先生,你撩錯人了

先生,你撩錯人了

Oleh:  南淺歸Tamat
Bahasa: Traditional_chinese
goodnovel4goodnovel
Belum ada penilaian
5914Bab
891Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

【一不小心撩到傳說中的大佬,在線求問該怎麼辦】 被渣男和姐姐雙重背叛後,姜傾心發誓,一定要成為這對狗男女的小舅媽! 為了報復,她直接盯上前男友那位神秘的小舅舅。 萬萬沒想到,這位小舅舅不但年輕帥氣,還又高又富,從此她徹底化身甜撩小嬌妻,天天撩、時時撩、花式撩! 雖然男人總是一副愛搭不理的模樣,但她只想穩穩坐上「小舅媽」的位置就夠了。 直到某天,姜傾心突然發現—— 自己居然撩、錯、人、了! 她辛辛苦苦撩了這麼久的男人,根本不是渣男的小舅舅! 姜傾心當場崩潰: 「不演了!老娘要離婚!」 霍栩:「……」 怎麼會有這麼不負責任的女人。 離婚?想都別想!

Lihat lebih banyak

Bab 1

0001

“Tidak perlu menungguku saat makan malam. Aku ada acara.”

Dimitri berbicara tanpa menoleh saat memasang jam tangan hitam di pergelangan tangannya.

Anastasia yang hendak mengambil jas panjang untuk suaminya berhenti sejenak.

“Ya,” jawabnya pelan, lalu meraih pakaian hangat milik suaminya.

Tidak ada pertanyaan. Tidak ada rasa ingin tahu.

Selama lima tahun menikah, Anastasia sudah belajar bahwa Dimitri tidak pernah suka ditanya tentang urusannya di luar rumah.

Dia berjalan mendekat sambil membawa jaket panjang, dan berniat membantu Dimitri memakai benda itu seperti layaknya seorang istri melayani suami.

Namun sebelum tangannya terangkat untuk memasang kain mahal itu, Dimitri sudah mengambilnya lebih dulu dan mengenakannya sendiri.

Tangan Anastasia menggantung di udara selama beberapa detik.

Lalu, perlahan dia menarik tangannya kembali dan menghela napas pelan.

“Maaf,” gumamnya lirih, meski dia sendiri tidak tahu kenapa harus meminta maaf.

Tidak menjawab, Dimitri langsung berjalan keluar kamar dengan langkah panjang dan cepat.

Anastasia buru-buru mengikutinya.

Melewati ruang makan, aroma mentega yang meleleh bercampur dengan gurihnya keju goreng menguar memenuhi udara. Makanan kesukaan Dimitri.

“Dima?” panggil Anastasia sambil menatap penuh harap pada punggung yang bergerak menjauh menuju pintu utama mansion. “Aku sudah menyiapkan panekuk untukmu. Kamu mau aku mengoleskan krim asam yang segar... atau selai beri?”

Dimitri berhenti beberapa detik. “Aku tidak sarapan," katanya tanpa menoleh.

Jawaban singkat itu langsung mematikan suasana.

Padahal Anastasia bangun pukul lima pagi hanya untuk memastikan panekuknya siap saat Dimitri turun untuk sarapan pagi ini.

Menatap punggung Dimitri, sorot mata Anastasia meredup. “Baiklah," katanya pelan sembari menarik kedua sudut bibirnya. Seperti biasa, Dimitri sudah berjalan lagi, bahkan sebelum Anastasia selesai bicara.

Anastasia terus mengikuti Dimitri sepanjang koridor hingga ke arah pintu keluar mansion.

Udara pagi Rusia terasa dingin menusuk. Kabut tipis menggantung di antara pohon-pohon pinus yang mengelilingi mansion megah keluarga Volkov.

Di ambang pintu, Chief Roman sudah berdiri tegap menunggu.

Begitu Dimitri muncul, Chief Roman segera memberikan anggukan kepala yang dalam dan tegas—sebuah penghormatan mutlak khas mafia Rusia. 

"Mobil sudah siap, Tuan Dimitri," ucap Chief Roman. Uap putih mengepul dari mulutnya.

Alih-alih merespon, Dimitri justru menghentikan langkah dan menoleh ke belakang. Tatapan abu-abunya jatuh pada Anastasia yang masih berdiri beberapa langkah di belakang.

“Ada apa?” tanyanya datar.

Anastasia membuka bibir, lalu menutupnya lagi. Sebenarnya dia hanya ingin mengantar Dimitri sebelum keluar dari rumah. Sekedar ingin mengucapkan dan mendengar ucapan sederhana seperti aku pergi, jaga dirimu, atau sampai jumpa. Hal-hal kecil yang biasanya dilakukan oleh pasangan normal pada umumnya.

