Namun, hal ini juga menunjukkan sikap Suryana yang tegas."Baiklah. Kalau begitu, aku akan merepotkan Tabib Suci untuk ikut denganku," kata Tirta yang hanya bisa menyetujuinya.Melihat hal ini, para wanita juga merasa lebih lega."Tirta, ajak aku juga. Beberapa waktu lalu, aku sudah memahami sebagian wawasan yang ditinggalkan leluhur generasi pertama. Kemacetan dalam kultivasi yang sudah menggangguku selama bertahun-tahun ini pun sudah menunjukkan tanda-tanda akan terurai. Siapa tahu dengan memanfaatkan kesempatan ini, aku bisa benar-benar memasuki tingkat pencapaian agung.""Aku juga akan membawa dua artefak yang ditinggalkan leluhur generasi pertama, jadi peluang menang akan bertambah. Kalau kami gagal dan mati, itu juga nggak ada hubungannya denganmu. Ini pilihanku sendiri."Pada saat yang bersamaan, terdengar sebuah suara dari pintu aula utama. Afifah, wanita cantik berusia sekitar dua puluh delapan tahun dengan penampilan bak dewi yang turun dari kahyangan, pun membuka bibir merah
Magbasa pa