Semua komentar itu terdengar jelas di telinga Handi dan Amira.Wajah Handi mengeras, sorot matanya menggelap.Sementara itu, wajah Amira berubah pucat, seakan darahnya terkuras habis.Bagaimana Amira bisa menerima kenyataan jika salah satu sahabat dekatnya kini justru menjadi pusat perhatian, bahkan dijadikan bahan perbandingan untuk merendahkannya?Selama ini, Rania selalu memperlakukan Amira dengan baik. Dia sering membantu, mengalah, bahkan mendukungnya tanpa pamrih. Namun justru sikap Rania yang tenang dan anggun sekarang itulah yang paling dibenci Amira, perasaan yang sama seperti kebenciannya pada Evelyn dulu.Sejak kecil, karena ayahnya hanya seorang sopir keluarga besar, Amira terbiasa berjalan di belakang orang lain. Dia harus bersikap rendah hati, pandai membaca situasi, dan tahu diri. Saat bersama Evelyn dulu, dia selalu berada di posisi orang yang menghibur, menenangkan, dan mengikuti, seolah-olah status mereka sudah ditentukan sejak awal.Bahkan, Rania pun pernah “dipaksa
Last Updated : 2026-01-18 Read more