“Ada yang ingin kamu katakan, Malysh?” ulang Dimitri. Matanya tertuju pada jam tangan di pergelangan, seakan mengatakan kalau dia tidak punya waktu untuk sekedar bicara.

Anastasia menelan ludah. Malysh, artinya gadis kecil. Sebuah panggilan sayang yang biasa diucapkan oleh orang tersayang di Rusia.

Dimitri memang selalu memanggilnya seperti itu, tapi laki-laki itu mengucapkannya tanpa kelembutan sedikit pun. Seolah hanya kebiasaan, bukan kasih sayang atau sebutan spesial.

Anastasia sekali lagi memaksakan diri untuk tersenyum, meski lidahnya terasa kelu saat menjawab dengan suara pelan, "Tidak ada."

Tatapan Dimitri masih tertahan beberapa detik, seakan mencoba memahami sesuatu yang tidak pernah benar-benar dia perhatikan.

Sayangnya, hanya sampai di situ. Kemudian Dimitri berjalan masuk ke dalam mobil tanpa ucapan selamat tinggal atau apa pun.

“Nyonya Anastasia..., maaf,” ucap Chief Roman sebelum mengikuti Tuannya. “Tuan Dimitri sedang sangat sibuk akhir-akhir ini.”

Anastasia mengangguk pelan. “Aku mengerti.”

Semua orang selalu mengatakan kalimat yang sama. Sibuk!

Seolah satu kata itu bisa menjelaskan kenapa seorang suami bahkan hampir tidak pernah duduk sarapan bersama istrinya.

Beberapa saat, Anastasia berdiri diam sambil memandangi mobil hitam itu perlahan menghilang di antara kabut dan hutan pinus yang mengurung mansion mereka.

Selanjutnya, Anastasia masuk kembali ke dalam mansion. Pintu kaca otomatis tertutup di belakangnya. Bangunan megah itu terasa kosong dan sangat sunyi.

Belasan pelayan bergerak cepat saat melihat Anasatasia melintas. Mereka menunduk hormat dan mengucapkan salam. Tidak ada yang berani berbicara lebih panjang.

Kadang Anastasia merasa dirinya hanyalah sebuah benda antik yang harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Tidak boleh disentuh. Tidak bisa didekati.

Satu-satunya tempat yang membuatnya merasa berguna hanyalah ruang kerja pribadinya.

Ruangan itu tersembunyi di balik dinding yang sekilas tampak biasa, namun sebenarnya ada layar komputer canggih dengan keamanan tinggi. Puluhan layar hologram—gambar-gambar bercahaya melayang di udara—menyala bersamaan begitu Anastasia melangkah masuk.

Suhu ruangan juga ikut berubah, menyesuaikan diri dengan suhu tubuh Anastasia supaya tidak kedinginan atau kepanasan.

Bahkan, lantai marmer yang tadinya dingin perlahan berubah hangat, seolah menyambut dan memastikan Anastasia merasa nyaman di sana.

Di tempat itulah dia mengurus seluruh laporan keuangan perusahaan formal Dimitri. 

Anastasia baru saja membuka file laporan ketika sistem AI rumah tiba-tiba aktif dan bersuara, “Breaking news!"

Dinding kaca di depannya berubah menjadi layar siaran langsung sebuah stasiun televisi.

Seorang atlet ice skating wanita muncul di sana. Anastasia mengenali sosok cantik dan elegan itu. Kilatan cahaya kamera berkedip tanpa henti saat wanita itu memamerkan medali emas di depan wartawan.

Anastasia mengenalnya.

Seluruh Rusia mengenalnya.

Irene Petrova.

Jari Anastasia membeku di atas keyboard saat suara pembawa acara bergema di seluruh ruangan.

“Malam ini, perayaan kemenangan Irene Antonovna Petrova akan dihadiri sponsor utama, yaitu Dimitri Ivanovich Volkov. Beliau akan datang khusus untuk mengucapkan selamat kepada Irene Antonovna Petrova."

Udara di sekitar Anastasia terasa menipis,  dadanya terasa semakin sesak saat ucapan reporter berikutnya kembali terdengar, "Siapa pun tahu kedekatan Dimitri Volkov dan Irene Petrova. Kabarnya, Sang Don bahkan sudah menyiapkan hadiah bernilai fantastis untuk wanitanya."

Anastasia menatap layar tanpa berkedip karena dia tahu betul bahwa hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan mereka yang kelima.

"Seperti biasa… Dimitri lupa," gumam Anastasia pelan. Lehernya terasa sakit karena menahan tangis.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
5914 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status