Short
The Poor Girl’s Revenge: Eight Heirs Strong

The Poor Girl’s Revenge: Eight Heirs Strong

By:  CreamPuff_MildsweetCompleted
Language: English
goodnovel4goodnovel
8Chapters
7.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

The princess of Oberlin City scorns the poor, and I'm the biggest thorn in her side—I live in squalor but am specially admitted by a prestigious college meant for the rich. "What right does a peasant like you have to study at the same college as me?" Nails appear on my seat, and the shampoo in my bathroom is switched to glue. Chantelle Gorman even daringly tries to ram me over at the campus entrance—all because I'm a poor young woman from the countryside. To survive, I set my sights on her father, a perfect gentleman. He's a domineering CEO who's never had a shortage of women in his life. It's too bad he has no other children besides Chantelle. Chantelle thinks I'm a piece of trash who'll get kicked to the curb after a night of pleasure, but she doesn't know how easily the women in my family conceive. I give birth to seven sons and a daughter for the domineering CEO. How can Chantelle possibly go up against me and my eight children?

View More

Chapter 1

Chapter 1

Tepat di hari peringatan 30 tahun pernikahan kami, suamiku masih dalam perjalanan dinas. Di tengah aku masih menunggu kedatangannya, aku menerima notifikasi reservasi hotel.

"Aku masih dinas, bukankah wajar aku menginap di hotel?"

Suamiku masih merahasiakan. Dia mengatakan pergi dinas ke luar kota untuk penelitian arkeologi, nyatanya dia pesan hotel di pusat kota.

Putraku menyeletuk, "Bu, jangan bertingkah berlebihan. Lagi pula, tanpa Ayah, Ibu nggak bisa apa-apa."

Semua pengorbananku selama 30 tahun ini ternyata tidak dihargai.

Suamiku memohon agar kami tidak bercerai. Dalam perjalanan pulang di tengah malam, suamiku mengalami kecelakaan mobil. Putraku pun marah besar dan mengatakan bahwa aku tidak becus menjadi istri dan tidak pantas mendapat bagian dari harta yang akan diwarisinya.

Melihat anakku emosi dan suamiku yang pura-pura terbaring lemah di ranjang, aku mencibir dalam hati.

Kalau kamu suka pura-pura sakit, aku akan membuatmu lumpuh selamanya!'

Ketika aku mendapat notifikasi reservasi hotel, makanan di meja sudah tiga kali dihangatkan.

"Selamat menginap di Hotel Seruni! Semoga liburan Anda menyenangkan!"

Aku tertegun ketika membaca notifikasi itu, hatiku sakit sekali.

Nama suamiku adalah Hendra Suwanto. Dia merupakan profesor arkeologi yang sangat dihormati. Dikarenakan sangat jarang ada tenaga ahli di bidang arkeologi, pihak universitas mempekerjakan dia kembali.

Hendra sangat mengutamakan pekerjaannya. Meskipun hari ini adalah hari perayaan ulang tahun pernikahan kami, dia lebih memilih pergi dinas. Dia buru-buru pergi dinas tanpa berpamitan denganku.

Biasanya, aku yang mengurus segala keperluannya. Setiap kali pergi dengan tim arkeologi, aku yang mengemas pakaian dan peralatan yang dia butuhkan. Tidak hanya itu, kadang aku juga yang memesan akomodasi tim.

Sudah 30 tahun kami menikah, sosok suamiku dikenal sebagai seorang cendekiawan terkemuka yang selalu berpenampilan rapi dan memiliki segudang prestasi.

Sedangkan aku, sepenuhnya mengabdikan diri sebagai istri dan mendukungnya dari belakang. Kami berdua jarang bertemu. Pergi dinas mendadak di tengah malam sudah hal biasa. Bisa dikatakan bahwa aku merawat anakku dan orang tua sendirian, serta membantu urusan lainnya.

"Ibu lihat apa, sih? Aku panggil dari tadi, Ibu nggak menyahutku."

"Ayahmu pergi dinas. Kita makan duluan saja, aku lapar."

Terdengar suara anakku. Anakku melihat ke layar ponsel, wajahnya terlihat tertegun ketika membaca notifikasi di ponselku. Setelah itu, ekspresinya mulai santai lagi.

"Bu, itu kan Cuma notifikasi? Buat apa dilihat terus?"

Hatiku sakit sekali. Tidak ada satu kata pun bisa kuucapkan.

Aku telah menjadi istri Hendra selama puluhan tahun, satu-satunya orang yang paling memahami apa yang dibutuhkan untuk kelancaran pekerjaannya.

Hendra menjelaskan bahwa tujuan dinas kali ini untuk menggali makam kuno di daerah pegunungan, sedangkan letak hotel yang Hendra pesan ada di pusat kota. Jarak antara hotel dengan lokasi penggalian makam sangat jauh.

Tas arkeologi Hendra masih tertinggal di ruang kerjanya, bahkan sekop yang biasa dia pakai dan jubah anti air untuk masuk makam juga tidak dia bawa.

Karena biasanya aku yang membantu Hendra memesan hotel, jadi pemesanan hotel memakai nomor ponselku. Hendra lebih fokus pada urusan akademik, jadi dia tidak terlalu memperhatikan hal-hal kecil seperti mengganti nomor ponsel untuk keperluan pemesanan hotel.

Hanya dia yang paling tahu alasan Hendra pergi dengan tergesa-gesa.

Selama 30 tahun pernikahan kami, aku berubah dari gadis menjadi wanita setengah baya, sedangkan Hendra masih terlihat tampan dan menawan seiring bertambahnya usia.

Aku memiliki suami yang perhatian, seorang putra yang sukses, menantu yang berbakti, dan cucu perempuan yang lucu.

Semua memujiku beruntung. Aku memiliki banyak panggilan, yaitu Nyonya Suwanto, Bu Profesor, Ibu, Nenek ….

Waktu berlalu sia-sia, sampai aku nyaris melupakan nama asliku.

Apakah pengorbananku selama ini sia-sia?

Hatiku rasanya seperti tertusuk-tusuk. Aku memandang obrolan di ponsel dengan tatapan kosong.

Pesan terakhir yang Hendra kirim di perjalanan adalah meminta maaf kepadaku.

"Sayang, maafkan aku. Tim arkeologi mendesakku datang membantu mereka. Aku akan berikan hadiah perayaan ulang tahun pernikahan di rumah, ya."

Aku menatap layar ponsel sambil meneteskan air mata.

"Hendra, ayo kita bercerai."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status