MasukAfter Dustin Horne cheated and returned to our marriage, my entire family turned into my surveillance team. When he went out to take out the trash, my dad trailed him and sent me a video. "He's behaving himself. Didn't even look at his phone once." When he went to his law firm for a meeting, my mom disguised herself as a cleaner to sneak in. "There wasn't a single woman within ten feet of him." When he came back from trying a case out of state, my best friend scanned him top to bottom with a detector. "No stray hairs, no lipstick marks... all clean." Everyone swore to me that Dustin's heart was back where it belonged. Even Dustin himself stayed by my bedside every night, taking vows that he would only ever love me and our baby. That was until seven months into my pregnancy, when he went away on a business trip and I went in for a routine checkup alone. Passing by the maternity ward, I caught sight of him cradling a baby, kissing the woman in the hospital bed with tears of joy. My parents and my best friend were standing around the bed, cheering right along with him. I recognized the woman in an instant. It was his former mistress, Hattie Shields. Everyone panicked at the sight of me, instinctively bracing themselves to shield the baby. Yet I simply stepped forward and straightened Dustin's collar. "The baby's cute. Looks just like you. I won't interrupt you guys. I need to get back home and do the laundry."
Lihat lebih banyakDi bagian depan Restoran Luxen terlihat begitu ramai dipadati oleh setidaknya puluhan wartawan yang sedang meliput sebuah berita ekslusif malam itu.
Yang menarik perhatian mereka tentu saja tidak lain dan tak bukan adalah Tobias Gray, seorang pemuda tampan berusia 20 tahun, yang juga merupakan putra tunggal dari salah satu pengusaha terkaya di Ocean Hill. Dia kini berada di dalam ruang VVIP restoran itu dan sedang menyatakan cinta pada seorang gadis cantik yang juga berasal dari kalangan yang sama dengannya, Lily Osborne. Restoran Luxen adalah salah satu restoran paling mewah di kota itu dan hanya orang-orang yang telah memiliki kartu dengan jenis tertentu saja yang bisa menikmati makananan di tempat megah itu. Selain tempatnya yang begitu luar biasa mengagumkan dengan sentuhan klasik bercampur gaya modern, restoran itu menyajikan aneka hidangan yang juga begitu mewah dan tentunya memiliki cita rasa yang sangat tinggi. Bahkan, konon kabarnya para chef di restoran itu adalah chef pilihan yang dulunya telah memiliki pengalaman yang banyak. Tak heran bila hanya orang-orang tertentu saja yang sanggup makan di tempat itu yang tentu berharga fantastis. "Berita ini akan langsung menjadi berita paling diminati besok pagi." "Nona muda itu salah satu keluarga Osborne, tentu saja pasti akan begitu." Seorang wartawan muda terlihat begitu bahagia dikarenakan tadi telah berhasil mengambil foto Tobias saat menggandeng Lily masuk ke dalam restoran mewah itu. Sementara itu, di ruang khusus untuk mencuci peralatan makan dan minum yang kotor, Jack Morland, seorang mahasiswa tingkat tiga dari Universitas Rundall yang menjadi pekerja paruh waktu sedang menjalankan tugasnya sebagai pencuci piring kotor. Jack Morland masih berusia 20 tahun, memiliki tinggi 183 cm dan berwajah luar biasa tampan. Meskipun tubuhnya terbilang sangat kurus dan kering seolah seperti orang yang menderita anoreksia atau kekurangan makanan, pesona Jack tidak bisa diabaikan begitu saja. Sayangnya, penampilan fisiknya yang sangat memukau itu sangat berbanding terbalik dengan kondisi finansialnya. Jack sangat miskin atau bisa dibilang terlalu miskin. Bahkan, dia tak memiliki uang untuk membeli sepatu kerja. Dia terpaksa menggunakan sepatu kets yang sialnya juga sudah tidak layak pakai. Terlalu banyak robekan di bagian sampingnya dan sol dalamnya pun sudah rusak. Namun, dia berjanji dalam hati bila dia telah menerima gaji pertamanya bekerja di restoran mewah itu, dia akan segera membeli sepatu kerja yang pantas. Samar-samar dia mendengar orang-orang di ruangan itu mulai mengobrol mengenai pelanggan mereka. Meskipun begitu, dia masih tak tertarik untuk ikut dalam obrolan para rekan kerjanya tersebut. Dia lebih memilih untuk segera menyelesaikan pekerjaannya. Hal ini dikarenakan dia sadar bila mendapatkan pekerjaan di tempat itu tidaklah mudah. Jika bukan karena Darryl Spencer, salah satu teman baiknya di kampus yang memiliki koneksi orang dalam di Restoran Luxen, dia belum tentu bisa diterima bekerja di restoran mewah itu. "Kau lihat tadi? Pewaris Gray Company sedang melamar pacarnya." Seseorang mengoreksi sambil mengerjakan tugasnya, "Bukan. Kau salah. Dia