Jeleger! Suara guntur menggelegar, memekakkan telinga."Gawat, itu petaka langit!" Ekspresi pria tua itu berubah drastis. Dia ingin melarikan diri, tetapi mendapati Ewan menggenggam tangannya erat-erat."Minggir!" Pria tua itu langsung mengguncang tubuh Ewan hingga terlepas, lalu melarikan diri ke kejauhan dengan panik."Hahahaha ...." Ewan tertawa terbahak-bahak.Pria tua itu menoleh ke belakang dan mendapati bahwa sama sekali tidak ada petaka langit. Di udara hanya muncul satu sambaran petir setebal gelas. Tak perlu ditebak, pasti Ewan yang membuatnya."Bocah, kamu mempermainkanku!" Tatapan pria tua itu tajam dan dingin.Ewan mencibir, "Kamu ini ahli tingkat maharaja lho, kenapa nyalimu kecil sekali? Aku cuma asal membuat satu sambaran petir, kamu sampai ketakutan begitu. Dasar pengecut.""Berani-beraninya kamu menyebutku pengecut! Kurasa kamu memang cari mati!" Di tengah amarahnya, pria tua itu langsung menerjang ke arah Ewan.Tak disangka, Ewan bukan hanya tidak menghindar, malah m
閱讀更多