LOGINBefore my engagement, a fire broke out in my dressing room. The explosion sent shards of glass deep into my body. My best friend, Monica Addams, shielded me as we escaped the flames. At the hospital, she stayed by my side as I clung to life. She called my fiancé, James Miller. However, his response was dismissive. “Veronica isn’t feeling well, and I’m accompanying her to get an IV drip. If it’s no big deal, just drop it.” Furious, Monica unleashed a string of curses and called her own boyfriend, Lucas Smith, asking him to help find a specialist. He brushed her off, too. “Stop overreacting. Veronica’s sick, so I’m getting her some medicine.” When I narrowly escaped death and met Monica’s gaze, I said in a low voice, “I want to call off the engagement.” Without hesitation, she responded, “If you end yours, I’ll end mine.” That was when both men panicked.
View More"Pakai gaun ini, berpura-puralah menjadi LC dan temani bosku malam ini! Tips dari bosku bisa kita pakai untuk membayar hutang dan cicilan kita!"
"Apa? LC?" ulang Rania tidak percaya mendengar perintah Elvan, pria yang sudah menjadi suaminya selama dua tahun ini.
"Iya, kau tahu LC kan? Lady Companion, pemandu karaoke. Bosku akan menjamu tamu di hotelnya dan dia memintaku mencari wanita untuk menemaninya sekaligus tamunya."
Rania kembali membelalak. "Lalu kau memintaku yang menemani bosmu dan tamunya? Kau sudah gila, Elvan!"
"Ya, aku gila! Butuh uang membuatku gila!" Elvan meradang. "Lagipula selama menikah kau hanya nganggur! Hanya membuat kue tanpa hasil dan kau ingat berapa hutangmu karena ibumu yang sakit-sakitan itu kan? Keluargamu sudah seperti lintah bagiku! Jadi sekarang buatlah dirimu berguna, balas jasaku, dan hasilkan uang untukku!" bentak Elvan.
Elvan mendorong Rania ke kamar mandi dan Rania hanya bisa terus menangis. Semua yang ia lakukan salah di mata Elvan, bahkan penghasilannya dari membuat kue pun dianggap remeh.
Elvan lupa kalau sudah beberapa bulan ini, ia tidak pernah memberi istrinya uang. Setiap mendapat gaji, Elvan selalu mengutamakan keluarganya dulu, lalu membayar cicilan dan hutang judinya yang alih-alih habis, malah makin bertambah.
Tidak ada yang tersisa untuk Rania sampai ia harus berusaha sendiri. Bukan maunya juga ibunya sakit, Rania merasa sangat berhutang budi sampai ia berusaha menjadi istri yang baik, tapi Elvan selalu membahas hutang itu seolah Rania bukan istri, tapi beban.
Rania terus mengusap air matanya dan ia tidak punya pilihan lain selain patuh. Namun, jantungnya berdebar kencang saat menatap pantulan dirinya di cermin.
Gaun yang dipakainya melekat pas di tubuhnya yang seksi. Postur tubuh Rania sangat proporsional dan karena belum pernah melahirkan, sama sekali tidak terlihat lemak berlebih di bagian mana pun.
Hanya saja, gaunnya terlalu pendek, jauh di atas lutut dengan belahan dada yang cukup rendah sampai Rania pun terus meletakkan tangan di depan dadanya.
"Dadanya rendah sekali, Elvan. Aku tidak nyaman," protes Rania memberanikan diri.
"Ck, turunkan tanganmu!" Elvan menepis tangan Rania. "Dadanya biasa saja, busungkan dadamu! Pakai sepatu ini dan parfumnya!"
Elvan langsung menyemprotkan parfum ke beberapa bagian titik tubuh Rania sampai Rania mau muntah karena Elvan menyemprotnya terlalu banyak.
Namun, setelah menyemprot parfumnya, Elvan menatap istrinya itu dengan penuh kekaguman.
"Cantik, Rania! Cantik sekali! Sekarang kau sudah sempurna dan kau siap bekerja malam ini!"
Suasana ruang karaoke VIP hotel itu membuat Rania merinding, dingin dan beraroma alkohol. Musik berdentum, lampu temaram, dan tawa beberapa tamu bercampur dengan denting gelas.
Empat orang pria ditemani empat wanita LC, sedangkan Rania duduk kaku di samping Lucas Mahendra, pria tampan dan dingin yang merupakan bos dari Elvan.
Rania tidak nyaman dengan gaun pendek tanpa lengannya, apalagi saat kulit lengannya langsung bersentuhan dengan kemeja Lucas, rasanya seperti ada sengatan listrik yang mengalir di tubuhnya.
"Apa kau akan diam saja? Tuangkan wine untukku!" Suara bariton Lucas terdengar rendah namun memerintah.
"W-wine? Baik, Pak ...."
Perlahan Rania meraih botol berat wine itu lalu menuangkannya ke gelas Lucas, tapi tangannya gemetar sampai mulut botol dan mulut gelas itu pun terus berdenting.
Lucas yang melihatnya langsung menahan pergelangan tangan Rania. Sentuhan itu hangat, tapi membuat Rania menahan napasnya sejenak.
"Kalau gemetar seperti ini, wine-nya akan tumpah," bisik Lucas begitu dekat hingga napasnya menyapu telinga Rania.
Rania tersentak, buru-buru menarik tangannya. "M-maaf, Pak."
Lucas hanya menatap sekilas, kemudian menyesap minumannya. Pria itu tidak melakukan apa pun, tapi dari sudut matanya, Rania bisa merasakan tatapan Lucas yang membuatnya merasa ditelanjangi.
