Devika memutar bola matanya dan menanggapi, "Untuk apa dia merasa nggak senang? Lagi pula, dia sudah terima menantu genit sepertimu. Kalau kamu sudah setuju, aku juga kabari ayahku.""Nggak masalah," timpal Tirta. Dia berpesan lagi, "Kak Nabila, ini masalah penting. Kamu harus beri tahu Kak Irene, Agatha, Susanti, Naura, Aiko, dan Bella. Suruh mereka datang. Lebih cepat, lebih baik."Sewaktu Bella dan lainnya kembali ke Desa Persik terakhir kali, mereka langsung pulang ke rumah masing-masing untuk mengunjungi orang tua mereka atau membereskan masalah penting.Sampai sekarang, mereka belum kembali. Tirta akan menikah. Tentu saja dia harus mengabari mereka.Nabila menggoyang ponselnya dan membalas, "Cih, kamu nggak usah atur-atur aku! Aku sudah memikirkan hal ini dari tadi. Sebaiknya kamu bawa orang lanjut bangun rumah sekarang. Lebih baik kalau rumahnya selesai lebih cepat. Jadi, kamu bisa segera menikahi Bi Ayu dan Bi Elisa."Tirta tertawa, lalu menyetujui, "Oke!"Kemudian, Tirta memba
Magbasa pa