bukan melamar tapi hanya meminta gadis kaya itu menjadi kekasihnya." "Oh, tapi aku rasa mereka akan berlanjut ke jenjang pernikahan. Dengar, anak muda itu sudah menghabiskan $1000.000 untuk acara makan malam ini." "Benar juga. Siapa yang akan menghabiskan uang sebanyak itu jika tak berniat untuk menikah?" "Tapi untuk seorang yang berasal dari keluarga Gray, jumlah itu tentu saja sangatlah kecil." "Hei, bahkan untuk orang kaya saja, jumlah uang sebanyak itu tetap saja berlebihan kalau hanya dipakai untuk satu kali berkencan. Sangat tidak masuk akal," sahut salah seorang pelayan laki-laki. Seorang pencuci gelas ikut menimpali, "Tapi dia gadis yang sangat cantik. Dia memang berhak mendapatkan kemewahan itu. Kalau aku jadi Tobias Gray, aku juga pasti akan memperlakukan gadis cantik itu dengan cara yang sama." "Layaknya seorang putri dari kerajaan," tambah laki-laki muda itu. "Aku setuju. Gadis itu memang sangat cantik. Aku dengar dia juga salah satu gadis paling cantik di kampusnya. Beruntung sekali dia mendapat seorang pacar dari pewaris perusahaan besar." "Memang, di mana dia berkuliah?" "Universitas Rundall." Pada awalnya tadi Jack tampak tak berminat sedikitpun, dia hanya berkosentrasi pada pekerjaannya saat ini. Namun, saat nama kampusnya disebut-sebut, dia pun menjadi sedikit agak tertarik. Tetapi, sesuatu tiba-tiba membuat hatinya luar biasa bahagia. Bahkan, dia tersenyum samar. Gadis paling cantik di Universitas Rundall? Tentu saja menurut Jack, Lily Osborne, kekasih tercintanya adalah gadis paling cantik di Universitas Rundall, tempat di mana dia sedang belajar saat ini sebagai mahasiswa jurusan manajemen bisnis. Dia pun berpikir bila orang-orang itu terlalu berlebihan. Tak ada gadis yang lebih cantik dari Lily. Gadis yang disebut orang-orang itu pastilah tidak lebih cantik dari Lily. Diam-diam Jack kembali tersenyum senang. Dia bisa mendapatkan Lily Osborne dengan perjuangan cukup keras. Gadis itu awalnya menolak dirinya mentah-mentah. Tapi setelah Jack mendekatinya selama hampir satu tahun lamanya, Lily akhirnya menerima cintanya dengan satu syarat yang dianggap oleh Jack sebagai syarat yang biasa saja. Syarat itu adalah Jack tidak boleh membicarakan hubungan mereka pada siapapun. Hubungan mereka hanya boleh diketahui oleh mereka berdua saja. "Dia salah satu anggota keluarga Osborne." "Siapa namanya tadi?" "Lily, aku rasa. Lily Osborne." Jack Morland seketika mematikan air keran dan dia menoleh ke arah teman kerjanya. "Maaf, apa aku tidak salah dengar?" "Apa maksudmu?" "Nama gadis yang kalian bicarakan tadi. Bukan Lily Osborne kan?" Jack masih mencoba berpikir positif. Salah satu rekan kerjanya terlihat menatap Jack dengan tatapan malas, "Memang benar Lily Osborne. Kenapa? Ada masalah?" Jack sontak mematung di tempatnya berdiri. 'Itu tidak mungkin. Lily gadis baik, dia tidak mungkin mengkhianatiku.' Jack menolak mempercayainya. Namun, seseorang lainnya terlihat teringat sesuatu. "Hei, Jack. Bukankah kau juga salah satu mahasiswa Universitas Rundall? Apakah kau kenal dengan dua anak muda itu? Lily Osborne dan Tobias Gray?" Sebelum Jack sempat menanggapi, teman kerjanya yang lain menjawab, "Mana mungkin dia mengenal mereka? Apa kau tidak bisa lihat? Mereka berasal dari kalangan kelas atas. Jack jelas bukan berasal dari kalangan mereka. Ayolah, kalian sendiri tahu. Tak mungkin orang-orang itu bergaul dengan orang rendahan macam Jack." Orang itu menyeringai, terlihat sekali dia ingin merendahkan Jack, tapi saat ini Jack tidak peduli. Dia malah bergegas ke depan, ingin menemui Lily Osborne dan meminta penjelasan dari kekasihnya itu. Tapi dia malah dihalangi oleh seorang penjaga restoran berbadan besar. "Staf bagian belakang tidak diizinkan masuk ke dalam area restoran utama." "Saya hanya ingin melihat-lihat ke dalam sebentar saja." "Tidak bisa." Jack mulai sangat gusar, "Tapi saya harus memeriksa sebentar. Teman saya ada di dalam." Seorang penjaga itu tertawa mengejek, "Hei, anak muda. Berani sekali kau mengaku-ngaku memiliki teman seorang tamu di restoran di sini. Apa kau tidak malu?" "Lihatlah sepatu yang kau pakai! Pengemis jalanan saja memiliki sepatu yang lebih bagus darimu. Bagaimana bisa kau diterima di restoran ini?" Penjaga itu menatap Jack dengan tatatapan merendahkan. Namun, Jack sungguh tidak memiliki waktu untuk menanggapi penjaga itu sehingga dia berjalan kembali ke area kerjanya. Dia sempat mendengar penjaga itu menertawakannya. "Dasar miskin! Berani sekali menipuku!" "Orang miskin rendahan berteman dengan anak pengusaha kaya? Berhentilah bermimpi, anak muda!" Jack hanya bisa mengepalkan tangan saat