Di sekeliling mereka, para pria tertawa sambil merangkul wanita-wanita LC lain. Tangan-tangan nakal, tawa genit, bisikan yang membuat Rania ingin lari. Untungnya Lucas tetap diam, hanya memandang layar karaoke tanpa menyentuhnya.
Acara karaoke berakhir lebih cepat dari yang Rania bayangkan.
"Baiklah, cukup untuk hari ini. Aku harus membicarakan bisnis, jadi semuanya bisa keluar!" titah Lucas.
Para LC segera berpamitan dengan genit. Ada pria yang memasukkan tips ke dada seorang LC sampai Rania makin ingin kabur. Elvan sendiri yang sejak tadi ada di sana langsung memberi kode pada Rania.
Buru-buru Rania berdiri, namun sepatu hak tingginya tersangkut karpet. Tubuhnya oleng dan tanpa bisa dicegah jatuh terduduk di tempat yang tidak seharusnya, di pangkuan Lucas.
Rania membelalak dan kaku sejenak. Dadanya menempel pada kemeja mahal Lucas. Aroma parfum maskulin bercampur dengan napasnya sendiri, membuat jantung Rania berdegup kacau.
Lucas sendiri terdiam dan tidak langsung menyingkirkan Rania. Kedua matanya menatap wanita itu lekat dan tajam, penuh rasa ingin tahu dan tertarik pada wanita LC yang tidak biasa ini.
"Aku ... maafkan aku lagi, Pak. Aku tidak sengaja ...."
Baru saja Rania ingin bangkit berdiri, tapi Lucas menahannya tetap duduk. Tatapannya menelusuri wajah Rania, seolah sedang menilai sesuatu.
"Kau sedang menggodaku, Nona? Sekarang aku tidak bisa bermain, tapi nanti malam bisa," bisik Lucas mendadak parau. Ia terdiam sejenak, sebelum melanjutkan ucapannya.
"Jadi katakan! Berapa hargamu semalam?"
**Veronica was furious. She texted me: [Amelia, are you happy now? I’ve lost completely, and now everyone sees me as the other woman. Is this what you wanted?!][I’m not happy yet. You’re still in my way. Get him out of my life, or I’ll crank up the heat and make sure you never recover your reputation!]Maybe she was scared that I had more evidence. Thirty minutes later, Veronica showed up. I watched from my window as she and James argued and pulled at each other.James looked up at me, and for a moment, our eyes met. I did not react. After a while, I turned around and drew the curtains. When I checked again later, the car was gone. It seemed they had left.From then on, I did not see James anymore. All I heard was that after he was suspended, his reputation tanked. Some patients and their families complained that he lacked responsibility, so the hospital had no choice but to sideline him and transfer him to the back office.Despite being the head of surgery with impressive
"Don’t come again. I’ll be discharged tomorrow."I looked at James. His face was pale and defeated. "No… No!"I smiled slightly. "Let’s end things on good terms and let each other go, or you’ll regret it."In the past, I was the one stuck in my own head, constantly competing with Veronica for attention. I used to believe the loudest person got what they wanted, but now I understand. Why should I need to cry to get my way?I was who I was. There was no reason to devalue myself for anyone, and there was certainly no need to cling to someone who did not appreciate me. If one guy did not like me, there were plenty more out there.I could not change who I was.However, James did not understand. He thought I was throwing a tantrum and was ending things because I was heartbroken. The truth was that I just wanted to be myself. Whoever James chose to be with was his business.Seeing he was not going to let go, I did not hesitate. I pulled out photos of his engagement and called h
[Wow, this is disgusting! I thought we were dealing with some sort of love warrior, but turns out he’s just a pathetic simp!][Hey Veronica, how does that strawberry-flavored treat taste? Must feel great having two guys ignoring their partners for you, huh?][Disgusting doesn’t even begin to describe it! It’s like a whole new level of gross!][So, let me get this straight. Your fiancée gets hurt, but delaying the engagement wasn’t an option? You had to bring in a stand-in?][If your brain’s broken, go get it fixed!]Lucas never expected that this whole situation would come back to bite him.By the time he realized what was happening and tried to contact the TikToker to take the video down, it was already too late.Desperate, he went to Monica, hoping to rekindle things between them. However, Monica was not having it. She released his private messages, including the harsh things Lucas had said to her when they had fought over Veronica. Suddenly, Lucas was being roasted onli
Monica had just come back from grabbing some food and getting her bandages changed when she overheard the conversation and immediately spotted the two people everyone was talking about. She flung the porridge in her hand. “You cheating scum! How dare you show your faces here!”Veronica screamed as the porridge splashed on her. “Are you crazy?!”“Crazy? Yeah, maybe I am! You said you had a stomachache that day, right? Too bad it didn’t kill you!“James, while Amelia was practically dying in that fire, what were you doing, huh? You were doubting she was hurt, so what’s with the act now? Stop pretending to care!“Get out! Both of you, leave!” Monica's voice echoed down the hospital corridor, and everyone around turned to stare.They watched as Monica yanked Veronica out of the hospital room, leaving her looking completely humiliated. Even James stood there, stunned.However, instead of being angry, he said, “I’ll come back another time.”“We don’t need you coming back! You’re
"Amelia, I know you don’t like me, but I… I didn’t mean for things to go this way. James was only looking after me," Veronica said, her voice soft, but her words clearly testing me.I glanced at James, my expression cold. "Can you leave now?""I’m sorry.”I looked up, stunned. James was actually apolog
Seeing this, Veronica was stunned. She rushed to James’s side, her eyes filled with concern as she looked at his face. Then, she turned to me, her voice sharp, "How could you do that?! The moment James heard you were hurt, he came rushing to check on you, and this is how you repay him—by hitting him












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews