar pelacak ke dalam lingkaran yang dibentuk oleh bidak-bidak tersebut.Pada saat ini, Pemabuk yang memegang botol alkohol meminum seteguk alkohol sebelum memasukkan botol itu ke sakunya.Dia menelan alkohol itu dan bersendawa. Kemudian, matanya yang agak mengantuk langsung menajam. Dia tidak berhenti membentuk segel tangan.Pada saat yang sama, dia menggumamkan mantra, "Energi langit dan bumi menyatu, mengandung Kitab Perubahan. Rasi bintang berubah, siklus hidup tak pernah berhenti.""Teknik Pelacak!" serunya pelan.Dia tiba-tiba menghantam telapak tangannya ke lantai. Bidak-bidak kecil di lantai mulai bergerak perlahan dan berubah menjadi bentuk seperti panah.Pada saat yang sama, mata Pemabuk berubah menjadi satu hitam dan satu putih. Orang biasa pasti akan sangat ketakutan setelah melihatnya."Sudah melihatnya?" tanya Felix."Sudah!" Pemabuk berkata, "Masuk ke mobil. Aku akan bawa kalian ke sana."Dalam pengli
Ekspresi Kelvin sedikit berubah.Anak buah Arvin juga ada di tempat ini!Dia menyipitkan mata dan berkata, "Keluarga Jahan ... bekerja sama dengan organisasi Nomor 0? Memangnya kalian nggak takut disingkirkan Pengawas Malam?"Pihak lain tidak menjawabnya. Sebaliknya, Orang Tanpa Wajah angkat bicara, "Satu saja juga boleh. Serahkan padaku!""Tunggu!" Kelvin melirik Julia yang tergantung di udara, lalu bertanya, "Sebelum kuberikan padamu, aku punya beberapa pertanyaan!"Orang Tanpa Wajah mengerutkan kening dan berkata, "Tanyalah!""Kenapa ... kalian mau membunuhku?" tanya Kelvin.Orang Tanpa Wajah terkekeh dan menjawab, "Tentu saja karena kamu itu penerus Tristan dan kamu punya Jurus Panjang Umur."Ekspresi Kelvin sedikit berubah. Ternyata memang seperti yang dia duga.Kemudian, Kelvin menatapnya dan mengajukan pertanyaan kedua. Ini adalah pertanyaan yang selalu ingin dia ketahui. Dia menatap Orang Tanpa Wajah dan bertanya, "Di mana kakekku? Di mana dia sekarang? Apa dia masih hidup?"Or
Mendengar percakapan kedua staf itu, hati Kelvin sedikit terusik.Bos mereka hampir tidak pernah menampakkan diri?Kalau begitu, bagaimana cara Adrian mengirim paket ke sini? Apa dia langsung menyerahkannya kepada staf biasa?Mengirimkan kepala manusia begitu saja kepada staf toko biasa?Dengan pera
Keluarga Lorenz, Kota Jingawan!Saat ini di rumah Keluarga Lorenz, kepala keluarga yang hanya berstatus nama saja, Gino Lorenz, sedang mondar-mandir di dalam sebuah kamar.Di atas ranjang di sampingnya, ada seseorang yang sedang berbaring. Orang itu tidak lain adalah Karlo."Kenapa belum kembali jug
Sienna terus dipaksa mundur oleh beberapa orang itu!Daerah ini memang sepi. Orang yang lalu-lalang juga tidak banyak. Wajah Sienna jelas menunjukkan rasa takut dan panik.Kelvin menatap orang-orang itu. Dia melihat tubuh mereka penuh dengan tato. Jelas, mereka adalah sekelompok preman jalanan."Kal
Wajah Edric langsung menjadi muram. Dia membalas, "Robert, kalau di hari biasa, aku pasti akan menghargaimu. Tapi sekarang, aku lagi bertemu dengan orang yang sangat penting. Aku nggak peduli kamu mau melakukan apa, mulai sekarang kalian nggak boleh berisik."Ekspresi Robert berubah-ubah sejenak. Di