mendengarnya. Yang bisa dia lakukan saat ini adalah segera menyelesaikan pekerjaannya dengan lebih cepat. Tapi, sayangnya hal itu tak semudah apa yang dia pikirkan. Jack terpaksa harus melakukan pekerjaan-pekerjaan tambahan sehingga saat dia keluar dari restoran itu, dia sudah tak melihat dua orang yang sedang dibicarakan oleh orang-orang itu. Jack pun mencoba menghubungi Lily tapi setelah melakukan percobaan yang keempat kalinya, dia menyerah karena Lily tak kunjung mengangkat panggilan teleponnya. "Lily, kau ada di mana sekarang? Kau tidak mungkin melakukan itu kepadaku kan?" Jack bergumam dengan gelisah.Julian had been holding his tongue the entire time, but he finally reached his boiling point.He rolled up his sleeves, took off his glasses, turned around, and landed a hard punch right across Dustin's face.Dustin stumbled backward, wiped a trickle of blood from the corner of his mouth, and swung back with a defiant fist of his own. The two men quickly locked into a fierce brawl, throwing heavy, brutal blows."You scumbag! How dare you show your face here and keep harassing Lily?" Julian growled. "If I'd known you were going to hurt her like this, I would have taken her away with me back then!""Both of you, stop it!" I shouted. "Have you no shame, fighting each other in the middle of the street like this?"I rushed forward and kicked Dustin hard."Lily!" Dustin's eyes were terrifyingly bloodshot as he grabbed onto the hem of my pants, refusing to let go. "I was wrong. Please... just give me one more chance!""For what?" I stepped back, shaking off his hand with cold indiffere
"You wicked woman, how dare you try to murder my brother?"Ophelia's face contorted with rage as she lunged forward, throwing herself into a violent catfight with Hattie."If it weren't because you were carrying his child, why the hell would I have helped you in the first place?" Ophelia shrilled. "You miserable bitch! Not only did you almost kill my brother, but you also destroyed my friendship with Lily!"Unable to take it any longer, Hattie slapped Ophelia right back across the face."Enough! You think you two siblings are any better? Your brother slept around with women everywhere without taking an ounce of responsibility. He even tried to force me to get an abortion."And you! You were insanely jealous of Lily because of her top grades, her wealthy family background, and her great husband! You were the one who approached me first, telling me we were closer and urging me to help you isolate her."Every shred of pretense was ruthlessly torn away.Dustin looked down at the bab
I clapped my hands, and Julian immediately brought out Hattie's father, Thomas Shields.The old man had graying hair at his temples and a stooped back, his clothes splattered with mud from his long journey. Yet despite his disheveled appearance, he couldn't hide the gentle warmth radiating from his face.He stepped forward, reaching out to take Hattie's hand. "Hattie, you got married and had a baby. Why didn't you tell me? When you came back home last time and said you were disowning me, I was sick with worry."I tried heading over to find you, but I took a fall down a steep mountain trail and broke my leg. Could you please tell me? What did I do wrong?"Hattie bit her lip and shrank back, panic written all over her face. Ophelia immediately stepped in front of her, glaring at the old man."How dare you even ask that? Hattie finally managed to get out of the slum, and you tried to force her to move back!"Thomas looked up helplessly, rushing to defend himself. "I never said any s
Rosalie's one-month party was held at the most luxurious hotel in the city.The floral arrangements and decor were identical to everything I had meticulously planned for my own child.On stage, Hattie cradled the baby, leaning into Dustin's chest as she delivered her welcome speech. "Thank you so much, everyone, for joining us today to celebrate our daughter's special day..."Right then, a voice cut through the room. "Aren't you going to thank me personally?"Under the shocked gazes of the entire room, I walked up onto the stage, taking slow, deliberate steps. "Without me, how could the two of you ever have gotten together?"Seeing you both so happy fills my heart with joy, which is why I've brought two special gifts. Dustin Horne, aren't you going to open it and take a look?"I pulled a decorative box from my bag and pushed it across the table toward Dustin."Lily!" He rushed over to me, his eyes flickering with a mixture of surprise and relief.He scanned me from head to toe






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.