Pesan yang dikirim Raden kepada Erika terbaca beberapa menit kemudian. Erika sedang duduk di tepi ranjang kontrakan sambil menyelesaikan catatan bahan ajar. Begitu melihat nama suaminya muncul di layar, tangannya langsung berhenti bergerak.Erika, maafkan aku. Aku akan pulang. Apa pun yang terjadi, kali ini aku tidak akan lari lagi.Tidak ada penjelasan lain. Tidak ada kabar tentang lokasi, keadaan, atau kapan tepatnya Raden tiba. Namun, bagi Erika, satu pesan singkat itu sudah cukup membuat dadanya bergetar. Selama berbulan-bulan dia tidak tahu apakah suaminya masih hidup, masih mengingatnya, atau justru telah memilih perempuan lain.Dia membaca pesan itu berkali-kali.“Kak Raden masih hidup,” bisiknya.Air matanya menetes. Ada lega, bahagia, takut, dan marah yang bercampur menjadi satu. Dia ingin segera menelepon, tetapi panggilan yang dia lakukan tidak tersambung. Ponsel Raden kembali tidak aktif.Erika meletakkan ponsel di pangkuan. Dia berusaha menenangkan diri. Jangan sampai sat
Read more