Sebelum memasuki kamar tamu, Kenanga sempat menoleh pada Devano. Ternyata, laki-laki itu masih berdiri di sana. Kenanga tersenyum simpul, kemudian mengikuti BI Ina memasuki kamar yang cukup luas itu. "Silakan istirahat di sini, Neng! Kalau perlu bantuan, tolong panggil kami!" ucap Bi Ina sembari meletakkan koper Kenanga di dekat tempat tidur. "Terima kasih, Bibi. Maaf ya, saya merepotkan," ucap Kenanga tidak enak hati. "Tidak apa-apa. Sudah tugas kami melayani tamu spesialnya Mas Dev!" sahut Bi Ina sembari tersenyum. "Oh, ya, kamar mandi di situ. Semua keperluan di dalamnya masih baru. Silakan dipakai!" lanjut wanita setengah abad itu. Kenanga mengangguk. "Baik, terima kasih Bibi," ucapnya santun. Beberapa menit, setelah kepergian Bi Ina, Kenanga tidak juga beranjak dari tempat tidur. Dia justru termenung, seolah mencerna peristiwa beberapa jam lalu yang membuat dunianya jungkir balik. Kenanga lantas mengambil handphone yang berdering beberapa kali dari dalam tas. Wanita itu mem
Terakhir Diperbarui : 2024-12-14 Baca selengkapnya