MasukSean Abelard. Seorang CEO yang gemar berganti wanita cantik. Bersumpah pada diri sendiri tidak akan menikah dan selamanya menikmati tubuh gadis muda nan jelita. Hingga suatu hari, wanita berkuncir kuda dengan make up sederhana hadir dan selalu bersama Sean Abelard setiap hari. Dia adalah Sandra Adira. Lalu, kenapa imajinasi terliar dari hasrat terpanas seorang Sean Abelard justru menginginkan wanita itu? Terobsesi untuk menaklukan dan mencicipinya di atas ranjang! Padahal, Sandra Adira sudah memiliki cincin pertunangan di jari manisnya. Hanya dalam waktu enam bulan ke depan, ia akan menjadi istri orang. Sebuah Gairah Terlarang sang CEO yang entah berakhir dengan senyuman atau ... kesedihan. Apa yang harus Sean Abelard korbankan demi hasratnya kepada Sandra Adira? Apa yang akan Sandra Adira lakukan ketika mengetahui bahwa ia sudah berada di dalam cengkeraman Sean dan tidak ada jalan keluar? Apakah hati satu sama lain akan berubah menjadi cinta suci? Ataukah ... cinta memang tidak harus memiliki?
Lihat lebih banyakSandra membulatkan mata, tubuhnya menegang di kursi penumpang mobil hitam itu. “A-apa maksudnya, Bos?” suaranya bergetar, nyaris tak terdengar di antara dentuman pelan musik jazz yang mengalun dari speaker.Sean menoleh dengan senyum tipis,, senyum yang lebih mirip ancaman daripada ramah. “Kamu nggak bodoh, Sandra. Harusnya tahu arti mata dibalas mata,” ujarnya pelan, namun sarat tekanan.Tatapan matanya dingin seperti ujung pistol, membuat bulu kuduk Sandra meremang.Sandra spontan menelan ludah, matanya melirik ke arah jendela. Kota di luar berkelebat dalam cahaya malam, tapi di dalam mobil, udara terasa menyesakkan. Ia menggeser duduknya, mencoba menjauh, sekadar memberi jarak dari pria yang kini menatapnya seperti pemangsa yang siap melahap mangsa yang gemetar.“Kamu terlalu berani membelakangiku.” Suara Sean kembali berat dan rendah. “Mau aku lempar dari mobil?”Sandra menoleh cepat. “A-anda tolong jangan macam-macam, Bos...” suaranya parau, matanya berkaca.Sean menyeringai tipi
"Berhenti kamu! jangan lagi mundur atau aku patahkan kaki kamu!" ancam Sean.Tubuh Sandra membeku, dibuat tercekat dan terpaku, ia tidak lagi berani bergerak. "Saya sudah berhenti Bos." Sandra terbata, berusaha untuk tenang meskipun kondisi tubuh menegang, karena dipandang oleh Sean dengan sangat dala, dari atas hingga, sebenarnya apa yang dilihat bos barunya ini?""Dari sekian banyak baju yang sudah disiapkan, kenapa kamu pilih yang ini?"'Ya?""Telinga kamu bermasallah? atau otak kamu yang lemot tidak bisa mencerna pertanyaan?"'Bukan Bos."Sean menyipitkan pandangan."Maksud saya." Sandra menjeda kalimar.Bodoh, bisa bisanya ia lupa apa tadi pertanyaan Sean. "Bisa diulangi lagi pertanyaannya Bos?" ragu dan takut, kemudian dibuat berjingkat oleh suara gelas dari atas meja yang di senggol Sean."Jangan pura pura bodoh. Kamu ingin mati karena membuatku mengulangi pertanyaan?"Astaga. Jantung Sandra semakin melompat. Ia telan saliva pelan lalu jatuh berjongkok di atas lantai. "Sebenta
Berusaha untuk mengatur napasnya agar tak terlalu memburu, Sandra jatuhkan tubuhnya di atas ranjang di dalam kamarnya sendiri. Benar benar luar biasa. Seumur hidup ia tak pernah berpikiran bisa berada di situasi sekarang ini. Bekerja untuk mendapatkan uang, namun seperti menyerahkan nyawa kepada Bos galak yang tak punya hati dan tak segan segan menghilangkan nyawa. Tidak boleh mengulur waktu. Sandra berdiri cepat dari duduknya, harus segera bersiap siap agar tidak lagi mendapatkan tekanan dari Sean. Penampilan lebih baik dari ini. Penampilan seperti apa yang dimaksudkan oleh Bos nya itu? Sandra berdiri di depan cermin di dalam kamar. Meneliti penampilannya sendiri yang tak lagi rapi seperti sebelum masuk ke rumah ini. Sekarang, rambut tampak sedikit berantakan. Tok tok tok. Suara ketukan pintu kamar terdengar, sungguh berhasil meninjingkatkan hati Sandra yang dibuat berdiri cepat. Seperti naik roller coster mudah sekali jantungnya bereaksi berlebihan. "Siapa?" tanya Sandra. Ti
Membulatnya kedua mata Sandra. Sambil membekap mulutnya segera, bagaimana bisa ia tetap banyak tanya setelah diancam oleh Sean?"Mak-maksud saya."Tiga menit.Waktu kamu untuk bersiap siap nggak boleh lebih dari tiga menit." dinginnya ucapan Sean.Kian menghenyakkan hati Sandra yang semakin dia buat tertekan"Tiga menit?" batin Sandra. Ia tak lagi berani berkata ataupun bertanya."Lebih dari satu detik saja. Siap siap terima hukumannya."Membulatkan kedua mata Sandra, ia masih saja diam dan tak lagi berani bersuara. "Astaga Tuhan, tolonglah hambamu ini." Cepatnya dentuman di jantung Sandra. Benar benar dibuat tertekan oleh pekerjaan yang awalnya dia anggap enak namun ternyata mengancam nyawa. Sekali bicara, bisa saja ia mati sekarang juga.Sandra membeku, kenapa kedua kakinya ini tak mau dia ajak melangkah. Hanya membatu dan layaknya terpaku."Kenapa Diam?" Sean mengangkat salah satu alisnya?""Kan kamu yang menyuruhku diam? dan sekarang tanya kenapa aku diam?" batin Sandra, mana bera












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.