Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis

Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis

By:  Aldo KapakUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
50Chapters
10views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah menikah selama 5 tahun, Radit mengira dia bisa hidup bahagia, menua bersama istrinya yang seorang CEO cantik. Sayangnya, sebuah insiden tak terduga membuatnya menyadari sisi gelap istrinya. Dia pun marah, tapi malah mengakibatkan kedua kakinya patah tulang .... Dikhianati istri, tidak punya uang sepeser pun, dan kedua kakinya lumpuh. Di titik terendah hidupnya, Radit meminta cerai kepada istrinya tanpa peduli apa pun. Setelah itu, dia mulai melancarkan balas dendam yang kejam kepada selingkuhan istrinya! Namun, setelah bercerai, sang mantan istri justru dirundung penyesalan. "Sayang, aku minta maaf. Tolong beri aku kesempatan lagi." "Enak saja, pergi sana!"

View More

Chapter 1

Bab 1

Kota Selanta, kompleks apartemen Griya Nirwana.

Sebagai ibu kota provinsi, harga properti di sini tentu saja tinggi, dan Griya Nirwana adalah salah satu yang paling mahal.

Radit Buana berusia 29 tahun. Meskipun lulus dari Universitas Selanta, dia tidak mampu membeli apartemen di sini. Dia bisa tinggal di sini berkat istrinya yang seorang direktur perusahaan.

Setelah lulus, Radit bekerja sebagai pustakawan di perpustakaan Universitas Selanta. Gajinya memang lumayan, tapi bisa dibilang hanya setetes dibanding lautan kekayaan istrinya yang mencapai ratusan miliar.

"Sayang, bisa pulang cepat hari ini?"

"Aku nanti harus lembur. Malam ini juga mau tidur di rumah orang tuaku. Kamu makan malam sendiri dulu!"

"Ke rumah orang tuamu lagi? Tapi hari ini kan ...."

"Ada urusan di kantor! Sudah dulu, aku tutup teleponnya."

Tuut ... tuut ... tuut ....

Mendengar nada putus di telepon, Radit menggelengkan kepalanya dengan pasrah.

Dia sebenarnya ingin mengatakan bahwa hari ini adalah hari jadi pernikahan mereka. Setelah hari ini, mereka akan memasuki tahun keenam pernikahan. Sayangnya, melihat situasi ini, istrinya sepertinya benar-benar lupa.

Radit tidak menyalahkan istrinya. Lagi pula, perusahaan istrinya belakangan ini mengalami masalah dan membutuhkan dana besar. Sehingga istrinya sibuk tanpa henti dan sering tidak pulang makan malam di rumah.

Meja sudah dihiasi lilin merah dan anggur merah yang baru saja dia beli tadi siang. Rencana makan malam romantis terpaksa ditunda.

Radit menenangkan diri, lalu berdiri dan mulai membersihkan rumah.

Dia tinggi dan tampan, dan meski usianya hampir 30 tahun, matanya masih memiliki kesan jernih dan penuh tekad.

Walaupun umur selalu bertambah, dia masih memiliki jiwa yang tetap muda.

Hal ini juga berkaitan dengan pengalaman hidupnya. Ketika dia berusia 10 tahun, orang tuanya tewas tenggelam saat menyelamatkan seseorang. Dia pun tinggal di panti asuhan, menghabiskan waktunya tenggelam dalam buku, tidak suka berinteraksi dengan orang lain. Bahkan setelah lulus dan mulai bekerja, dia memilih menjadi pustakawan yang tidak banyak berurusan dengan orang.

Dia tampak agak pendiam dan tertutup.

Namun, hal ini tidak mengurangi keunggulannya. Dia meraih gelar doktor ilmu ekonomi di bawah usia 30 tahun, sebuah prestasi yang luar biasa!

Meski begitu, di bawah bayang-bayang istrinya, Radit memilih untuk bersikap rendah hati dan rela menjadi bapak rumah tangga di rumah. Lagi pula, dengan kekayaan istrinya, mereka sudah termasuk bebas secara finansial.

Istrinya adalah Lilian Sudibyo, hanya satu tahun lebih muda darinya, menjabat sebagai direktur Grup Sudibyo. Ditambah dengan parasnya yang memukau dan tubuh yang menawan, dia sangat terkenal di Selanta.

Saat kuliah, Radit tidak sengaja menumpahkan teh susu Lilian di perpustakaan. Untuk meminta maaf, dia mentraktir Lilian makan malam, dan hubungan mereka pun dimulai dari makan malam itu. Enam bulan kemudian, keduanya resmi menjalin hubungan asmara.

Setelah menikah, keduanya sangat mesra dan jarang bertengkar. Satu-satunya sumber konflik berasal dari keluarga dan orang tua Lilian.

Keluarga Sudibyo tentu saja tidak suka seorang menantu yang status sosialnya jauh di bawah mereka. Apalagi, Radit adalah seorang yatim piatu.

Setelah selesai mengepel lantai, Radit duduk di sofa. Seperti biasa, dia mengambil sebuah buku, membukanya di halaman yang terakhir dibacanya, dan mulai membaca.

Ini adalah buku berbahasa Ingrish. Bahasanya bukan kendala bagi Radit.

