Keina sudah di rumah sejak jam dua belas siang. Setelah dari kantor Prominent, dia mampir ke minimarket dekat kompleks, membeli beberapa bahan masakan dan satu cup puding coklat yang tidak ada di list belanjaan tapi terlalu sayang untuk dilewatkan. Semacam hadiah kecil untuk dirinya sendiri atas interview yang tadi tidak seburuk yang dia bayangkan.Sampai di rumah, dia berganti baju, meletakkan blazer hitamnya dengan rapi di gantungan, lalu berdiri di dapur dengan celemek terikat di pinggang, membuka kulkas, dan menatap isinya dengan ekspresi orang yang baru menyadari bahwa semangat memasak dan kemampuan memasak adalah dua hal yang berbeda.Ayam. Tahu. Telur. Bumbu.Oke. Ayam kecap. Aku pernah liat tutorialnya dua kali.Keina menghidupkan kompor.***Kahfi pulang pukul setengah tujuh kurang lima menit.Begitu pintu dibuka, hal pertama yang menyambutnya adalah aroma masakan yang menguar dari dapur, bukan bau gosong, bukan bau minyak yang terlalu dominan, tapi aroma yang cukup membuat p
Baca selengkapnya