Home / Romansa / Takdir Tidak Pernah Keliru / Cemburu Yang Keterlaluan

Share

Cemburu Yang Keterlaluan

Author: Erna Azura
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-08 11:30:00

Setelah makan malam selesai, keduanya kembali ke suite.

Dan Zyandru baru menyadari kalau cara jalan Vimala terlihat aneh.

“Kamu kenapa?” tanya Zyandru sambil menunduk memperhatikan kaki Vimala.

“Sakit!” Vimala berseru pelan.

“Kakinya pegel? Kebanyakan jalan tadi siang kali ….”

Vimala mendelik. “Enggak peka banget sih.” Dia membatin lalu tanpa sadar mengusap bagian intinya yang memang terasa sakit dan tanpa sengaja Zyandru melihatnya.

“Oh ….” Zyandru pun tertawa,
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Mungkin Dia Salah

    Malam itu Davin tidak pulang cepat.Pukul sebelas malam Jakarta, lampu ruang kerjanya di MG Group masih menyala.Ia mempunyai satu keuntungan yang tidak dimiliki Burhan.Akses.Bukan akses ilegal.Melainkan akses yang diberikan Direktur Utama untuk melakukan internal review bersama Internal Audit, Legal, dan Corporate Security.Masalahnya, Davin tahu dirinya tidak bisa mempercayai terlalu banyak orang.Karena mereka belum tahu seberapa jauh jaringan Burhan masuk.Ia baru saja membuka satu rangkaian approval lama ketika ponselnya berbunyi.Davanka.Davin segera menjawab.“Malam Pak.”“Vin, tadi siang Zyan telepon gue.”Davin bersandar punggung lega. “Akhirnyaaa.”“Dia bilang lo lagi sendirian ngurus kekacauan MG Group.”“Enggak sendirian banget.” Davin melirik tim yang bersamanya.“Anggap aja sendirian.”Davin tertawa kecil.Davanka Gunadhya tidak banyak berbicara.Sebagai anak pertama ayah Kama dan bunda Arshavina, karakter pria itu berbeda dari Zyandru.Jika Zyand

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Masalah Baru

    Swiss tidak menyambut mereka dengan keajaiban.Tidak ada udara pegunungan yang tiba-tiba membuat Vimala merasa lebih sehat.Atau pelayanan rumah sakit terbaik yang mampu mengubah keadaan hanya dalam semalam.Dan tidak ada kabar mengenai kehamilan yang seketika mengembalikan keinginan hidup perempuan itu.Tiga hari setelah tiba, kondisi Vimala justru memburuk.Tubuhnya semakin lemah karena asupan yang sulit dipertahankan. Mual dan muntah masih datang. Nyeri perut muncul dalam gelombang, membuatnya beberapa kali meringkuk sambil mencengkeram selimut.Tim yang dipimpin Profesor Keller melakukan evaluasi menyeluruh bersama gastroenterologist, maternal-fetal medicine specialist, ahli nutrisi, serta dokter yang memantau kehamilannya.Tidak ada satu pun dari mereka yang mengatakan keadaan Vimala tanpa harapan.Justru sebaliknya.Mereka menjelaskan bahwa Crohn’s dapat dikendalikan, kehamilannya bisa dipantau, terapi dapat disesuaikan, kebutuhan nutrisi bisa dibantu, dan banyak peremp

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Membawa Vimala ke Swiss

    Helikopter telah dipersiapkan untuk membawa mereka menuju bandara.Dari sana, private jet milik AG Group akan menerbangkan Vimala ke Swiss dengan pendampingan medis.Sementara tim rumah sakit menyiapkan proses transfer, Zyandru keluar sebentar dan menelepon Davin.“Vin.”“Gimana Mala?”“Dia hamil.”Sunyi.Kemudian—“HAH?”Zyandru menjauhkan ponsel dari telinga.“Enggak usah teriak.”“LO SERIUS?”“Iya.”“Anjir…”“Davin.”“Sorry. Sorry. Terus kondisinya?”Wajah Zyandru kembali serius. “Masih enggak bagus. Gue harus bawa dia ke Swiss malam ini.”Davin pun berhenti bercanda.“Oke.”“Gue butuh bantuan.”“Apa?”“Siapkan video call terbatas.”“Siapa aja?”“Direksi utama, corporate secretary, Pak Huda kalau masih available, dan Burhan.”“Sekarang?” Mata Davin membulat terkejut.“Iya sekarang.”“Lo mau umumkan remote arrangement?”“Iya.”“Oke. Kasih gue sepulu

