Anindya mematut dirinya di depan cermin. Ia sudah memilih baju terbaik dan berdandan secantik juga serapi mungkin. Namun, hatinya masih ragu dan terus menatap ke cermin barangkali ada sesuatu yang kurang. Ia mengambil ponsel yang tiba-tiba berdering. Sebuah pesan masuk. Pesan dari adiknya, Haikal. Anindya memang menyuruh adiknya itu untuk datang menemaninya bertemu dengan mama Zevan. Sebenarnya ia cukup berani menghadapi wanita itu sendiri, tapi setelah berpikir lebih baik sang adik tahu dan menemaninya. "Ngapain sih pake ngajak aku segala? Bukannya ini cuma pertemuan dan makan malam biasa," protes Haikal yang enggan menemani kakaknya bertemu dengan mama Zevan. "Udah jangan bawel, tinggal nemenin doang apa susahnya sih?!" Anindya menyahuti sambil memasukkan ponsel, dompet dan beberapa barang ke dalam tas. "Kak, kamu yakin mau serius sama si Zevan itu?" Haikal menatapnya ragu. "Kenapa memangnya?" Anindya menoleh. "Ya nggak kenapa-kenapa sih, tapi dia lebih muda dari kamu.
Last Updated : 2025-08-26 Read more