Hujan tipis membasahi jendela gedung Balai Kota ketika jarum jam mendekati pukul satu dini hari. Sebagian besar lantai pemerintahan telah kosong, tetapi ruang pusat krisis di lantai tiga puluh lima masih dipenuhi cahaya dan aktivitas. Puluhan monitor terus menampilkan peta persebaran serangan Vespa, laporan korban terbaru, hingga analisis ilmiah yang masuk dari berbagai laboratorium nasional. Udara di ruangan itu terasa berat oleh campuran aroma kopi, kertas, dan kelelahan yang tidak lagi bisa disembunyikan siapa pun. Di tengah semua itu, Daren berdiri memandangi layar utama dengan wajah yang semakin keras. Selama beberapa minggu terakhir, ia menghadapi kritik dari media, tekanan dari oposisi politik, dan ketakutan masyarakat yang terus meningkat. Namun malam ini ada sesuatu yang berbeda. Untuk pertama kalinya, tim investigasi menemukan petunjuk yang mungkin membawa mereka lebih dekat kepada dalang di balik bencana yang melumpuhkan kota.Pintu ruang rapat terbuka. Dr. Helena Tan masu
Read more