Setelah mengatakan itu, Belawan menenggak habis arak di cawannya.Afkar menatapnya penuh makna. Setelah menyesap sedikit araknya, dia tersenyum dan berkata, "Hanya karena beruntung.""Hais, kenapa aku nggak punya keberuntungan seperti itu?" Belawan mengusap sudut bibirnya, lalu menghela napas.Kemudian, nada bicaranya berubah. Dia memandang Afkar dan bertanya, "Afkar, awalnya aku mengundangmu kemari untuk membantuku. Sekarang tampaknya justru aku yang memberimu bantuan besar, bahkan memberimu peluang besar! Nggak salah, 'kan? Hahaha ....""Benar, nggak salah," jawab Afkar sambil mengangguk. Dia bisa merasakan nada masam dalam perkataan Belawan. Jelas, Belawan merasa tidak adil.Harta Raja Iblis itu telah diperebutkan Belawan dan Arasyana selama ribuan tahun. Namun pada akhirnya, justru jatuh ke tangan Afkar, orang luar yang bukan bagian dari Pegunungan Seribu Iblis.Hanya saja, Belawan tidak enak mengatakannya secara terang-terangan. Dia masih tidak ingin bermusuhan dengan Afkar. Makan
Read more