Namun, entah mengapa, dia hari ini sangat sulit konsentrasi. Baru membaca satu kalimat sudah lupa lagi. Pikirannya terasa gelisah.

Radit terpaksa mengambil ponselnya. Dia awalnya ingin menonton video pendek, tapi matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah aplikasi.

Ini adalah aplikasi yang dipasang saat membeli mobil, untuk mencegah mobil kesayangannya hilang, yang dapat memantau lokasi mobil secara real-time.

Karena mobil Lilian mengalami goresan kecil beberapa hari yang lalu dan dibawa ke bengkel, dia hari ini pergi kerja menggunakan mobil Radit.

Entah mengapa, Radit terdorong untuk membuka aplikasi itu.

Peta Kota Selanta segera muncul di ponselnya, dan lokasi GPS mobil tepat berada di gedung Grup Sudibyo.

Istrinya memang sedang lembur.

Radit menghela napas lega, tapi hatinya terasa bersalah karena telah mencurigai istrinya.

Tiba-tiba!

Radit terkejut melihat titik GPS mobilnya mulai bergerak.

Mata Radit melebar, itu berarti istrinya sudah keluar dari kantor.

Dia tidak lembur.

Istrinya berbohong!

Wajah Radit tampak muram. Tanpa ragu, dia melangkah keluar dengan cepat, mendorong motor listriknya keluar dari kompleks perumahan.

Radit merasa gelisah sepanjang perjalanan. Dengan mengikuti GPS, dia segera melihat mobil Audi-nya di seberang jalan.

Ini adalah ....

Hotel Internasional Mario.

Melihat papan nama yang megah itu, rasa gelisah Radit semakin kuat.

Dia masih berada di seberang jalan. Untuk menyeberang, dia harus berbalik arah terlebih dahulu. Radit duduk di atas motornya, menatap lekat-lekat ke arah mobil Audi miliknya.

Tak lama kemudian.

Pintu mobil terbuka.

Sosok wanita yang cantik sempurna keluar dari kursi pengemudi.

Di balik rambut panjang yang terurai, wanita itu mengenakan gaun hitam yang pas di tubuh. Lehernya seputih salju dengan lekuk yang elok. Pinggang rampingnya menonjolkan bokong yang besar dan montok.

Dengan sepatu hak tinggi berwarna gelap, langkahnya pun sangat memikat.

Itu dia!

Setelah bertahun-tahun tidur bersama, Radit dapat langsung mengenali istrinya.

Masih belum selesai.

Beberapa saat kemudian, pintu penumpang depan terbuka. Seorang pria muda berbaju jas keluar dan keduanya bertemu di belakang mobil. Entah apa yang dikatakan pria itu, senyum menawan kemudian terlukis di wajah sempurna Lilian.

Hati Radit bergetar, tapi seketika itu juga, gerakan keduanya membuat jiwanya hancur.

Lilian memeluk lengan pria itu dengan gerakan seperti sudah terbiasa, seperti sepasang kekasih, berjalan menuju pintu masuk hotel sambil bercanda riang.

Radit menyaksikan semua ini dengan mata kepalanya sendiri. Hatinya berdenyut-denyut, dan dengan tangan gemetar, dia mengeluarkan ponselnya dan memotret adegan itu. Hingga sosok keduanya menghilang di pintu masuk hotel.

Giginya bergemeletuk, amarah di hatinya seolah ingin meledak.

Kenapa?

Kenapa Lilian mengkhianatinya?!

Dia tidak bisa menahannya.

Meski dengan tangan gemetar, dia tanpa ragu menelepon Lilian.

"Nomor yang Anda tuju tidak menjawab ...."

"Sialan, dasar perempuan jalang!"

Mata Radit memerah. Dia membuka aplikasi pesan dan membuat panggilan video, tapi tetap ditolak.

Dia menarik napas dalam-dalam, menyalakan sebatang rokok, dan memaksa dirinya untuk tenang. Sebuah kilatan dingin muncul di matanya. Dia turun dari motornya dan melangkah menyeberangi jalan.

Sudah sampai di sini, menghindar bukanlah solusi. Sekejam apa pun kebenaran itu, dia harus menghadapinya!

Masuk ke lobi hotel.

Radit dengan wajah muram langsung berjalan menuju meja resepsionis.

"Selamat malam, Bapak ingin melakukan check-in?"

Wanita itu tersenyum profesional dan suaranya lembut.

Radit tidak membuang-buang waktu. Saat ini, pasangan jalang itu mungkin sudah hampir selesai mandi. Dia langsung membuka galeri foto di ponselnya dan berkata, "Dua orang ini barusan masuk. Aku ingin tahu di mana kamar mereka."

Wajah resepsionis berubah, dia tersenyum canggung. "Maaf, Pak. Hotel kami melindungi privasi tamu ...."

Radit menatapnya dengan tajam. "Wanita ini istriku. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki situasi. Tolong beri tahu aku sekarang juga."

Melihat tatapan Radit, resepsionis itu tiba-tiba merasa gemetar di dalam hati, lalu mulai memeriksa foto-foto itu dengan serius.

Setelah beberapa saat, dia menghela napas lega dan menampilkan senyum profesional lagi.

"Bapak salah paham. Mereka nggak check-in kamar. Mereka sepertinya pergi ke restoran makanan Barat di lantai dua!"
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
50 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status