Tentu tidak mungkin mereka menyiapkan obat itu untuk dipakai sendiri. Jadi, Yosep dan Senia seharusnya masih punya satu orang lagi yang ingin mereka singkirkan.Janice menoleh pada Jason dengan penasaran. "Kira-kira siapa ya?"Jason tampak memikirkan sesuatu, lalu mengejek sambil tersenyum tipis, "Cukup menarik.""Ada apa?" tanya Janice."Nggak ada apa-apa. Tunggu saja, pertunjukan baru mau dimulai."Selesai berkata begitu, Jason kembali fokus pada telepon. "Pak Seto, menurutku mereka akan segera bergerak.""Baik, aku akan memperhatikan situasinya. Kalian juga hati-hati," pesan Seto."Ya." Jason menutup telepon.Janice merasa sedikit gelisah. Entah kenapa, dia selalu merasa masalah ini tidak sesederhana itu. "Jason, aku agak takut. Yosep sudah nekat. Apa dia akan melakukan sesuatu lagi diam-diam?"Yosep tidak mewarisi kebijaksanaan Anwar, tetapi kelicikannya menurun 100%. Sekarang, apa lagi yang tidak berani dia lakukan?Jason berujar, "Saat ini kita nggak boleh bereaksi berlebihan, na
Baca selengkapnya