Rezvan sangat bersyukur meski mertua dan iparnya sangat membenci dirinya, tetapi mereka semua sangat menyayangi Raka dan Revan. Tampaknya dirinya terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak tentang keluarga istrinya.Raka dan Revan pun kini mulai mengajak Ravindra bermain bersama. Beberpa hari yang lalu, ia berbicara dengan anak kembarnya secara pribadi dan memberi tahu kedua anak itu jika Ravindra adalah adik kandung mereka.Raka dan Revan tentu tidak mudah untuk menerima hal itu. Akan tetapi, Rezvan terus membujuk si kembar untuk bersikap baik kepada Ravindra.Sikap Ravindra kepada saudara kembarnya sama seperti kepada Rezvan. Namun, anak itu sedikit melunak karena Raka dan Revan yang terus mendekatinya dan mengajaknya bermain. Bagaimanapun mereka masih anak-anak yang suka bermain, sehingga mudah bagi Ravindra membuka diri kepada saudari kembarnya daripada kepada Rezvan.“Yesha, hari kamu tidak lupa, kan?” Trisa membuka obrolan di meja makan.“Iya, Ma, aku ingat, kok.” Yesha menatap Rez
Magbasa pa