Ujian Hani adalah Luther. Dia melihat Luther menikah dengan Bianca dan mereka berpelukan dengan bahagia, sedangkan dia berdiri di tengah kerumunan dan hanya bisa diam-diam mendoakan mereka."Apa kamu rela?"Saat itu, sebuah suara tiba-tiba berbisik di telinga Hani, "Kamu berjuang mati-matian dan menumpahkan darah untuknya, tapi dia hanya menganggapmu sebagai adik. Apa kamu rela?"Hani mengepalkan tinjunya dan air mata berkilau di matanya. Namun, dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Aku rela. Selama dia bahagia, aku rela. Bagiku, dia adalah Kakak Luther dan akan selalu begitu selamanya."Ilusi pun hancur, lalu Hani mendapati dia sedang berdiri di sebuah arena latihan. Di hadapannya, ada sebuah tombak panjang merah menyala yang melayang dan bahkan lebih kuat dari tombak yang didapatkannya sebelumnya.Suara itu berkata, "Jalanmu adalah jalan perlindungan. Kamu punya sesuatu yang dijaga hatimu, tanpa dendam dan tanpa penyesalan. Dapat Tombak Api Pembakar Langit, semoga kamu nggak me
Read more