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Hamil

    Vimala terlihat sangat kecil di atas ranjang rumah sakit.Bobot tubuhnya menurun drastis.Ketika Zyandru masuk, Vimala sudah bangun namun begitu lemah.“Mala.”Perempuan itu menoleh pelan.Zyandru mendekat.Tangannya langsung meraih jemari istrinya.“Kamu bikin aku hampir mati ketakutan.”Vimala hanya menatap dingin.Zyandru menunduk untuk mengecup tangannya lama. “Kamu sudah tahu?” Pria itu bertanya pelan.Vimala menatap Zyandru lekat, tatapannya seolah bertanya, “Tahu apa?”Zyandru mengamati wajah pucat sang istri, dia usap lembut pipinya yang cekung. Sepertinya tante Zara belum memberitahu Vimala tentang kehamilannya.Ia duduk lebih dekat.“Ada sesuatu.”Vimala menatap Zyandru penuh rasa penasaran.Zyandru tampak hampir tertawa tapi juga menangis.Ia sendiri tidak tahu.Tangannya bergerak perlahan menyentuh perut Vimala di atas selimut.Perempuan itu mengerutkan kening.“Kam

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Hanya Ingin Vimala Sehat

    Zyandru tiba di proyek menjelang tengah hari.Tidak ada waktu makan siang.Ia hanya minum kopi yang bahkan tidak habis setengah.Rapat steering coordination berlangsung bersama Ratu, Pak Arief, tim project control, engineering, commercial, serta beberapa perwakilan kontraktor.Agenda mereka kali ini penting.Final sequencing untuk pekerjaan utilitas harus dikunci agar tidak mengganggu pekerjaan struktur berikutnya.Ratu berdiri di depan layar.“Kalau pekerjaan zona C dimulai sebelum temporary diversion di zona B verified, kita punya potensi conflict di access corridor.”Pak Arief menunjuk gambar.“Tim lapangan bilang dua hari cukup.”“Dua hari untuk installation,” jawab Ratu. “Bukan testing dan sign-off.”Zyandru membaca jadwal.“Berapa waktu yang realistis?”“Tiga setengah sampai empat hari.”Commercial manager ikut menyela. “Kalau empat hari, milestone berikutnya geser.”“Lebih murah geser satu hari daripad

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Terlalu Tenang

    Ruang rapat utama lantai empat puluh dua MG Group sudah penuh ketika Zyandru datang.Davin mengikuti beberapa langkah di belakangnya.Pak Huda telah berada di sana bersama dua direktur lain, CFO, Head of Corporate Finance, Legal, Strategic Development, serta Burhan yang berada di sisi kanan meja panjang.Presentasi pagi itu berkaitan dengan pendanaan tahap berikutnya untuk ekspansi MG Logistics & Industrial Hub, proyek pengembangan kawasan pergudangan dan distribusi yang telah direncanakan sejak era Wisnutama.Nilainya besar.Dan membutuhkan keputusan cepat.Begitu Zyandru duduk, CFO mulai memaparkan dua opsi utama.Opsi pertama—yang didorong Burhan—adalah bridge financing dari konsorsium bank dengan struktur konvensional, sambil menunggu refinancing jangka panjang.Opsi kedua adalah proposal baru yang dibawa Zyandru: MG Group menunda penarikan penuh fasilitas bridge loan dan menggunakan kombinasi kas internal, committed credit line yang lebih kecil, serta penjualan sebagian a

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status