Proyeksi dari wajah sang Ibu, Rania di depan Wira perlahan menguap hilang. Pesan terakhir itu benar-benar menampar kesadaran Wira. Semua hal yang selama ini tidak diketahui tiba-tiba menjadi sulaman kisah yang harus dia pahami dengan cepat. liontin tua peninggalan ibunya yang menampilkan pesan terakhir ibunya kini tersisa batu oval biru emas yang mengalirkan energi di tangan Wira. Setelah pesan dari Rania, tampat itu menjadi hening dan semua orang mencerna apa yang baru saja disampaikan Rania.Liontin itu didekap Wira, itu adalah kenang-kenangan dari Ibunya sebelum pergi melawan para celestial. Tekadnya yang semula hanya bertahan hidup, kini harus mencari cara untuk menemukan ibunya. Sejak kecil, tak ada yang memberikan kehangatan dan cinta untuknya, dia mengira kalau dia dibuang. Namun, sang Ibu mengorbankan dirinya untuk mempertahankan bumi dan bertarung sendirian mencoba menghancurkan sang penghancur, yaitu para dewa.”Jadi ... karena inilah Ibu harus meninggalkanku?” Wira mengepalk
Leer más