"Papa!"Rose langsung terbangun sambil berteriak.Tubuhnya refleks bangun dari posisi tidur. Tangannya masih terpasang infus.Napasnya memburu. Keringat dingin membasahi kening dan lehernya.Tangannya langsung memegang dada yang terasa sesak.Matanya bergerak ke segala arah dengan panik.Beberapa detik Rose masih belum sadar di mana dirinya berada saat ini.Yang ada di kepalanya hanya bayangan Arthur yang terbaring bersimbah darah.Belati.Darah.Tatapan Arthur yang sangat sayu.Semuanya terasa begitu nyata.Rose mimpi buruk. Ingatan tentang suaminya yang di tusuk oleh Jessica di depannya matanya begitu jelas di ingatannya."Papa... Papa..."Suara teriakannya membuat Alana dan Bi Arum yang tadi tertidur di sofa langsung terbangun.Alana langsung berdiri."Rose!"Bi Arum juga buru-buru menghampiri ranjang pasien Rose."Nona Rose!"Alana langsung duduk di samping Rose dan memegang kedua pundaknya."Rose! Lihat aku! Rose tenangkan diri kamu.""Al, Papa... Aku mau lihat Papa!""Rose, tena
Terakhir Diperbarui : 2026-06-16 Baca selengkapnya