Se connecter"sorry you really think that is all, you think that will end it, you think that is all we need for the pain and mistakes you did to us, cut your craps Tony you are nothing but an asshole" Micheal said angrily "yes Michael I really hope saying I am sorry for the pain and mistakes I made will end everything" Tony said softly
Voir plus"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNG"hi bae" Kelvin said when Jane picked up the call"hello darling" she replied. The way she said it made Kelvin heart melt away. Gosh. I can't carry out my mission, Kelvin thought, "so how are you doing""fine and you""great baby, just that I got a lot of things to attend to now""ohh really, you should try and rest. It's late already. Have you eaten""nope darling, when I am done here I will have to do both""what did you mean by both""having my dinner and getting a long rest. School is going to be tough tomorrow, remember we are going to start our test tomorrow". Jane was shocked. Test. That's true and sh had not done any reading at all. She is beautiful but not too intelligent unlike her brother, but still, she never drop out of the top five brilliant students. Funny how that works. "oh my goodness" she saidKelvin laughs, "to be frank Kelvin I have not even read anything at all, I guess I have to do that""no problem sweetheart just don't stress yourself okay""I will do that my
"so what did you want to know" Cooper said. Him and wisdom are on a cafferia, a coffee cafferia actually. Cooper bruise well not that obvious and wisdom had done some little cleaning on it."everything" wisdom said Cooper smiled. Even if he tell this you g boy everything he can't handle it. The man that send then to attack this guy family is not someone anybody can face. He is very strong and influencial person. "little boy you cant-""you better tell me unless I give you more beating than your deserve" wisdom said angrily Cooper laughed loudly, "you tho k I can't I kill you, I can and that would be very easily, look around you there are my men and colleagues positioned around us here". Wisdom turned and surveyed the whole area so far, he could see thrte suspicious man in a triangular postion, placing then in the middle , just one attack on this guy and hell break loose, wisdom know that there will still be more men that he can't mark out now. "surprised huh, I did not attack back
The college closed for the day and every student poured out to either get int their parent car or their own car or board a bus. Although the college is known for having rich and influential students but as a saying goes that there is always a weed in every part so it is for the college. Many less privilege children get into the school through scholarship and they are the 'so called weed' in the farm. Jane was outside the school looking for Kelvin when a black Toyota avalon car parked in front of her."hello bae" Kelvin said from the driver seat. Jane become stuned. What on hell is this supposed to mean. Damn. This guy is far too rich and Jane judged instantly that Kelvin parent would be more richer than hers, "hi Kelvin" she said with a smile, "hop on darling" Kelvin said. She opened the car door next to the driver seat and sat next to Kelvin, closing the door and giving him a tough peak on his cheek. From some good reason, Kelvin feels good and love what she did. Have could see that
Tony was at Sheba company today and all workers are on seriously working to aviod any punishment whatsoever. Matthew banged into luis office, leaving the director of ADG prelaxed."did you hear what happened to our little mouse yesterday", Luis take some time to recover be replying, "and is that ehh you burst into my office, Matt, you need to follow the goddammit procedure not putting me in a nasty spot of issuing the punishment of this wrong act". Matt knew about the punishment for bursting into someone's office but that is not what matters. "Linus am sorry but I got big news for you", "what's big news" Linus said, Matt looked at Linus and smiled, from the way Matt smiled, Linus could see that the news is incredibly big."split it out Matt, stop this suspense act" Linus said getting impatient, "calm down Linus, the director of ADG, it seems out little trick worked on our mouse". Linus gave Matt a look, "Micheal is going to leave the company, he disapproved the top project". Then it f
Tony was at Sheba company today and all workers are on seriously working to aviod any punishment whatsoever. Matthew banged into luis office, leaving the director of ADG prelaxed."did you hear what happened to our little mouse yesterday", Luis take some time to recover be replying, "and is that ehh
Monday morning was alaways the best for the governor of Arizona. Mr Terry Burton is an early raiser and had bathed and dressed up just a few minutes past seven. He had to see to the affairs of the state and put them in order. The attack at the St. Mary Roman catholic church still ring a bell. His ph
The Ceo of Champs ventures was in his magnificent massion. The massion is a one storey building with beautiful design, in the massion, there are cars and maids. Murphy Steve, is in his, bedroom, the place that contains the most secretive part of his life. Murphy parents had been killed by the former
Micheal weighted the situation surrounding Tony. Wisdom and Jane are going to crucity him one he reveals himself and that will also affect him. The children are going to know that he knew Tony. That is going to be a very bad show if Jane and him got home. He had to save Tony. Not for Tony, but fo






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
commentaires