Perempuan itu mengenakan masker dan topi rajut hingga sebagian besar wajahnya tak terlihat. Dia membuka pintu dan berjalan dengan tenang melewati para pengawal. Namun, tidak berhenti di sana, langkahnya terhenti saat pengawal menghampirinya.“Nona, Anda dilarang keluar,” katanya. Lalu, dia menyadari sesuatu. “Di mana teman Anda, Nona? Bukannya dia ada di dalam?”Tidak ada jawaban. Dia semakin merapatkan kardigan dan topinya seakan ini adalah musim dingin. Setelah beberapa saat kemudian, dia berlari menerjang para pengawal. Dia lihai menghindar, tidak membiarkan siapa pun menyentuh dirinya.“Jangan biarkan dia keluar!” Pengawal itu berteriak, memberi intruksi pada yang lain. Sampai saat dia sadar ada yang aneh dengan pakaian dan tingkah Aria. “Tidak mungkin,” gumamnya. Dia menepuk pundak pengawal di sampingnya. “Dia bukan Nona Aria. Kita ditipu!”“Apa maksudmu?” tanya pengawal lain.“Ayo cek ke kamarnya.”Mereka membuka kamar Aria dan mendapati seseorang dengan pakian formal, topi hita
Baca selengkapnya