Malam sebelum kejadian pagi, Nurmaya gelisah tak menentu, gadis itu tak sanggup membayangkan ia akan diperistri oleh siluman babi peliharaan ayahnya.Dengan keringat yang telah membanjiri wajahnya, Nur mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya, menggila."Bu, Pak! Ibuu, tolong buka!" Tangisnya menggema, mengisi setiap sudut dan celah ruangan yang sunyi dan dingin. Terkadang, Nur merasa rumah itu sangat menyeramkan.Orang tua Nurmaya segera membuka pintu, menghentikan keributan Nur yang menjadi. Terlihat si bungsu menangis terkaing-kaing, memaksa Pak Zakaria untuk bertindak ekstrim—menutup mulut anaknya cepat-cepat."Kamu sudah gila, Nur? Jam berapa ini? Dan kamu malah membuat keributan? Diam!" Mata Pak Zakaria melotot seolah akan keluar dari kelopaknya. Kepanikan jelas terlihat di air muka.Nurmaya meronta, berusaha melepaskan tangan bapaknya yang lebih gila. Ia pun menggigitnya, entah kekuatan dari mana datangnya itu, tetapi baru kali ini anaknya seberani ini padanya."Nur! Nur, tenang
Last Updated : 2026-05-20 Read more