"Na, Mas mau kamu boleh?"Satu hal yang Keina lakukan usai mendengar permintaan suaminya itu, dia memalingkan wajahnya. Bukan karena Keina tidak ingin menjalani kewajibannya sebagai seorang istri. Hanya saja, gadis itu masih belum siap.Baru kemarin menyatakan cinta, masa hari ini sudah buka-bukaan saja. Keina paham kalau Kahfi sudah menahan diri sejak lama, dan pria itu sangat pengertian. Keina hargai itu. Tapi sejujurnya, untuk melakukan hubungan dewasa, Keina perlu ritme lebih panjang lagi.Keina tarik dalam napas, tangannya mendorong pelan dada Kahfi, meminta pria itu untuk memberinya sedikit jarak. "Mas... aku perlu waktu. Aku belum siap." Entah darimana Kahfi memperlajari ilmu ketenangan, hebatnya pria itu bukan hanya pandai menahan emosi, melainkan pandai mengontrol hasratnya juga. Meski mungkin nafsunya sudah diujung tanduk dan menggemu-gemu, namun mendengar jawaban dari Keina. Tidak ada sedikitpun garis wajahnya yang menunjukan kemarahan.Pria itu masih memasang senyum, mesk
最後更新 : 2026-10-08 閱讀更多