Sandra membulatkan mata, tubuhnya menegang di kursi penumpang mobil hitam itu. “A-apa maksudnya, Bos?” suaranya bergetar, nyaris tak terdengar di antara dentuman pelan musik jazz yang mengalun dari speaker.Sean menoleh dengan senyum tipis,, senyum yang lebih mirip ancaman daripada ramah. “Kamu nggak bodoh, Sandra. Harusnya tahu arti mata dibalas mata,” ujarnya pelan, namun sarat tekanan.Tatapan matanya dingin seperti ujung pistol, membuat bulu kuduk Sandra meremang.Sandra spontan menelan ludah, matanya melirik ke arah jendela. Kota di luar berkelebat dalam cahaya malam, tapi di dalam mobil, udara terasa menyesakkan. Ia menggeser duduknya, mencoba menjauh, sekadar memberi jarak dari pria yang kini menatapnya seperti pemangsa yang siap melahap mangsa yang gemetar.“Kamu terlalu berani membelakangiku.” Suara Sean kembali berat dan rendah. “Mau aku lempar dari mobil?”Sandra menoleh cepat. “A-anda tolong jangan macam-macam, Bos...” suaranya parau, matanya berkaca.Sean menyeringai tipi
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-10-20 อ่านเพิ่มเติม